Selamat tidur sayang

7K 580 128
                                        

🦩🦩🦩




















Jeongguk sibuk meninju tembok kamar mandi. Air terus mengalir membasahi tubuhnya. Kepalan tangannya begitu kuat sehingga buku-buku jarinya memutih.

Kesal

Yah dia kesal, sangat kesal. Dia mengabaikan kakak dan daddy-nya saat menyapanya tadi diruang tamu. Sikecilnya sudah tidur jam segini.

"Park Jimin!"

Mengagumkan nama itu dalam amarahnya. Rahangnya mengeras menahan emosi yang memuncak. Dia tidak tahu kenapa dia sekesal itu saat Taehyung lebih memilih naik motor pulang bersama Jimin.

Melihat bagaimana Jimin menarik kedua tangan Taehyung dan  melingkarkannya di pinggang sialannya membuat Jeongguk kesal. Apalagi saat si pendek sialan itu dengan sengaja menge-rem sehingga Taehyung total menyender dipunggungnya.

Jeongguk sudah meniatkan diri untuk mengantar Taehyung pulang. Namun saat dia membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Taehyung masuk saat itu juga motor Jimin berhenti dekat mereka.

Pria itu langsung menarik tangan Taehyung dan menyuruhnya naik saat itu juga.

"Maaf, biar saya yang mengantarnya pulang. Kesayangan saya lelah, dia butuh istirahat segera, takutnya kalau naik mobil macet"

Jeongguk menyadari bagaimana pria kecil itu menekankan kata kesayangan dikalimatnya. Dan sialnya Taehyung hanya nurut dan naik ke motor Jimin.

Seharusnya dia tidak kesal, tapi entahlah dia tidak terima Taehyung-nya dekat dengan orang lain.

Dia bahkan mengikuti Taehyung dan Jimin diam-diam, memastikan bahwa keduanya memang akan pulang kekosan Taehyung. Untungnya pria kecil itu mengantar Taehyung hingga kosannya sehingga Jeongguk bisa pulang kerumah walau dalam keadaan penuh amarah.

Jeongguk pikir kalau dibawa mandi rasa kesalnya akan hilang. Nyatanya itu salah besar. Baru saja dia keluar dari kamar mandi bayangan senyum kotak Taehyung yang ditujukan untuk Jimin kembali terlintas dibenaknya.

Ada apa dengan?

Dia mengambil hpnya menelpon seseorang, siapa lagi kalau bukan Taehyung. Entahlah apa yang dia pikirkan dengan menelpon bawahannya itu.

Hampir saja hp mahalnya terjatuh ke lantai saat mendengar suara 'Halo' dari sebrang sana. Tangannya gemetar, wajahnya terasa panas padahal dia baru saja selesai mandi, bahkan rambutnya masih nampak basah.

Memegang wajahnya sejenak, emang beneran panas. Dia bingung sendiri dia harus balas apa setelah telponnya Taehyung angkat.

"Ekhem" Berdehem sejenak sambil mengatur nafasnya yang tak karuan.

"Gimana laporan kamu?"

Bagus, dia menemukan pembahasan yang cocok.

Jeongguk bisa mendengar helaan nafas Taehyung, setelahnya terkekeh pelan. Apa Jimin masih dikosannya? Dengan siapa dia tertawa?

Menyebalkan

"Kan tadi sudah saya kasih ke bapak"

Bapak?

What?

Not jaddy anymore?

Or boss crush?

Jeongguk mondar-mandir dikamarnya. Dia salah topik, Seharusnya dia tidak lupa kalau Taehyung sudah menyerahkan laporannya sebelum pulang tadi. Dan apa-apaan panggil 'bapak' tadi?

"Maksud saya, laporannya tidak bagus, eh maksudnya harus direvisi. Besok saya tunggu dikantor"

"Besok Sabtu kalau bapak lupa. Maaf saya tidak bisa, saya sudah janji dengan seseorang"

Hot Jaddy [Short Story]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang