Bab XXXIX

303 65 27
                                        

"Bagaimana dengan laporan belajarnya tahun ini?"

"Tuan muda mendapatkan peringkat satu seperti biasanya hime-sama"

Ibu Jaehyun tersenyum puas memandang putranya yang berlutut dibawahnya.

"Apa hanya itu?"

"Tuan muda juga menjadi ketua basket diklub sekolahnya?"

"Apa? Basket? Untuk apa dia melakukan itu?!"

Jaehyun kecil tertunduk takut mendengar ibunya memarahi pengasuhnya itu.

"Pastikan dia keluar dari sana"

"O...okka-sama"

"Dengarkan ibumu!"

Jaehyun kecil menundukan kepalanya lagi.

Jika ia membantah bukan dia, tapi Jonghoon juga akan kena imbasnya.

"Bukankah sudah ibu katakan padamu kau hanya perlu menjadi pintar!"

"Maafkan dia Hime-sama, saya akan memastikan tuan muda melakukan sekolahnya dengan lancar" pinta Jonghoon memohon pada putri ketuanya itu.

"Pastikan tidak ada yang ia pegang selain bukunya!" Ucap ibu Jaehyun itu bengis lalu beranjak dari kursinya lalu keluar dari kamar putranya.

"Maafkan saya... Tuan muda" ucap Jonghoon setelah melihat tuan mudanya gemetar ketakutan karena ulah ibu kandungnya sendiri itu.

"Yha Kim Jonghoon, apa kau yakin aku adalah putranya?"

"Tuan muda?! Tentu saja, kenapa anda berkata seperti itu?"

"Apa aku bukan kelinci percobaan yang diciptakan ayahku untuknya?"

"Tuan muda?" Jonghoon berjongkok menggapai pundak tuan mudanya "Hime-sama keras seperti itu karena anda adalah calon penerus kakek anda, dan juga anda tahu sendiri sesayang apa Hyun-ssi pada anda putranya sendiri, anda bukan kelinci percobaannya"

"Aku takut... Jonghoon-a"

"Tuan muda, saya terus bersama anda..."

"Bersamaku sampai menguntit teman sekelasku?"

Jonghoon tampak terkejut mendengar itu dan perlahan melepas tangannya dari pundak tuan mudanya.

"Apa yang Oji-sama perintahkan padamu"

Jonghoon hanya tersenyum kaku pada Jaehyun dan menggeleng pelan.

"Apapun yang saya lakukan, saya akan berusaha tidak mengganggu belajar anda disekolah tuan muda"

"Ini bukan masalah itu! Apa kau tidak tahu aku mengkhawtirkanmu?!"

"Terimakasih tuanmuda, tapi jangan khawatirkan saya" ucap Jonghoon bangkit dan membungkukan badannya "Saya pamit dulu tuan muda"

Jaehyun hanya menghela nafasnya menatap punggung pengasuhnya itu.

Tidakkah pengasuhnya itu sadar dia mengkhawatirkannya?

Bahkan dia menuruti kakek dan ibunya pun semata hanya agar Jonghoon tidak mendapatkan hukuman jika melihat calon penerus organisasi hitam mereka ini membangkang pada mereka.

Bahkan Jaehyun berani bertaruh bahwa ikatannya dengan pengasuhnya itu lebih besar dibandingkan ikatan pengasuhnya itu dengan Younghoon.

"Jaehyun-ah? Ada apa? Barusan ayah berpapasan dengan Jonghoon dan dia tampak masam" tanya ayahnya yang baru saja memasuki kamarnya.

Walk ONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang