07🍃Anya nikah sama Adit

19.3K 1.7K 80
                                        

Hai balik lagi bareng Ryntimtam, oh ya biasanya penderita Batten Diease bisa sembuh namun kemungkinannya amat kecil.

Kemungkinan lebih besar adalah mereka lumpuh permanen atau yang lebih parah adalah meninggal dunia.

Oh dan jangan lupa vote dan komen ya🍃.

Enjoy ther reading🍃

Author Pov🍃

Hari yang ditunggu sudah tiba, ini hari pernikahan Anya dan Adit akan segera dilaksanakan. Sejujurnya pernikahan ini dirahasiakan dari ke 3 abang Anya.

Entahlah, tidak tau alasan apa yang dibuat kedua orang tua Anya agar ke 3 sauadara Anya tak curiga sama sekali.

Adit sendiri sudah dipakaikan kemeja  putih dan jas hitam khas orang yang akan melakukan akad, tak lupa handuk yang akan meresap liurnya dengan cepat disekitar lehernya.

Adit nampak bahagia, sedari tadi dia tertawa terus menerus. Dia sendiri yang akan melakukan Ijab Qobul, Adit tak mau diwalikan dalam melakukan Ijab, jadi dia berlatih keras untuk melakukannya.

Kardi menyeka sudut matanya, dia nampak bahagia melihat Adit yang tak henti-hentinya tertawa sedari tadi. "Anak Ayah akhirnya nikah, seneng gak?" tanya Kardi lembut.

Adit menatap Ayahnya dengan bola mata yang berbinar terang "Khee-hang!" jawabnya semangat. Bibir mungilnya yang terus menganga tak mengurangi kadar ketampanannya.

Kardi tak lupa memakaikan peci dikepala Adit, dan memberikan 1 kecupan sayang di pipi tirus putra tunggalnya itu.

"Ayah sayang banget sama Adit, setelah nikah sama Anya nantinya, jangan terlalu nyusahin Anya ya. Adit juga harus kuat biar bisa cepat sembuh." bisik Kardi penuh dengan rasa sayang.

Adit mengangguk pelan, tak lama tawa pelan terdengar dari sela bibirnya yang terbuka. "Shha-hang, Agh-yah.." ujar Adit bahagia.

Kardi tertawa gemas "Sayang Adit juga." balas Kardi.

Memang ya, rasa tak rela ditinggal nikah Anak tunggal itu sangat menyakitkan. Kardi sangat merasakannya, dia tak rela Adit menikah, tapi jika tak begitu Adit tak akan punya motivasi untuk sembuh.

Setidaknya jika bersama Anya, Adit punya perasaan untu sehat. Agar Anya terus bersamanya, Kardi tau Adit sangat menyukai Anya.

Terlihat dari matanya yang terus berbinar setiap kali menatap Anya. Walau semalam mereka pulang dalam keadaan mata yang sembab akibat menangis.

Tapi Adit terlihat lega, raut wajahnya menjadi lebih tenang. Dia juga jadinya sering tertawa jika bersama Anya.

Semoga ini langkah yang baik menuju kesembuhan Adit.

🍃🍃🍃🍃🍃

Saksi hanya terdiri dari Kardi, Azran dan Penghulu, beserta Jihan dan Auli. Anya sudah cantik dengan kebaya putihnya, dia duduk dikursi sebelah kursi roda Adit.

Azran memegang perlahan tangan kanan Adit yang rasanya rapuh sekali.

"Saudara Adit, saya nikahkan engkau dengan Putri saya yang bernama Anya Geraldin Binti Azran Geraldin dengan mas kawin dan seperangkat alat Sholat dibayar Tunai!"

Adit mengerjab pelan, kemudian bibirnya mulai bergerak mengucapkan sebait kalimat.

"Khha-ya..khee-hima..hii-hah..han..khaa-hin-ya..Anhh-ya..khe-hahin..hiin-hi..Akh-han..hee-khan..hash..khaa-hin..khi-ha-har..hu-hai"

"Saya terima nikah dan kawinnya Anya Geraldin binti Azran dengan mas kawin dibayar tunai."

Walau lama, akhirnya mereka bisa bernapas lega karena Adit berhasil mengucapkan ijab qobulnya. Anya sampai menangis bahagia mendengar.

"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Penghulu.

Azran, Kardi, Jihan dan Auli mengangguk senang. "Sah!" seru mereka bahagia.

"Alhamdulillah"

Anya menatap Adit yang juga menolehkan kepalanya pelan kearah Anya. Dia tersenyum sedikit tapi bagi Anya itu senyum yang sempurna.

Adit menggerakan tangannya pelan kearah Anya, dan diterima Anya dengan lembut. Anya menyalim tangan Adit sekaligus mencium punggung tangannya.

Dia berdiri, tangannya menangkup pipi Adit kemudian mencium dahinya dalam. Karena tak memungkinkan Adit yang menciumnya, jadi Anya saja yang melakukannya.

"Anya, kalian mau tinggal dimana? Ayah sama Bunda udah nyiapin rumah untuk kalian. Yang sederhana dan ada tamannya, agar sirkulasi udara untuk Adit terjaga." ujar Kardi sembari mengelus rambut Anya.

Anya diam sejenak. "Kalau gamau, kamu bisa tinggal dirumah yang Ayah dan Ibu siapkan di perkompelkan minimalis. Ada tamannya juga." imbuh Azran.

Anya melirik Adit, seakan meminta jawaban. Seolah mengerti akhirnya Adit menjawab. "Kher-hehah..Anhh-ya.." ujarnya.

Anya mendengus sebal, kemudian menjawab. "Gausah Yah. Anya udah siapin rumah untuk kami berdua tinggal. Dan tempatnya dekat sama Rumah Sakit tempat Adit terapi" jawabnya sopan.

Azran dan Kardi mengangguk, mana baiknya sajalah.

"Adit, senang gak nikah sama Anya?"

Adit tertawa pelan "Khee-hang..I-bhu.." Auli tertawa dan mengelus rambut Adit.

Mereka senang jika keduanya senang.























Bersambung🍃

YEYYYYYY ADIT NIKAAAAAAAH

My Lumpuh Husband [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang