Eh? Udah 2 tahun belum? Btw kalau Ryn ada salah selama berjalannya banyak novel Ryn. Ryn minta maaf ya semua, mohon maaf lahir dan batin✨.
Dan yahh, Ryn bakalan libur 2 hari hehehe. So ini bakalan jadi update tan terakhir hari ini, jadi jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya✨.
Enjoy the Reading🍃.
Author Pov🍃.
Buagh!
"Ampun bang! Depri ngaku salah bang!" seruan itu tak Gian perdulikan, dia masih asik memukul dan menendang tubuh Depri. Sampai suara milik Fian menghentikannya.
"Sudahlah Gian, dia bisa isdet." celetuknya malas.
Gian mengatur napasnya yang ngos-ngosan, dengan geram dia kembali menendang Depri sampai tersungkur "Babinye! Berani kau meracuni suami Anya! Bangsat!" semburnya marah.
Depri meringis pelan, kemudian mengesot menjauh. Sakit njir badannya. Gian menyugar rambut hitam lebatnya dan berjalan mendekati Fian.
"Gimana Anya? Udah sadar belum?" tanya nya. Fian menoleh sekilas kemudian mengangguk "Tapi ada sedikit masalah akibat dari racun itu."
"Hah? Apa dia?"
Fian menghela napas lesu, rumit sekali kondisi yang adiknya alami ini, Fian ragu jadinya. "Woi Fian! Ada apaan?" sentak Gian kesal.
"Gini, Anya mengalami kerusakan pada memorinya."
Gian terdiam, raut wajahnya menunjukan ketidak percayaan atas ucapan Fian barusan. Fian yang sadar itu lantas melanjutkan ucapannya.
"Itu hanya efek samping, pas dia sadar nanti mungkin dia gabakalan ingat siapa-siapa." jelas Fian lesu.
Gian menggeleng pelan "Hanya sementara kan?" tanya Gian memastikan. Fian mengangguk pelan.
"Yaudalah kalau cuma sementara, tapi kalau tadi selamanya baru aku bertindak. Enak aja Anya kesayangan mau ngelupain abang yang selalu kasih dia uang jajan."
Fian hanya menatap malas Gian yang masih mengoceh sendiri, lebih baik dia pergi kerumah sakit dan menjenguk adik kecil tersayanganya.
"Oh ya, kalau Anya lupa. Terus nasib si Adit sopo jarwo gimana?" tanya Gian kepo.
Fian mendelik, suka-suka dia aja ganti nama anak orang. "Ya mana kutau!" ketus Fian.
"Dih, Pms kau Fian?"
"Bacot!"
"Ciee yang Pms nih yee."
"Gian otak lo korlset apa gimana sih!?"
Gian tertawa pelan "Udalah, ngapain marah-marah. Santai aja mah." Fian hanya mendengus kesal, terkadang Fian tak suka pada sifat lain Gian, menyebalkan, sangat menyebalkan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Jihan berusaha menenangkan Adit yang terus menangis histeris, masalahnya sejak mereka datang kerumah sakit karena berita sadarnya Anya.
Justru itu yang membuat Adit shock setengah hidup. "Dia kenapa nangis sih Bu?" tanya Anya yang merasa terusik dengan tangisan Adit.
Aulia menepuk pelan bibir Anya "Gaboleh gitu sama suami sendiri!" tegurnya.
Anya mendelik "Sejak kapan Anya nikah sama dia!?" ketusnya tak suka.
Adit yang mendengar itu sakit hati, dia menatap Anya dengan mata sayu berurai air matanya. "Heuks..Anhh-ya..heuks..hu-pa..heuks..sa-ma..heuks..A-diiiiit huaaaaaaa" tangisnya histeris.
Anya menutup kedua telinganya "BERISK!!" jeritnya kesal. Kepalanya berdenyut hebat mendengar tangisan Adit.
Teriakan Anya membuat Adit semakin menangis histeris. "HUAAAAAAAAAAAAAA ANHH-YAAAAAAAAAAA" para orang tua bingung harus apa.
"Bu..kepala Anya sakit..suruh dia keluar bu.." lirih Anya, kepalanya makin berdenyut kuat. Azran dengan sigap memeluk tubuh mungil putrinya itu.
"Maaf ya Kardi, Jihan. Kayaknya untuk sementara sampai efek racun itu hilang. Adit jangan ketemu Anya dulu." ujarnya segan.
Jihan dan Kardi mengangguk mengerti. "Kami paham, kalau gitu kami pulang dulu ya. Semoga Anya cepat sembuh." ujar Jihan.
Aulia dan Azran mengangguk, saat Kardi hendak mendorong kursi roda Adit, pria itu malah memegang kuat besi pinggiran ranjang Anya.
"Da..heuks..Da-mauuuuu!!...heuks..A-dit..heuks..mau..heuks..S-A-MA..ANHH-YAAAAAAAAAA!!" raungnya tak terkendali.
Kardi menghela napas panjang, kemudian melepaskan cengkraman Adit dengan sedikit memaksa. Kemudian mereka keluar dari kamar inap Anya.
Teriakan dan raungan Adit masih terdengar bahkan sudah menggema dilorong rumah sakit.
Kasihan sekali..ckckckckckc.
Bersambung 2 hari setelah lebaran🍃
Mohon maaf lahir dan batin semua✨ selamat bermalam takbiran, disini udah mulai gema-gema suara takbiran.
Gak terasa puasa udah selesai, cepat banget. Tanda-tanda bumi sudah tua nih. Hehehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lumpuh Husband [End]
RomanceDijodohin, sangat klise sekali. Tapi dijodohin sama pria lumpuh? Dan pria itu adalah teman masa kecilnya. Udah lumpuh, manja+cengeng, apa jadinya kehidupan rumah tangganya. "Dit, ayo ganti popoknya." "Anhhya..annhya.." "Kenapa Dit?" "Anhyaa..Anhyaa"...
![My Lumpuh Husband [End]](https://img.wattpad.com/cover/267902855-64-k531840.jpg)