Bab XXXI

312 73 4
                                    

Sedari tadi Hyunjin hanya mengamati kakak kelas yang menjadi anggota baru klubnya itu.

Seniornya yang merupakan siswa baru disekolah mereka itu hanya terdiam dan memejamkan mata dengan kedua tangan yang mengatup didepan dahinya.

Dia sudah hampir satu jam seperti itu sejak menginjakan dirinya diruang klub mereka itu.

"Hah... Jinyoung-ah" panggilnya pada temannya yang sedang membersihkan berkas kasus dibrankas milik mereka.

"Eo?"

"Kukira tidak ada yang normal diklub kita" ucapnya menatap senior mereka itu dengan tatapan aneh.

Chanhee yang menyadari adik kelasnya itu membicarakannya perlahan membuka matanya dan melirik kearah Hyunjin.

"Hyung? Sebenarnya apa yang kau pikirkan?" Tanya Jinyoung sembari meletakan tumpukan berkas kehadapan Chanhee.

Seniornya itu tadi memintanya untuk mengumpulkan kasus apa saja yang terjadi di kelasnya sembari juniornya itu membersihkan berkas lama.

"Dia itu aneh kan?" Celetuk Hyunjin kembali.

"Hyung?" Panggil Jinyoung kembali.

"Setiap aku memejamkan mataku  potongan puzzle itu muncul satu persatu" jawab Chanhee pelan.

"Potongan?"

"Puzzle?"

Jinyoung dan Hyunjin saling melempar pandang lalu menatap Chanhee kembali.

"Hyung apa maksudmu kasus siswa itu? Hyung?!" Tanya Hyunjin antusias dan mendekatkan kursinya kearah Chanhee.

Jinyoungpun juga menatap Chanhee antusias menunggu jawabannya.

"Anhiyo... puzzle milikku sendiri"

"Haissshhh"

Tampak raut kecewa dari wajah para juniornya itu karena bukan kasus setahun yang lalulah yang dimaksud Chanhee.

Tentu saja, bagaimana bisa?

Chanhee kan tidak ada disana!

"Geundae, mengenai kasus itu... dari mana Minho dan Jangjun tahu bahwa Woongie menggenggam bet kelas kami?" Tanya Chanhee mengubah topik agar juniornya tidak terlalu kecewa.

"Bahkan sekarang kau memanggilnya Woongie?"

"Jawab saja Hyunjin.."

"Itu... bukankah dari kelas lain kan Jinyoung?" Tanya Hyunjin pada Jinyoung.

"Ummm" Jinyoung mengangguk lalu duduk disamping Chanhee "Dari siapa namanya? ahh... Jungwoo sunbae? Iya kan?"

"Ah.. maja maja!"

"Jungwoo?"

'Dia kan anak yang waktu di perkemahan itu kan?'

"Kelasnya saat itu sedang berswafoto dan Jungwoo sunbae yang memotretnya dengan kameranya"terang Jinyoung

"Ughh aku merinding... bagaimana ponselnya juga merekam adegan orang yang terjatuh dari ketinggian seperti itu" timpal Hyunjin

"Jadi... apa dia merekam apa ada orang lain diatap gedung?" Tanya Chanhee lagi.

"Hyung... dia itu memotret temannya, bukan atap!" Keluh Hyunjin menghela nafas

"Dia hanya memotret saat siswa itu sudah ditanah berlumur darah" jelas Jinyoung kembali.

"Yakk! Jangan diperjelas!" Protes Hyunjin menutupi kedua telinganya.

Walk ONTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang