Haiii balik lagi bareng Ryntimtam disiniiii, oh ya-oh ya. Disini bakalan banyak istilah medis yang mungkin kalian gatau.
Seperti Hypersalivasi yang berarti keluarnya air liur berlebih tanpa bisa diatur.
Demensia yang berarti kepikunan.
Jangan lupa untuk tekan vote bagi yang berbaik hati, dan tinggalkan komen bagi yang berbesar hati✨.
Terima kasih🍃.
Enjoy the reading🍃
.
.
.
.
Author Pov🍃
Anya Geralin, gadis 20 tahun yang masih duduk di semester 4 Jurusan Kedokteran, Anya gadis yang tak terlalu terbuka dengan keramaian, dia penyendiri, pendiam.
Walau begitu, jika ada yang bersikap ramah padanya dia akan berlaku dengan ramah pula. Anya bersikap sebagaimana orang bersikap padanya.
Siang ini Anya bergegas pulang setelah mata kuliah terakhir nya selesai. Anya tinggal di apartemen yang letaknya dekat dengan Kampus, tapi karena hari ini kedua orang tuanya meminta Anya untuk pulang.
"Halo, bang jemput Anya sekarang."
"Anya dimana dek?"
"Anya masih di kampus. Abang cepetan jemput Anya." Anya menyugar poni panjangnya kebelakang.
Dia mengenakan kacamata ber min, kemeja biru dan celana bahan selutut berwarna putih. "Yaudah, adek tunggu abang sebentar ya. Biar rapatnya abang cancel aja. Nunggu 10 menit bisa kan?" Anya sedikit berdecak.
Dia menatap ke arah jam tangan rolex miliknya. "Yaudah, Anya tunggu di toko es krim dekat kampus Anya. Abang jangan lama-lama." ujar Anya.
"Iya sayangnya abang. Tunggu ya."
Anya mematikan sambungannya dengan Rian. Abang pertamanya yang memiliki jabatan sebagai seorang Ceo di Perusahaan Tekstil miliknya sendiri, usia Rian itu 27 tahun, tapi dia masuh single ulala.
Anya punya 3 abang, Rian, Fian, dan Gian. Mudah saja mengingatnya sebab Ibu Anya tak suka nama yang ribet.
Anya berjalan menuju Toko es krim yang tak terlalu ramai, kemudian memesan es krim untuk dirinya. Sekilas Anya teringat dengan mimpinya tadi malam.
"Kenapa aku mimpiin Adit ya. Apa dia baik-baik aja sekarang?" monolongnya pelan. Jujur Anya sangat merindukan Adit, sejak insiden Adit yang histeris dan menangis ditaman, dia tak lagi bertemu dengannya.
Kata Ibu Anya, Adit dibawa ke Luar Negeri untuk berobat. Karena saat itu Anya masih berusia 6 tahun, dia iya-iya aja. Tapi tetap saja Anya rindu dengan bocah tampan itu.
"Adit suka es krim coklat, apa sekarang dia masih suka ya?" monolognya lagi. Jujur, Adit itu adalah cinta pertamanya, sampai saat ini hanya Adit yang terus dipikirannya.
Puluhan laki-laki banyak yang menembaknya, tapi tetap saja Anya tak tertarik sama sekali.
Mungkin benar adanya, cinta pertama adalah dia yang sangat sulit dilupakan.
+Bersambung+
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lumpuh Husband [End]
RomanceDijodohin, sangat klise sekali. Tapi dijodohin sama pria lumpuh? Dan pria itu adalah teman masa kecilnya. Udah lumpuh, manja+cengeng, apa jadinya kehidupan rumah tangganya. "Dit, ayo ganti popoknya." "Anhhya..annhya.." "Kenapa Dit?" "Anhyaa..Anhyaa"...
![My Lumpuh Husband [End]](https://img.wattpad.com/cover/267902855-64-k531840.jpg)