🦩🦩🦩
Namjoon tidak bencanda dengan ucapannya mau bertemu pemuda yang diceritakan adiknya kemarin. Disinilah dia sekarang. Di kantor bungsu Jeon.
Semua karyawan membungkuk hormat. Mereka tentu mengenal kedua sosok pemuda ganteng yang baru memasuki lobby dengan jas lengkap. Terlihat begitu berwibawa.
Memasuki lift khusus mereka.
Lagi-lagi pintu lift tertahan.
Pemuda yang sama lagi.
"Maaf boleh saya ikut? Saya buru-buru"
Melihat raut wajah kesal adiknya, Namjoon tersenyum.
Ini rupanya pemuda itu.
'lucu'
Itulah yang pertama dipikirannya.
"Apa kau pegawai baru disini? Aku baru melihatmu"
"Sa-saya?" menunjuk wajahnya memastikan. Namjoon mengangguk.
"Iya saya baru dua hari"membungkuk hormat. Dia merasa orang yang menyapanya orang berpengaruh di perusahaan ini walau dia tidak kenal.
Sementara orang disampingnya itu... Ah lupakan tidak penting pastinya.
Pemuda Jeon, tangannya dikepal erat.
'kenapa dengan hyung dia begitu sopan?'
Ayolah Jeon itu wajar. Kau bahkan belum mengenalkan diri pada bawahanmu itu.
Benar juga.
Eh tunggu.
Kenapa harus dia yang berkenalan. Harusnya semua karyawan baru sudah mengenalnya bukan?
Siapa orang yang sudah berani terima karyawan yang tidak memiliki sopan santun begini? Bersiaplah terima SP.
"Maaf jika saya belum mengenal anda"
Namjoon melirik adiknya. Dari segi mana adiknya menganggap pemuda ini tidak sopan?
"It's ok. Saya mau bertemu bossmu. Apa kau mau mengantarku kesana?"
Mendengar itu sanyuman si pemuda sedikit luntur.
"Maaf tu__"
"Namjoon. Namaku Namjoon, jangan panggil tuan"
"Baiklah Namjoon hyung? Apa aku boleh memanggilmu begitu hyung?". Namjoon mengangguk.
'menggemaskan'
"Tapi maaf hyung, aku tidak bisa mengantarmu. Aku belum siap bertemu bossku itu. Aku masih marah padanya"
Pemuda Jeon melotot. Siapa pemuda itu berani marah padanya? Namjoon tersenyum makin puas melihat kekesalan adiknya.
"Tapi hyung memaksa, siapa namamu?"
"Baiklah. Taehyung, Kim Taehyung"
Ting
Pintu lift terbuka
"Namjoon hyung tunggulah sebentar, aku mau ke toilet dulu" pemuda yang dipanggil hanya tersenyum.
"Hahahaha" dia tertawa keras selepas pemuda itu ke toilet. Berbeda dengan sang adik yang masih mengepal tangannya kesal.
"Selamat pagi boss" sapa beberapa karyawan termasuk sekretaris Jeon.
"Pagi" jawab keduanya serempak.
"Hyung, ayo" ajak sang adik. Namjoon menolak. Dia masih menunggu pemuda lucu itu.
"Seriously?" Menatap hyungnya tidak percaya. Kemudian meninggalkan kakaknya diikuti Jennie yang setia mengekor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Jaddy [Short Story]
FanfictionDia berbisik "Dengar-dengar katanya sajangnim sedikit galak" "Sssst, pelankan suaramu, bagaimana kalau ada yang dengar" Sigadis refleks menutup mulutnya. "Tapi apa itu benar?" Tanyanya lagi. "Kau akan tahu dengan sendirinya nanti".
![Hot Jaddy [Short Story]](https://img.wattpad.com/cover/236623254-64-k872594.jpg)