Karyawan Miskin

5.9K 570 66
                                        

🦩🦩🦩


















Taehyung melambaikan tangannya kearah Namjoon yang baru saja berlalu dari kosannya. Hari ini keduanya menghabiskan waktu dalam mobil dengan mengelilingi kota Seoul sesuai keinginan Taehyung. Setidaknya dengan begitu dia melupakan kekesalannya sejenak.

"Eh Tae, baru pulang yah?"

Tidak bermaksud mengacuhkan tetangga kamarnya alias Bogum yang tidak bosan tersenyum menyapa hanya saja dia capek dan ingin istirahat.

Membuka kamarnya buru-buru dan melempar badannya kekasur. Menarik nafas lega akhirnya dia bisa beristirahat setelah seharian duduk dalam mobil.

Saat membuka hp dia tersenyum getir melihat senyum indah Ha-neul yang dia jadikan sebagai wallpaper. Masih tersisa rasa sakit disana, dihatinya. Masih kesal dengan Jeon Jeongguk.

Tapi disisi lain otak kecilnya tidak bisa melupakan mole kecil di bawah bibir pak Jeongguk. Dia ingin menyentuhnya dengan bibirnya.

Dihari esok dia tidak bisa melihat mole lucu itu, karena dia sudah mengatakan akan mengurus surat pengunduran dirinya.

"Jangan kayak daddy ya sayang, dia menyebalkan"

Mengajak bicara foto Ha-neul, lalu tersenyum ceria saat secuil bayangan sikecil yang menggunakan bajunya semalam. Taehyung beranjak ke arah pintu, disana ada satu baju bekas Ha-neul.

Dia mencium aroma bajunya, lalu memeluknya. Masih tersisa aroma tubuh sikecil disitu. Ahh habis mandi nanti dia pakai baju itu saja.

15 menit setelahnya Taehyung kembali dari kamar mandi, dan yah dia menggunakan baju yang Ha-neul gunakan sebelumnya.

Dia menatap keseluruhan kamarnya, rasanya dia dan Ha-neul sudah lama berbagi kamar. "Papa miss you"

Saat Taehyung berniat memejamkan matanya, hpnya bunyi diatas meja. Sedikit malas beranjak dari kasurnya tapi hpnya tidak berhenti berbunyi.

"Bunda nih pasti"

Nyatanya dia salah, dilayar hpnya ada satu nomor baru yang tentunya dia tidak bisa menebak itu siapa. Cukup lama dia berpikir antara mengacuhkan atau meladeninya. Hinga....

"Papaaaa hueeeew"

Air mata Taehyung tanpa menunggu lama turun begitu saja saat melihat si kecilnya masih berlinang air mata. Apa dia belum berhenti menangis sejak tadi?

Taehyung ingin berada disana, memeluk sikecil, mengusap punggung kecilnya, menghapus air matanya, membisikkan kata-kata yang untuk si kecil agar berhenti menangis.

Lihatlah mata kecilnya membengkak, suaranya sedikit serak. Oh Tuhan Taehyung ingin sekali memeluknya.

"Hei sayangnya papa, jangan menangis ya anak pintar"

Tanpa sadar tangannya mengusap layar hp bermaksud menghapus air mata si kecilnya.

Hei yang disebrang sana bukanlah anak atau adiknya, keduanya bahkan baru bertemu kemarin. Tapi kenapa rasanya begitu dekat hingga Taehyung bisa merasakan bagaimana sakitnya sikecil yang sesegukan disebrang sana, memintanya untuk tidur bersama lagi, makan bersama lagi.

"Papaa hiks mau peyuk, Anyu papa peyuk"

Lihatlah tangan kecil itu terbentang jelas dilayar hp Taehyung. Hidung mungilnya mengeluarkan cairan bening saking lamanya dia menangis. Dada kecilnya naik turun dengan cepat, sungguh Taehyung tidak tega melihatnya.

Dia mematikan hpnya dengan cepat. Kemudian menangis kejar sendirian dalam kamar, membenamkan wajahnya kebantal untuk meredamkan suaranya.

Dia meringkuk dikasur kecilnya, menghirup aroma bajunya yang sesekali tercium bau bayi yaitu bau Ha-neul. Ah kenapa dia seperti ini, dadanya sesak, ingin sekali memeluk Ha-neul semalaman seperti yang dia lakukan semalam.

Mungkin dibawa tidur semuanya akan kembali seperti semula dalam keadaan baik-baik saja.

***

Hari pertama kembali menganggur harus dinikmatin bukan? Yap itulah yang Taehyung lakukan saat ini. Jam dinding kini sudah diangka sepuluh. Cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah jendela, namun tidak membuat Taehyung terganggu sedikitpun didalam selimutnya.

Bahkan deringan telpon yang sejak tadi berbunyi tidak dia pedulikan. Dia sudah bangun kok sejak tadi, hanya saja suasana meringkuk dalam selimut paling enak untuk saat ini.

Hingga satu ketukan pintu ah bukan ketukan tapi garukan ah entahlah dia pun bingung bagaimana mengkategorikan suara yang didengarnya yang membuatnya kesal dan terpaksa menyingkirkan selimut tebalnya.

"Kucing siapa sih, ganggu amat"

Dia berjalan menuju pintu kamarnya masih dalam keadaan mengantuk, bahkan matanya belum sepenuhnya terbuka, padahal matahari sudah meninggi diluar sana.

Dia membuka pintu dan tidak menemukan siapapun disana, ah dasar kucing sialan, ganggu tidurnya saja. Dia kembali mengunci pintun dan tentu saja kembali meringkuk dengan damai dalam selimutnya.

"Demi Tuhan siapa sih iseng amat"

Kesal, tentu saja. Karena terpaksa dia kembali bangun. Dalam hatinya dia bersumpah akan membuang benda apapun yang menganggu didepan pintu kamarnya.

Kini matanya terbuka sempurna, dia membuka pintu kamarnya dengan kasar, dan lagi-lagi tidak menemukan siapapun didepan kamarnya. Dia menunduk saat ada sesuatu yang lolos lewat masuk ke kamarnya melalui sela kedua kaki jenjangnya.

Dan saat dia berbalik air matanya lolos begitu saja saat menemukan sikecil Ha-neul sedang merentangkan tangan kecilnya meminta peluk.

"Papa, Anyu Miss you"

Detik itu juga Taehyung berlari menghampiri si kecil. Keduanya berpelukan erat. Ah akhirnya rasa rindu yang memuncak dirongga dada selama semalam penuh kini sudah terobati.

Rasanya begitu lega, apalagi untuk seorang Kim Taehyung. Dia pun bingung dengan dirinya sendiri, bagaimana mungkin seorang anak kecil bisa membuatnya sesayang itu seakan terhipnotis.

"Papa miss you too"

Kecupan demi kecupan Taehyung layangkan untuk Ha-neul, begitupun sebaliknya. Dia terlalu fokus dengan eiphoria-nya sehingga tidak menyadari seseorang kini sudah duduk disofanya, dia tadinya menunggu untuk dipersilahkan masuk, namun setelah menyadari kondisi akhirnya dia memilih masuk. Karena dua makhluk didepannya kini sibuk mengecup satu sama lain.

"Punya karyawan miskin kok gini amat"

Ujarnya saat menemukan sofa yang kini didudukinya terlihat sudah usang dan sedikit sobek diujungnya. Dia bahkan membawa masuk sepatunya, padahal didepan sana tepatnya diatas rak sepatu Taehyung bertuliskan 'KAMI TIDAK PERLU DIBAWA MASUK'

Namun setelah melihat kondisi kosan Taehyung yang dibawa standar ini, mengurungkan niatnya untuk membuka sepatu.





















•jassint•

Hot Jaddy [Short Story]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang