Haiii balik lagi bareng Ryntimtam euuy. Tahan emosi kalian ya sayang, jangan esmosi.
Dan jangan lupa buat vote serta berkomentar ya🍃.
Enjoy ther reading🍃
.
.
.
Author Pov🍃
ADIT tak henti-hentinya menangis, sampai membuat rahangnya kembali kaku dan mulutnya tak mau lagi menutup. Bahkan mulutnya semakin menganga lebar.
Jihan berulang kali menyeka air mata dan liur Adit.
"Nda..heuks..nda..heuk..Anhh-ya..heuks..Anhh-ya..nda..heuks.." adunya pada Jihan. Jihan menahan air matanya sekuat tenaga, dia memeluk putranya erat.
Aulia dan Azran sudah datang, dan mereka sedang menunggu penjelasan dari Adit maupun Depri setelah Dokter keluar dari ruang operasi.
"Jagoan ayah gaboleh nangis, harus kuat ya Nak. Kalau kamu nangis terus entar Anya sedih, berhenti nangis ya." ujar Kardi lembut.
Adit tak perduli, dia terus menangis sampai sesenggukan sendiri.
"Anhh-ya..heuks..a-af..heuks..huhuu..heuks..a-af..heuks.." masih terekam jelas wajah pucat dan penuh kesakitan dari Anya tadi, membuat Adit gemetar dan menangis semakin kuat.
"Aaaaaa!!..heuks..Anhh-yaaa..heuks..khaa-han..heuks..khi-ha-hin..a-khu..heuks.."
Tak berapa lama mereka mendengar derap langkah dari arah kanan, wajah Aulia dan Azran langsung pucat seketika saat melihat ke 3 saudara Anya datang. Darimana mereka tahu?.
Yang paling dewasa dan terlihat arogan dengan segera melihat mereka dengan tatapan tajam. "Kenapa kalian gak kasih tau kami soal pernikahan Andin? Apa kami gak berhak tau soal adik kami?" tanya nya langsung.
Aulia dan Azran mengkode Jihan agar diam, begitu juga pada Kardi. Biar mereka yang menangani putra mereka ini.
"Bukan begitu Gian. Kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan kalian sampai tidak sadar jika adik kalian sudah tidak tinggal bersama kami lagi di rumah." ujar Aulia tenang. Namun tatapan matanya dingin mengintimidasi.
Fian berdecak sebal, dia baru pulang dari Tur keliling dunianya karena acara Fashion Show internasionalnya, pulang-pulang malah dapat kabar dari pembantu kalau adiknya udah nikah. Bahkan saat ini masuk Rumah sakit lagi.
"Tapi gak gini juga Bu, kami inikan saudara Anya. Ibu gak anggap kami sebagai abangnya sampai-sampai keadaannya dirahsiakan seperti ini?" tudingnya pada Aulia.
Aulia menghela napas malas "Tanya diri kamu sendiri, ponsel yang tak pernah aktif. Sekedar mengabari kami saja kau tak mau, bagaimana bisa Ibu mengabarimu soal Anya." ketusnya kesal.
Fian terdiam, telak. Memang benar dia sangat sulit untuk dihubungi.
"Ibu, tapi tentang pernikahan Anya..ibu juga merahasiakannya dari Rian. Padaha Rian gak sesibuk mereka Bu, tapi kenapa..hiks..ibu tega.." diantara yang lain memang Rianlah yang terlalu cengeng.
Dia menurunkan sifat cengeng dan manja Azran. Rian sesenggukan, dia tak malu menangis padahal usianya susah 25 tahun "Maaf, Ibu lupa." jawab Aulia santai, tapi malah membuat tangis Rian semakin kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lumpuh Husband [End]
RomansaDijodohin, sangat klise sekali. Tapi dijodohin sama pria lumpuh? Dan pria itu adalah teman masa kecilnya. Udah lumpuh, manja+cengeng, apa jadinya kehidupan rumah tangganya. "Dit, ayo ganti popoknya." "Anhhya..annhya.." "Kenapa Dit?" "Anhyaa..Anhyaa"...
![My Lumpuh Husband [End]](https://img.wattpad.com/cover/267902855-64-k531840.jpg)