Haiiii balik lagi bareng Ryntimtam disiniii, oh ya. Ntar jangan lupa ikut pre-ordernya Mendadak Bayik ya, masih ingat sama Celo babi dan Qeiza gak?.
Dan jangan lupa untuk vote, komen, suscribe-ceileh udah kayak youtube aja dah. Jangan lupa follow akun Ryn, Ryn tau nih siapa yang belum follow💃.
Enjoy the reading🍃
.
.
.
.
Author Pov🍃
PRANG!!
Adit memejamkan matanya erat saat pecahan piring terdengar sangat nyaring, dengan takut dia membuka matanya dan menatap kearah pelaku pelemparan piring.
Disana, istrinya, gadis kesayangannya tengah mengatur napas memburu akibat emosinya. Wajahnya merah padam, darah menetes dari sela jari Anya akibat pecahan piring.
Tangan Adit gemetar "A..-nya." cicitnya takut.
Anya menatapnya penuh amarah.
"Kenapa kamu berubah sih Dit, aku jadi jahat karena harus ngomong gini. Kamu brengsek setelah sehat, aku nyesel pernah semangatin kamu buat sembuh. Tapi yang aku terima dari kerja keras aku nyembuhin aku itu NOL! Gak ada sama sekali Adit!!" marah Anya.
Dia mengusak kasar rambut indahnya dan kembali menatap Adit yang hanya berdiri gemetaran karena takut.
"A-nya..a-ku..bi-sa..je-la-sin." lirih Adit memohon, air mata sudah menggenang dipelupuk matanya. Liur yang sudah dinyatakan hilang dan terkontrol kini kembali keluar.
Adit tak bisa menahan sesak, kepalanya pusing dan liur keluar semakin banyak. Anya sendiri hanya mendengus dingin.
"Udah berapa bulan Dit?" tanya nya dingi.
Adit diam saja, dia masih ketakutan saat ini. Kakinya terasa lemas tak bisa digerakan. Ini seperti seolah Adit akan kembali lumpuh.
Anya menggeram. "UDA BERAPA BULAN ADIT!?" jeritnya emosi disertai air mata yang jatuh dari kedua matanya. Anya gabisa diginiin, sakit sekali hatinya.
Adit memejamkan kembali matanya, bibirnya bergetar kemudian berkata "Du-a...hiks..bu-lan.." isaknya.
Anya terpekur, hatinya serasa diremat sampai hancur menjadi bubur. "Ha..hahaha, bagus. Selama itu dan aku baru tau sekarang, hebat sekali." desisnya geram.
Adit menggeleng ribut, dia berjalan mendekati Anya dan menahan tangannya, tapi Anya menghempaskan tangan Adit sampai siempunya jatuh kelantai.
"Hiks..A-nya..hiks..de-ngerin..a-ku..du-lu.." mohonnya.
Anya menggeleng singkat "Aku mau cerai. Aku lebih mencintai Adit yang cacat daripada Adit yang sehat." Adit membeku.
Dia tak bisa berbuat apapun karena kakinya mati rasa, sama seperti dulu saat dia lumpuh. "A-nya..hiks..A-NYA!!..hiks..A-NYA..JA-NGAN..TING-GA-LIN..hiks..A-KU!!..HUAAAAAAAAAAAAA A-NYA KU-MOHON..hiks.." Adit berusaha mengejar.
Dia menyeret kedua kakinya dan mengesot menuju pintu keluar, dimana Anya sudah berlalu pergi menggunakan mobil miliknya.
Meninggalkan Adit yang menangis histeris sendirian disana.
"hiks..A-NYAAAAAA!!"
klik!
"ADIT BANGUN!!"
Adit membuka matanya segera, napasnya terengah-engah dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya.
Dia melirik Anya yang menatapnya khawatir "Kamu mimpi buruk?" tanya Anya pelan, dia membantu Adit duduk dan bersandar dikepala ranjang.
Meraih tisu guna menyeka air mata dan keringat diwajah Adit. Adit masih diam, Anya masih disini, masih bersamanya.
Seketika dadanya sesak, air mata menetes kembali "Heuks..Anhh-ya..heuks..HAAAAAAAA ANHH-YAAAAAA" dia menjerit histeris sembari memeluk Anya erat dengan tangan kanannya.
Anya kaget tentu saja, ada apa dengan Adit, kenapa dia menangis sehisteris ini.
Baru kali ini Adit menangis histeris dan Anya tak tau penyebabnya apa, dia hanya mampu mengelus punggung Adit dan menenangkannya.
Ada apa dengan suaminya ini.
Aku gamau sehat, aku takut apa yang aku mimpiin jadi nyata. Aku takut nyakitin kamu kalau aku sehat, aku gamau sehat. Biarin aja aku cacat asalkan kamu tetap disamping aku. Racau batin Adit.
Dia sangat takut dengan mimpinya tadi, serasa nyata dan sangat menyeramkan.
Adit..jadi was-was dengan dirinya sendiri, bagaimana jika yang tadi adalah gambaran masa depan setelah Adit sehat?
Apakah..akan seperti itu?
Bersambung🍃
Sedih, karena sepi. Hiks:(
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lumpuh Husband [End]
RomanceDijodohin, sangat klise sekali. Tapi dijodohin sama pria lumpuh? Dan pria itu adalah teman masa kecilnya. Udah lumpuh, manja+cengeng, apa jadinya kehidupan rumah tangganya. "Dit, ayo ganti popoknya." "Anhhya..annhya.." "Kenapa Dit?" "Anhyaa..Anhyaa"...
![My Lumpuh Husband [End]](https://img.wattpad.com/cover/267902855-64-k531840.jpg)