Matahari mulai menyembunyikan dirinya namun warna nila dilangit saat senja seperti sekarang ini malah semakin membuat Choi Chanhee berkutat di ruang klubnya.
"Ahh Hyung, ayo pulang saja" rengek Jinyoung yang mendapat giliran piket sore itu.
"Aku belum mendapatkan apapun hari ini" saut Chanhee membalikan lembaran kasus yang dulu dipegang oleh Woong sebelumnya
"Dia saja belum mendapatkan apapun setahun ini" ucap Jinyoung melirik kearah Minho.
Minho yang merasa dibicarakan oleh juniornya itupun membalas lirikan Jinyoung dengan raut wajah kesalnya.
"Yha Chanhee-ya, kau tidak akan menemukannya karna kau kembali ke titik nol" celetuk Jangjun pada Chanheee.
"Geurom~ kita sudah mendapat setitik pencerahan kalau Ji Changmin adalah pelakunya" timpal Hyunjin.
"Apa dasar kalian menuduhnya? Kalian punya bukti?"
"Bet itu-"
"Jika bet itu adalah bukti maka 23 teman kelasnya adalah tersangkanya, sikapnya yang aneh tidak bisa kalian dasari sebagai bukti" ucap Chanhee lalu kembali fokus pada berkasnya.
"Hyung, bukankah anggota barumu itu bertindak seperti detektif saja?"bisik Jinyoung pada Sangyeon.
" Kita semua ini detektif Bae Jinyoung" balas Sangyeon yang sedang merapikan barangnya dan berkemas untuk pulang.
"Hyung kau mau pulang duluan?" Tanya Hyunjin.
"Aku ada ujian praktek jadi aku harus mempersiapkan barangnya" Jawab Sangyeon sebelum keluar dai ruangan itu.
"Hyung hwaiting!!!" Teriak Jangjun semangat.
Ah benar juga, kakak Chanhee juga tingkat terakhir tahun ini, tapi karena kasus ini dia jadi tidak terpikir untuk bertanya mengenai ujiannya.
Mungkin nanti malam saja dia menghubungi kakaknya untuk menanyainya sekaligus membujuknya untuk melanjutkan pendidikannya.
Ia jadi merasa bersalah jika karenanya kakaknya jadi tidak berniat menempuh kuliahnya, toh dia mendapat beasiswa disini jadi baik ayah dan kakaknya seharusnya tidak terlalu memikirkannya.
"Uhh??"
"Waeyo?" Tanya Jangjun menoleh kearah Chanhee "Kau menemukan sesuatu?"
"Apa sebelumnya ada yang mengubah file ini?" Tanya Chanhee pada Jangjun.
"Tidak ada yang menyentuhnya sebelumnya hyung" Hyunjin yang menjawabnya karena dialah yang bertanggung jawab.
"Wae?" Tanya Minho menggerakan kursinya kerah Chanhee.
"Dulu ada kasus bully kah?" Tanya Chanhee mengibaskan secarik kertas "Kenapa dia menulis undang-undang tentang perlindungan anak dan perundungan?"
Minho mengambil kertas itu dan menerawangnya "Kenapa kau tahu ini adalah undang-undang perlindungan?"
"Jelas saja itu adalah pasal-pasal perlindungan anak masa kalian tidak tahu sih"
Jangjun dan Minho saling beradu pandang begitupun dengan Jinyoung dan Hyunjin.
"Tidak" jawab mereka kompak.
"Jikapun kita ingin tahu, biasanya kami membuka ini" ucap Jinyoung menimang buku tebal yang berisi pasal-pasal hukum.
"Yha Bae Jinyoung, coba buka dan cari ini" perintah Minho lalu memberikan kertas itu pada juniornya.
Hyunjin beranjak dari bangkunya dan ikut membantu Jinyoung untuk mencarinya saking penasarannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Walk ON
FanfictionChoi Chanhee mencoba memecahkan kasus kematian teman sekelasnya disamping itu ingatan masa lalunya semakin menghantui pikirannya.
