🦩🦩🦩
Warning: Harsh Words
Taehyung memasuki kantor dengan semangat. Semalam dia kembali membaca isi kontaknya. Ah menyebalkan, darimana dia dapatkan uang untuk membayar denda karena masa kontraknya masih lama.
"Selamat pagi"
Sapanya ceria. Beberapa karyawan yang menyukainya tersenyum hangat melihatnya.
"Pagi Tata"
Taehyung senang, ternyata masih ada yang menyukainya, kecuali Jennie. Lihatlah tatapannya seakan menelanjangi Taehyung. Dan Taehyung pura-pura tidak melihatnya.
"Kamu emang gak punya malu ya, maen masuk kantor seenaknya aja. Kamu kira ini kantor bapakmu apa?"
Astaga masih pagi loh. Taehyung mencoba sabar mendengarkan Jennie ngoceh sambil membersihkan meja kerjanya yang sudah beberapa hari tidak dia tempati.
Jennie mendekati Taehyung, menumpukan kedua tangannya diatas meja Taehyung "Kamu pikir dengan kamu ngerayu pak Jeongguk akan luluh? Jangan bermimpi, dasar pelacur"
Jennie punya alasan mengatai Taehyung begitu. Karena beberapa kali dia mendapati Taehyung sengaja menggoda pak Jeongguk bahkan terang-terangan bermain mata dari balik mejanya.
Taehyung masih bersabar, dia belum ada niatan melawan, karena tidaklah penting membuang energi dipagi hari yang indah ini.
"Oh aku tau, jangan-jangan kamu memang dilahirkan dari seorang pelacur, haha. Wajar sih anaknya menjijikkan begini"
Brak
Seisi ruangan menoleh pada Taehyung yang pada akhirnya memukul meja karena batas kesabarannya sudah habis.
Tidak ada seorangpun yang pernah melakukan itu pada Jennie karena mereka masih ingin bekerja dengan tenang. Tapi hari ini mereka menyukai bagaimana Taehyung melawannya, walau sebenarnya mereka tahu taruhannya adalah pekerjaan Taehyung.
Mereka tidak tau sama sekali apa yang Taehyung dan Jennie bahas sehingga Taehyung bisa semarah itu.
"Ibu bisa menyebut saya hal menjijikkan itu. Tapi jangan ibu saya"
Jennie malah semakin terbahak dengan jawaban Taehyung.
"Kenapa? Apa tebakan saya benar ibu kamu melacur sana sini untuk menyambung hidup sama seperti kamu?"
Taehyung tahu itu tidak benar. Dia seharusnya tidak kemakan omongan Jennie karena tuduhan akan ibunya yang bekerja sebagai pelacur sudah sejak lama dia dengar.
'Haha anak pelacur'
'Hahah kasihan tidak tahu ayahnya siapa?'
'Makanya biar cepat kaya, melacur sana, kan ibu kamu juga begitu'
'Taehyung kamu cocok kok jadi pelacur, bokong kamu gede noh, hahaha'
Bahkan pernah sekali dia dilempari toy sex dari beberapa teman cowoknya. Dia juga dipaksa membuka bajunya dan ditarik kebelakang sekolah. Untungnya ada satu sahabat dekatnya yang datang menolong.
Tidak sekali dua kali dia mendapat olokan anak pelacur, bahkan setiap hari dia dapatkan itu dari teman sekolahnya dulu.
Dan karena itu pula dia pernah membenci bundanya yang tidak salah apa-apa. Dia bahkan dengan tega menanyakan bagaimana bisa sang bunda hamil tanpa menikah, apa karena melacur?
Dia ingat betul bagaimana lancangnya dia melampiaskan kemarahannya pada bunda saat duduk di bangku SMA dulu.
Bunda Kim menangis dikamarnya. Hatinya begitu sakit mendengar pernyataan menyakitkan dari anak tunggalnya yang memang betul tanpa ayah. PP
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Jaddy [Short Story]
FanfictionDia berbisik "Dengar-dengar katanya sajangnim sedikit galak" "Sssst, pelankan suaramu, bagaimana kalau ada yang dengar" Sigadis refleks menutup mulutnya. "Tapi apa itu benar?" Tanyanya lagi. "Kau akan tahu dengan sendirinya nanti".
![Hot Jaddy [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/236623254-64-k872594.jpg)