18🍃ADIT GAK BERGUNA!

13K 1.1K 49
                                        

Haiiii rindukah kalian padaku heuum? Kayaknya enggak. Ada yang nungguin ini up? Kayaknya enggak. Ada yang tau racun Ricid? Kayaknya enggak.

Racun Ricid, adalah racun alami yang diekstraksi dari biji minyak jarak. Ini bisa masuk ke tubuh manusia lewat inhalasi, suntikan, atau konsumsi.

Ini menghambat kemampuan tubuh Anda untuk membuat protein daengan menghambat sel untuk merakit asam amino yang diperlukan. Ujung-ujungnya membuat tubuh menjadi shock dan menyebabkan kematian.

Oh, jangan lupa vote dan komen ya, banyak-banyak dong. Aku kangen liat notif komen dari kalian💔.

Enjoy the reading🍃

Author Pov🍃

20 menit setelah sarapan, Anya saat ini tengah mencuci piring bekas makan mereka tadi. Ditemani Depri yang asik memainkan laptopnya dimeja bar.

Dan Adit yang tengah menonton kartun kesayangannya. Dora the explorer.

"Anya, gue mau pulang nih ntar sore." celetuk Depri tanpa memandang kearah Anya.

"Oh, bagus tuh."

Depri mendecih pelan "Lo gak kangen ama gue ntar?" tanya nya sedikit ngambek. Anya terkekeh pelan, kemudian meletakan piring dan cangkir cuciannya.

Dia mengeringkan tangannya dengan kain lap, lalu melepas celemek gambar muka Adit dari tubuh idealnya.

"Ngapain gue kangen sama lo, kemayu." cibirnya bercanda. Depri mendengus sebal kemudian melanjutkan pekerjaanya.

Anya berjalan menuju ruang santai, dia hendak memeriksa keadaan Adit. Biasanya Adit akan bersuara jika menonton tv, tapi kini dia diam saja.

"Iih, o-doh!..i-tu..g-u-nung-nya..ish!..o-on." omelnya sebal. Nah baru ini dia bersuara lagi.

"Adit, sayang-"

Deg-Deg!

Jantung Anya tiba-tiba berdetak semakin cepat, dan juga berdenyut serta sesak diwaktu bersamaan. Dia meremat kausnya erat. Napas saja terasa susah untuk keluar, apa yang terjadi.

"Heuuk!!..uhuk..A-dit.." rintihnya saat napas mulai sulit dilakukan. Adit menoleh, matanya langsung melotot tak percaya.

"A-NYA!?" teriaknya histeris.

Depri sampai tersentak, dia berbalik dan melihat Anya sudah meringkuk dilantai dengan tangan yang terus meremat kausnya. Segera Depri berlari kearah Anya dan menggendongnya.

"Nya! Nya bertahan, sebentar Anya!" racaunya panik, Adit tak bisa melakukan apapun. Bahkan ketika Depri pergi menjauh dengan Anya digendongannya yang sudah banjir keringat dan busa mulai keluar dari mulutnya.

Mata Depri bertubrukan dengan Adit, giginya bergemelatuk kuat "Lo racuni dia kan!? Lo nyuruh dia minum susu yang udah lo racuni kan!?" serunya emosi.

Adit tak bisa mengelak, memang dialah yang meminta Anya meminum susunya. Tapi sumpah Adit gak ada maksud apapun.

"LO GAK BERGUNA ADIT! SEANDAINYA GUE GAADAK MUNGKIN ANYA UDAH MATI KALAU SAMA LO!"

Adit membeku, ucapan itu serasa menghantamnya kuat sampai hancur, menyakitkan sekali, benar..Adit gak berguna..

Adit tak bisa jalan, mau tak mau dia menggerekan kursi rodanya dengan tangannya. Dia bergerak cepat menuju telepon rumah. Tangannya bergetar hebat dan detak jantungnya tak kalah cepat.

"Hiks..A-nya..hiks..ja-ngan..ting-galin..hiks..A-dit." racaunya pilu.

Dia mendial nomor orang tuanya terlebih dahulu. Ini mengerikan, Adit tak tau jika hal mengerikan ini akan menimpanya.

Kenapa ada racun? Siapa yang masukin racun itu? Kenapa Anya?

Semua pertanyaan itu terus berseliweran dikepala Adit. Dia sampai tak tau harus berbuat apalagi jika Anya meninggal akibat racun itu.

Adit akan kembali kesepian, dia akan kembali terpuruk dan keadaannya semakin buruk.



























Bersambung bulan depan🍃

My Lumpuh Husband [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang