🦩🦩🦩
Mari menyimak kebodohan Taehyung.
"Selamat pagi pak" sapa Taehyung sambil menatap meja dipenuhi dokumen yang sangat menumpuk.
"Ada yang bisa saya bantu?"
Deg
Mampus saja ini mah, kalimat awalnya saja sudah terdengar aneh. Padahal kan dia yang manggil tadi.
"Ha" astaga makin bertambah aja masalahmu Taehyung. Dia memukul mulutnya pelan, bisa-bisanya dia jawab ha hu ha hu. Taehyung semakin deg-degan saat boss nya menekan pause di laptopnya, dia sedang nonton sepertinya.
"Ma-maksud saya, bu-bukannya"
"Tarik nafas coba. Omong yang jelas"
Kenapa suaranya lembut sekali seperti kain sutra. Ah bukan waktunya memuji. Taehyung menarik nafasnya pelan, menelan ludahnya dengan susah payah karena habisnya stok ludah dalam mulutnya karena sejak tadi dia menelan ludah saat boss mulai bertanya.
"Tadi bukannya pak boss manggil sa ya?" kalimatnya membuat pemuda yang dipanggil pak Jeon menautkan kedua alisnya.
"Kapan? Jangan membuang-buang waktu saya"
Ayolah, kenapa dia makin sexy bahkan saat jutekin Taehyung seperti ini. Baru beberapa detik lalu dia berkata lembut kayak bokong Taehyung, kenapa kembali jutek coba? Ya gak masalah sih, hanya saja...
'jaddy u look so sexy'
"Tadi pak Jeon gini-gini" sambil mempraktekan apa yang dilihatnya tadi.
Tenang aja dia masih normal kok begitupun dengan penglihatannya. Dia tidak mungkin salah lihat tadi.
"Sini" Pak Jeon memintanya mendekat dengan cara yang sama yang dia lihat dari mejanya tadi. "Lihat ini" menunjukkan layar laptopnya ke Taehyung.
Taehyung hampir tersedak saking habisnya ludah dimulutnya namun dia berusaha nelan.
Satu sosok yang begitu dikenalnya, sedang mengayunkan tangan kesan kemari, sesekali menyentuh hidungnya dengan jempolnya kemudian menantang musuh dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pak Jeon tadi.
Bruce Lee
Pak Jeon bukan memanggilnya, dia sedang meniru gerakan tokoh yang suka pake baju kuning ketat itu. Lagian kenapa juga matanya pas banget tadi seakan dia memang dipanggil.
"Maaf pak. Pe-permisi" dia menunduk meminta maaf, gila saja rasanya dia. Jadi gini rasanya jika ditatap dengan wajah kaku macam tembok? Nadanya pun sangat ketus. Langkahnya dihentikan dengan suara datar pak Jeon.
"Ini yang pertama dan terakhir" Taehyung mengangguk kaku ditempat. Rasanya tempat duduknya dan ruangan pak Jeon berkilo-kilo meter jaraknya. Kenapa dia tidak sampe juga? Hingga satu tangan menariknya, mendorongnya pelan agar segera duduk.
Dia mirip zombie kelaparan sejak keluar dari ruangan itu, sangat lemas hingga langkahnya tadi begitu lambat.
"Lucu"
Memuji makhluk yang bisa-bisanya tertipu dengan begitu mudahnya.
Jungkook alias pak Jeon sengaja mengerjai bawahannya itu yang akhir-akhir ini sering ketahuan menatap ke arahnya diam-diam dan Jungkook tentu hanya berpura-pura tidak tahu. Padahal hari pertama dia kerja dia terlihat begitu membencinya.
Tapi apa dia keterlaluan tadi?
Jeongguk memang sedang menguji bawahannya itu. Setiap hari selalu saja menatap ke arahnya, jangan dipikir dia tidak melihat. Dan kebetulan dia sedang menikmati adegan Bruce Lee, dimana dia menggerakkan dua jarinya menantang musuh, dan muncullah ide untuk mengerjai bawahannya itu.
Jennie, menyaksikan semuanya dibalik layar laptop. Hanya saja tadi dia berpura-pura mengerjakan sesuatu dengan serius.
'Caper'
"Taemin, syaratnya apa ya kalau minta pindah divisi?"
Taemin yang tidak mengerti apapun menatap curiga pada Taehyung, ah sepertinya dia melakukan hal bodo pada bossnya.
"Ngapain lagi tadi? Kan udah dibilang kalau suka jangan kelihatan banget"
Brak
"Laporan sampah macam apa ini? Kamu pikir pak boss akan menerimanya? Kerjakan ulang dari awal, malam ini saya tunggu email kamu"
Jennie pergi begitu saja meninggalkan Taehyung yang memungut kertas sampah yang Jennie maksud. Dia hanya seorang sekretaris, bukankah seharusnya yang menentukan sampah atau tidaknya laporan adalah bossnya, tapi bisa saja boss melimpahkan tugas itu pada Jennie, jadi Taehyung hanya bisa menurut.
Jam pulang kantor adalah jam lima sore. Saatnya Taehyung menggarap laporan bulanannya dari awal lagi. Entah kenapa Jennie selalu menunjukkan akhir-akhir ini. Tapi tidak apa, dia juga mau belajar.
"Ayo semangat"
Taehyung menyemangati dirinya sendiri, dia bahkan sebelumnya meminta bunda agar tidak mengganggunya dulu. Memutar lagu BTS adalah salah satu pilihan terbaiknya, katanya agar semakin bersemangat.
Jarinya Bergerak cepat diatas keyboard laptopnya. Sesekali menekan backspace saat ada beberapa kata yang salah. Padahal baru mulai sudah ada aja yang salah. Tidak apa, itu tidak mematahkan semangatnya.
Dia satu-satunya yang lembur, Taemin tidak bisa menemaninya karena diapun masih ada kerjaan yang harus dia selesaikan dirumah. Taehyung bisa saja mengerjakannya dikosan juga, tapi mengingat kosannya sedikit rame, dia tidak yakin bisa menyelesaikannya.
Drrrrt drrrrt
Getaran ponselnya begitu jelas terasa diatas mejanya, dan dia mengabaikannya. Dia butuh konsentrasi, padahal sudah dia pesan pada bunda untuk tidak mengganggunya dulu.
Drrrrt drrrrt
Tanpa melihat layar dia membalikkan ponselnya, masih mengabaikan si penganggu disaat dia kerja begini, ah bunda kenapa sih gak ngerti banget.
Pada akhirnya dia menempelkan benda pipih itu disalah satu telinganya, nah kan giliran diangkat tidak ada yang bersuara.
"Kan udah Tata bilang lagi lembur bagai kuda, telponnya bisa agak malem kan bunda cantik pengganggu hidupku"
Selanjutnya dia meletakkan hp di meja dan memencet loudspeaker, agar jarinya bisa dia gunakan untuk mengetik, karena mengetik satu tangan agak lama.
"Hallo there" sapanya lagi "Nah kan giliran diangkat aja gak ngomong, nyebelin ih" lanjutnya lagi.
Lampu ruangan pak boss masih terbuka, artinya dia belum pulang, atau malah Jennie yang ada didalam sana? Ah tidak peduli.
"Strawberry or__"
"Strawberry"
Jawabnya cepat, karena tidak ada pilihan lebih baik dari itu. Dia begitu mencintai buah itu segenap jiwa dan raganya.
Eh tapi ngomong-ngomong siapa yang menelpon, mana pernah bunda menawarnya begituan, dan suaranya kayak laki-laki.
Dia mengetuk ponselnya dua kali, dan
"Namjoon hyung, ih maafin, kirain bunda yang nelpon"
"Hm, jadi adik hyung lagi lembur bagai kuda nih?"
"Iya nih, untung bossnya ganteng"
Namjoon diseberang terkekeh. Anak ini benar-benar gak dia wa, di telpon selalu blak-blakan memuji adiknya. Dia juga sering curhat akhir-akhir ini, padahal saat awal dulu dia ingat betul bagaimana dia mengatai adiknya dengan gamblang.
"Hubungannya apa? Dasar kamu. Ya udah strawberry milkshake, pancake will be there soon"
"Yeay"
Taehyung akan menerima apapun yang Namjoon berikan untuknya, entahlah kakak si boss begitu menyayanginya, jika saja boss memperlakukannya seperti itu juga, makan manusia seperti Jennie ada didaftar teratas untuk diusir dari sini.
•jassint•
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Jaddy [Short Story]
FanfictionDia berbisik "Dengar-dengar katanya sajangnim sedikit galak" "Sssst, pelankan suaramu, bagaimana kalau ada yang dengar" Sigadis refleks menutup mulutnya. "Tapi apa itu benar?" Tanyanya lagi. "Kau akan tahu dengan sendirinya nanti".
![Hot Jaddy [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/236623254-64-k872594.jpg)