09🍃Terapi

17.4K 1.6K 57
                                        

Haiii balik lagi bareng Ryntimtam disiniiii. Oh ya-oh ya, ini adalah kumpulan kamus bahasa milik Adit.

1.Shha-hang=Sayang.

2.Anhh-yaa=Anya.

3.Agh-ya=Ayah.

4.Khuu-ha, khaa-hu, khee-han=Suka, malu, senang.

5.shaa-hat, khee-hek, khee-hi=cacat, jelek, benci.

6.Hun-da, i-bhu, agh-bah, hin-ha=Bunda, ibu, abang, cinta.

7.khaa-han, khii-hum, ann-hi, khaa-her=makan, minum, mandi, laper.

8.khi-hur, ghin-hu, kha-han, khe-hua=tidur, rindu, jangan, keluar.

9.Ah-hi, khii-ha-hin, Khaa-khit =Mati, tinggalin, Adit.

10.Heuks, Khe-hap=Hiks, gelap.

Sekian kamus bahasa Adit.

Oh dan jangan lupa vote dan komen ya🍃.

Enjoy the reading🍃
.
.
.
.

Authur Pov🍃

Anya merapikan kembali baju yang Adit pakai, mereka sudah duduk rapi didalam mobil Calya milik Anya. Sebelum berangkat Anya kembali memeriksa sabuk pengaman Adit.

"Adit siap?" tanya Anya lembut, Adit mengangguk pelan.

Dan kemudian mobil bergerak keluar dari halaman rumah minamlis mereka.

Pepohonan rindang menjadi pemandangan yang Adit suka, jendela mobil yang sengaja dibuka lebar agar Adit bisa melihat pemandangan dan merasakan udara sejuk dari luar.

Anya meraih tangan kanan Adit, kemudian mengelusnya.

"Nanti Adit harus dengerin apa kata Dokter. Dari yang Anya dengar, kamu selalu melawan saat Terapi. Gak mau mengikuti intruksi dari Dokter." celetuk Anya.

Adit meringis pelan, kemudian tertawa pelan. "A-af.." ujar Adit pelan.

Anya mendengus pelan "Kalau mau sehat, Adit gaboleh nakal. Harus nurut, saatnya minum obat minum, saatnya terapi ya terapi, saatnya latihan jalan ya latihan." Adit menunduk sedikit.

Sedih dia diceramahi Anya, apa Anya marah padanya? "Denger gak Dit?" tanya Anya.

Adit mengangguk "Heer-hi.." lirihnya.

Bukan niat Anya untuk berlaku keras, hanya saja Adit harus diberi motivasi dan dorongan agar pria itu mau berusaha untuk sehat.

Anya mengelus pipi Adit "Maaf, aku cuma mau kamu sehat Dit. Maaf kalau aku terlalu keras." bisik Anya bersalah.

Adit melirik Anya sendu, kemudian mengangguk "Kha-ha-pa.." cicitnya.

Adit tau Anya berlaku seperti itu demi dirinya, Adit juga mulai terbuka pikirannya untuk sehat. Dia tak akan menyia-nyiakan keberadaan Anya disebelahnya.

Anya semakin bersalah, dia menepikan mobilnya dipinggir jalan. Kemudian menangkup wajah Adit, sebelumnya dia menyeka liur Adit dengan handuk super.

"Maafin Anya, Adit jangan nangis." bisik Anya.

Adit mengerjab pelab, dia nangis? Kok dia gak sadar. Benar saja air mata mengalir pelan dipipinya "Anhh-ya.." panggilnya.

"Kenapa sayang?"

"Khaa-han, khii-ha-hin..Khaa-khit.."

Anya terpaku, kemudian tersenyum lembut "Aku gak akan ninggalin Adit, gak akan pernah." ujar Anya halus.

Adit bergerak untuk mencium pipi Anya, tapi raut wajahnya menjadi muram saat melihat liurnya menempel di pipi Anya.

Perlahan tangannya meraih tisu dan hendak menyekanya. "Gak papa, biar Anya seka sendiri." tahan Anya.

Adit mengerjab pelan "A-af.." cicitnya.

Anya tertawa pelan "Gak papa sayang."

Harmonis sekali mereka.

🍃🍃🍃🍃

Anya terus menyemangati Adit yang saat ini tengah berdiri dengan alat bantu ditubuhnya. Semacam alat walker yang terpasang ditubuh dan kakinya.

Kepala Adit yang diberi penyanggah agar kepalanya tak terkulai, Adit tengah berusaha menahan kepalanya untuk tegak.

"Kaki kamu udah gak terlalu kaku, tapi kaki kamu terlalu lemas. Jadi sekarang coba berjalan satu atau dua langkah." intruksi Dokter Dion.

Adit bergumam hal yang tak jelas, peluh mengalir dipelipisnya. Dia malas sebenarnya, tapi melihat Anya yang terus berseru menyemangatinya membuat Adit semangat.

"Ayo sayaaaang. Semangaaat!" seru Anya dengan kedua tangan yang terkepal kuat.

Adit tersenyum sedikit, untung saja dia pakai handuk super, jadi liurnya tak menetes kemana-mana. "Dia cantik ya Dit." Adit menatap Dion yang baru saja berceletuk.

Adit mengangguk pelan, raut wajah Dion berubah. "Dia cantik. Benar, Anya sangat cantik Dit." guman Dion.

Baru kali ini, Dion memuji seseorang. Sejak pertama kali Adit dibawa ke Rumah sakit dan terapi bersama Dion, pria itu terkenal dingin dan tak terlalu ramah.

Tapi kini, dia memuji Istri Adit.

Heuum, Adit have bad feeling guys.




















Bersambung🍃

Duh, kampret!

My Lumpuh Husband [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang