DOM - Part 16

6.2K 197 2
                                        

🍂

"Kudengar kau yang terbaik?" Tanya Alodie setelah cukup lama dia dan Roger berada didalam mobil menuju toko buku Favorite nya.

Alodie duduk dikursi penumpang bagian depan seperti yang biasa ia lakukan saat bersama Lyne.

"Terbaik, madsud anda..?" Tanya Roger bingung.

"Menembak.. Banning bilang kau yang terbaik."

"Oh.. kurasa kata terbaik terlalu berlebihan."

"Benarkah? Jangan merendah. Jika Aku ingin kau mengajarkan ku menembak, bagaimana?"

"Nn. Wade.. ak-..."

"Panggil saja Alodie. Kita hanya berdua. Lagi pula, biar kutebak..umur mu hanya beberapa tahun diatas ku, kan?"
Roger diam, seperti menimbang dan bingung.

"Berapa umur mu?" Timpal Alodie lagi.

"23 tahun Nn. Wade."

"Sudah ku bilang, panggil Alodie, Roger.. " desis Alodie.

"Al- Alodie.." Roger tersenyum kikuk.

"Nah, Tidak susah kan? Mungkin kau bisa jadi temanku, aku benar-benar kesepian sejak Lyne tidak bersamaku." Alodie cemberut sambil membuang tatapan nya keluar jendela.

"Bagaimana, kau mau mengajariku menembak?" Lagi tanya Alodie karena tidak mendengar jawaban apapun dari Roger.

Alodie sering kesal dengan sikap kaku para pengawal nya, mereka hanya berkata 1-2 patah kata.

Begitu kikuk, entah karena pekerjaan mereka yang mengharuskan mereka seperti itu atau mereka tidak tertarik berbicara basa basi.

Bahkan Lyne yang sudah lama menjadi ajudan pribadi Alodie pun sangat jarang berbicara panjang lebar dan normal.

Hal itu yang membuat Alodie merasa kesepian, Alodie merasa seperti berbicara kepada robot penjawab.
Sangat formal dan kaku.

Membosankan.

"Kurasa itu keahlian Tn. Banning, Non-.. madsudku, Alodie.. karena dia yang melatihku, Banning yang terbaik dalam hal tersebut bahkan semua hal." Puji Roger tanpa ragu.

"Benarkah?" Tanya Alodie menatap tidak percaya.

Harusnya dia tidak perlu kaget, tentu saja itu semua hanya kebohongan Liam. Karena sudah jelas Pria itu memang tidak ingin mengajari nya terlebih dia memang ingin menjaga jarak.

"It's okay, kurasa untuk pemula aku bisa belajar denganmu.. lagi pula Banning sangat dingin dan kaku." Tanpa sadar Alodie mengendus kesal.

"Dingin dan kaku?" Roger tertawa pelan.

"Ya.. aku begitu penasaran bagaimana kalian bisa tahan berlama-lama bekerja bersama nya."

"Bagiku, Tn. Banning orang yang sangat baik juga hangat. Dia hanya terlewat perfectionis juga profesional. Dia hanya melakukan yang seharusnya dia lakukan, bahkan aku sangat bersyukur bisa menjadi team nya." Roger menjelaskan, nampak kekaguman pada wajah dan nada bicara nya.

Ya, meski otak Alodie menolak kuat pernyataan Roger barusan, tapi hati nya berteriak setuju.
Bisa Alodie rasakan dari sikap dingin Liam tersimpan pesona dan kehangatan yang membuat siapapun nyaman bersama nya.
Ya Tuhan! Hentikan itu, Alodie! Otak Alodie berteriak.

"Kita sudah sampai, N-... madsudku, Alodie." Kata-kata Roger menarik Alodie dari pikiran nya.

"Baiklah. Tunggulah disini, aku tidak akan lama."

DELICIOUS OLDMANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang