Akhir Segalanya

43 9 1
                                        

Ke tiga keluarga telah sampai di sebuah pantai di Jawa Tengah. Di sana sudah ada Haldir dan anak buahnya dan juga Brian, namun Brian tak melihat tanda-tanda keberadaan Adhara saat itu juga Brian mulai panik apakah dia sedang di bohongi oleh Haldir. Tetapi Brian terus yakin kalau putrinya akan baik-baik saja. Reagen berada di samping papanya untuk berjaga-jaga dan melindungi papanya.

flash back on ....

Saat masih pagi buta Adhara di bangunkan oleh penjaga disana. Ia membangunkan Adhara sedikit kasar namun Erlangga datang dan menepis tangan pria yang membangunkan Adhara dengan kasar.

"Bangun Dhar, kita akan bertemu dengan semua anggota keluargamu" ucap Erlangga dengan senyum hangatnya.

"Aku akan bertemu dengan papaku Er?" Adhara bertanya seakan-akan ia tak percaya bahwa ia akan bertemu dengan keluarganya.

Ia sempat berpikir kalau dia akan disini selamanya hingga akhir kisah hidupnya. Namun pemikiran itu terpecahkan dengan datangnya kabar dari Erlangga. Karena amat bahagia ia pun memeluk Erlangga dengan erat, entah dorongan darimana ia melakukan hal itu.

"Terima kasih" ucapnya lirih.

Erlangga tak membalas dengan perkataan namun ia membalasnya dengan pelukan untuk meringankan ketakutan yang Adhara rasakan. Tanpa basa-basi lagi, Erlangga menyuruh Adhara untuk mandi karena sebentar lagi mereka akan bersiap untuk pergi.

Kamar mandi di kamar Adhara itu cukup bersih sehingga ia tak takut dan merasa jijik dengan mandi di dalam sana. Sebelum Erlangga keluar, ia menaruh paper bag berisikan baju ganti Adhara lengkap. Ia memberikan gaun selutut berwarna biru langit dengan bagian pundak yang tertutup dengan lengan sepertiga saja dan juga alas kaki berwarna putih. Erlangga menaruh itu di ranjang Adhara kemudian berlalu pergi.

"Entah perasaan aneh apakah ini, tapi aku berharap agar kamu baik-baik sja Dhara" batin Erlangga di balik pintu.

flash back off ....

"Dimana putriku?" Brian bertanya langsung pada intinya.

"Ada, dia ada disini tapi sebentar lagi dia akan ku keluarkan. Ngomong-ngomong dimana istrimu yang cantik itu? Kau jahat sekali hingga kau tak mengundangku di acara pernikahanmu" Haldir berbasa-basi untuk memancing kesabaran Brian.

"Kau tak perlu tahu dimana dia!" kini Brian naik pitam hingga suaranya terdengar dari mobilnya yang cukup jauh dari jangkauannya.

"Hehem kalau begitu"

Klak...

Haldir menjentikkan jarinya yang mengisyaratkan agar Adhara di bawa keluar. Seketika itu juga Adhara keluar dari mobil putih dengan keadaan baik-baik saja. Ia di dampingi oleh Erlangga yang menggenggam erat tangan Adhara.

"Kamu!" Alderic terkejut saat mengetahui bahwa Erlangga termasuk dalam situasi seperti ini.

Namun belum sempat ia beranjak dari tempatnya, Brian menghentikan aksi anaknya itu. Ia tak ingin rencana yang telah ia susun berakhir dengan sia-sia.

"Sabar nak jangan terburu-buru. Kau bisa saja melukai adikmu" bisik Brian di sela-sela ia memeluk anaknya.

Tak berselang lama, rombongan dari keluarga Jonathan datang disana dengan mobil hitamnya. Jonathan dan Reagen berlari ke arah Brian dan Alderic. Mereka berlari cepat seakan-akan mereka merasakan ada hal buruk yang akan terjadi. Sedangkan Freya dan Elmeira beranjak ke mobil Brian yang saat itu di bukakan kunci mobilnya oleh Layla di dalam sana.

Saat Freya dan Elmeira masuk, Freya langsung memeluk Layla yang saat ini sedang ketakutan. Tak lupa Freya juga mengunci pintu mobilnya untuk menghindari hal yang tak ia inginkan.

Alstroemeria [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang