🦩🦩🦩
Tuk tak tuk tak
Suara heels wanita begitu menggema. Seorang wanita cantik dengan pakaian yang begitu rapih, tubuhnya bak seorang model.
"Kim Taehyung" merasa namanya dipanggil Taehyung itu membungkukkan badannya memberi hormat.
"Setelah makan siang, keruangan boss" perintah wanita itu. Suaranya terdengar datar.
Si gadis hanya mengangguk.
"Dia sekretaris boss. Namanya Jennie" Taemin tau pemuda disampingnya begitu penasaran.
"Aku tidak bertanya"
"Tapi kau terlihat begitu penasaran" Taemin tersenyum.
Jam makan siang, seluruh karyawan berjalan ke kantin untuk mengisi energi. Taemin dan pemuda Kim memilih makan siang di ruangan.
"Taemin-ah, kira-kira apa yang boss mau sampaikan"
"Nanti juga kau tahu sendiri. Persiapkan dirimu wahai anak muda"
"Hyaaaa, kenapa kau malah menakut-nakuti ku" Taemin terkekeh.
"Hahaha, tenang dia tidak akan memakan mu mentah-mentah, paling dimasak dulu biar dagingnya empuk". Taemin semakin menjahili teman barunya.
Setelah 1 jam beristirahat, beberapa karyawan kembali ke ruangan mereka dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara pemuda Kim terlihat sedikit gugup. Dia menatap pantulan dirinya di cermin toilet.
Huuuf, menarik nafas panjang. Kenapa dia terlihat begitu deg-degan? Seperti akan menghadapi maut.
"Tarik nafas buang. Tenanglah Tae" mengelus dadanya. "Kau menghadapi bossmu, bukan setan"
Tok tok tok
Sang sekretaris membuka pintunya.
Kenapa wajahnya selalu datar?
"Kau, duduklah sebentar boss sedang rapat" Lagi-lagi si pemuda Kim mengangguk.
Terhitung, 20 menit sudah dia duduk di sofa empuk itu, selama itu pula dia maupun sekretaris itu tidak saling bicara.
'kemana si boss? Orang-orang bilang dia on time, tapi apa ini? Apa karena aku karyawan baru makanya dia berbuat sesukanya?' Pemuda Kim bermain dengan pikirannya sendiri.
Jennie berdiri mendekatinya.
"Boss ada urusan yang jauh lebih penting. Kau keluarlah, nanti ku kabari lagi"
Tidak bisa dipercaya. Setelah 20 menit menunggu dengan mudahnya dia bilang ada urusan yang lebih penting?
Wah
Taehyung keluar dari ruangan tanpa bicara.
"Gimana?" Tanya Taemin singkat.
"Dasar orang tua, dia bahkan tidak ada di ruangannya"
"Siapa yang kau sebut tua?"
"Tentu bossmu itu, yang kau bangga-banggakan. Katanya on time? Mana buktinya, ck".
Sosok boss yang di pikirannya adalah tua perut buncit kepala sedikit botak, mungkin. Taemin mencoba menahan ketawanya. Apa segitu tuanya si boss dipikirannya.
"Hentikan pikiranmu itu, kau bahkan belum melihatnya"
"Jeon, berhentilah ngambek. Kau seperti sedang datang bulan saja" pemuda yang dipanggil Jeon tidak merespon.
"Baiklah, Hyung minta maaf. Sebagai gantinya mintalah apa saja hyung akan mengabulkannya" wajah pemuda Jeon berbinar.
"Bener?" tanyanya dengan mata binar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Jaddy [Short Story]
FanfictionDia berbisik "Dengar-dengar katanya sajangnim sedikit galak" "Sssst, pelankan suaramu, bagaimana kalau ada yang dengar" Sigadis refleks menutup mulutnya. "Tapi apa itu benar?" Tanyanya lagi. "Kau akan tahu dengan sendirinya nanti".
![Hot Jaddy [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/236623254-64-k872594.jpg)