Anya masih asik berbincang dengan Depri saat dimeja makan, tanpa menyadari jika sedari tadi Adit memandangnya penuh.
Berharap Anya mengalihkan pandangannya terhadap Depri kepada Adit.
"Lo tau gak Dep, ternyata pak Jarwo Dospem gue udah nikah cuk!" seru Anya heboh.
Depri tampak serius dalam mendengarkan ucapan Anya "Kok gue baru tau?" tanya Depri. Anya mendengus sebal "Kan lo selama ini di luar kota ogeb, gimana bisa tau." celetuk Anya.
Depri tertawa kikuk "Bener juga ya. Nikah sama siapa Pak Jarwo nya?" tanya Depri.
"Sama Mbak Limei! Anaknya Bah Bacang yang dikantin ituloh."
Depri menutup mulutnya dengan telapak tangan "Omo, kaget gue. Berhasil juga Pak Jarwo dapetin Mbak Limei." gumam Depri.
Adit yang tak paham ucapan mereka hanya mendengus datar dan melirik kearah lain. Anya sebenarnya sadar jika suaminya itu cemburu, tadi saja Adit nangis walau sebentar.
Anya beralih pada Adit yang duduk dikursi roda sebelah Anya, tangannya meraih tisue lalu hendak menyeka bibir Adit.
Tapi Aditnya malah mendorong jauh tangan Anya. "Kha-uha!" sinisnya.
Anya terdiam, kemudian tawa kuat pecah dari bibirnya. "Hahaha, ya Allah Aditku sayang. Kamu ngambek?" goda Anya.
Adit melengos marah, dengusan kesal masih terdengar. "Ya ampun, gemesin banget kamu. Sini-sini Anya peluk." Anya memeluk Adit dari samping, awalnya Adit mencubit pinggang Anya pelan.
Kemudian malah bersender dibahu Anya, matanya melirik Depri yang menatap mereka dingin. Adit memberikan sedikit senyum kemenangannya.
Matanya menatap rendah Depri, menunjukan sekarang bahwa Anya lebih sayang pada Adit ketimbang Depri si kemayu ini.
Benar kemayu, bulu matanya lentik. Jika tertawa dia akan menutup mulutnya dengan telapak tangan ataupun punggung tangan. Kemayu sekali bukan?.
"Nya, gue ke kamar gue dulu ya. Capek banget gue."
Anya mengangguk tanpa melepaskan pelukannya pada Adit "Met malam Dep. Jan lupa baca doa lo." ujar Anya.
Depri mendengus malas "Iye, tau gue." jawabnya malas kemudian beranjak menuju kamarnya yang ada dibagian paling belakang.
Anya menepuk punggung Adit pelan, dia memikirkan sesuatu saat ini "Dit, kamu gausah khawatir. Aku gabakalan selingkuh sama Depri. Dia sepupu aku kok, cuma ya dia memang cinta sama aku." Adit diam.
Dia tak mau mendengarkan hal itu. Biarkan saja Adit menikmati pelukan penuh cinta dari Anya, sangat hangat dan nyaman.
Sampai matanya terasa berat, dan Adit tertidur. Sebelum nyenyak, dia sempat mendengar sesuatu.
"Yang aku takutkan itu, kamu. Takut kamu berpaling saat sembuh nanti."
Tidak akan Anya. Aku gak akan berpaling dari kamu. Bisik batin Adit.
Adit gak bakal berpaling, cintanya pada Anya sudah terlampau kuat dan kokoh. Hanya saja rasa percaya dirinya sering naik turun dan itu yang menjadi kendala mereka.
Bersambung🍃
Jangan lupa vote dan komen💃
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lumpuh Husband [End]
RomanceDijodohin, sangat klise sekali. Tapi dijodohin sama pria lumpuh? Dan pria itu adalah teman masa kecilnya. Udah lumpuh, manja+cengeng, apa jadinya kehidupan rumah tangganya. "Dit, ayo ganti popoknya." "Anhhya..annhya.." "Kenapa Dit?" "Anhyaa..Anhyaa"...
![My Lumpuh Husband [End]](https://img.wattpad.com/cover/267902855-64-k531840.jpg)