"Uhuukk uhuukk ohoookkk"
Chanhee perlahan membuka matanya dan menoleh kesisi kanan ranjangnya dimana Hyunjae terbaring dan mengeluarka suara batuk terus menerus sejak tadi.
Ia mendudukan dirinya dan menguceki matanya lalu berganti menoleh kesisi kirinya.
Sejak kejadian tadi sore Younghoon tidak menampakan batang hidungnya.
Apa dia menghabiskan malamnya di gangnam lagi?
Sekesal itukah Younghoon padanya?
Padahal jika itu dulu, dia dan Hyunjae yang akan meninggalkan Younghoon karena tingkah konyolnya itu.
Kan... dia terperangkap lagi di masa lalu mereka itu.
"Uuhuukk oohooookkk"
Hyunjae kembali terbatuk dan kali ini terdengar semakin parah dan membuat Chanhee mau tidak mau bangkit dan memeriksanya.
Padahal tadi siang Hyunjae pamit ke klinik hanya karena alergi yang dimilikinya kenapa sekarang jadi begini?
"Uhh.. kenapa kau jadi demam?" Celetuk Chanhee setelah memeriksa suhu dikening Hyunjae.
Hyunjae tampak membuka matanya lemah dan melirik kearah Chanhee.
"Apa kau sudah minum obat?" Tanya Chanhee khawatir.
Hyunjae hanya mengangguk pelan.
"Parasetamol juga?"
Hyunjae kembali mengangguk lemah.
"Tunggulah, aku akan mencari es untuk mengompresimu" ucap Chanhee lalu bangkit dan berjalan kedapur.
"Apa karena tubuhmu dimasuki virus jadinya tubuhmu jadi kebal obat? Heish merepotkanku saja" gerutunya.
Hyunjae hanya terdiam saja mendengarnya.
Yah, setidaknya Chanhee masih mau merawatnya walau penuh dengan omelan dan gerutuan.
Sementara itu, bocah itu kembali mengoceh didepan sana karena persediaan es mereka yang habis di kulkas.
Siapa lagi pelakunya jika bukan Kim Younghoon yang sering membuat es cola tengah malam.
Saat ini sudah lewat tengah malam dan tidak mungkin jika dia menggedor kamar lain hanya untuk semangkuk es kan?
Ya sudah lah, mungkin untuk sementara ini dengan air kran saja yang penting menurunkan suhunya kan?
Namun saat hendak mengambil baskom Chanhee melihat plastik putih tergeletak diatas meja makan mereka.
Perasaan tadi dirinya sudah memberesi dapur sebelum tidur kok.
Apa dia melewatkannya?
Chanheepun menyaut plastik itu dan membukanya.
Siapa tahu makanan yang bisa dia jadikan santapan malam kan, hehe.
Tapi bukan makanan yang dia temukan namun beberapa plester kompres didalamnya dan juga sebuah nota yang tertulis sesuatu di bagian belakangnya.
'Dia hanya mempan dengan ini'
Tanpa menuliskan siapa namanya Chanhee bisa mengetahuinya.
Younghoon.
Jadi saat ia tertidur tadi dia sempat pulang dan mampir hanya untuk memberikan ini?
Kan?
Younghoon itu kelihatannya saja dendam namun didalam hati terdalamnya Hyunjae masihlah sahabatnya.
Dia saja yang enggan mengakui itu.
Chanheepun mengeluarkan ponselnya dan memencet ruanh obrolannya dengan Younghoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Walk ON
FanfictionChoi Chanhee mencoba memecahkan kasus kematian teman sekelasnya disamping itu ingatan masa lalunya semakin menghantui pikirannya.
