HB Chap 17

514 61 29
                                        

      Happy Reading 🖤❤

.

========================

Brug brug brug

Terdengar suara ketukan pintu, lebih tepatnya suara orang mengedor pintu kamar. Dengan langkah malas, Perth turun dari ranjangnya dan melangkah ke arah pintu.

Ceklek

Saat pintu terbuka, serempak ke tiga sahabatnya langsung menyeruak masuk ke dalam kamar.

" Shiaa...apa-apaan kalian !!" kaget Perth, hingga tubuhnya terdorong beberapa langkah.

" Mana Saint ? Kau apakah sahabat ku !?" Sammy mendelikan matanya, sambil berkacak pinggang.

Perth mengaruk tengkuknya yg tak gatal, seraya tersenyum kikuk.
" Anu...Saint, dia masih tidur..." ucap Perth

Nanon dan Ohm hanya duduk manis di sofa, sambil melihat interaksi antara Perth dan Sammy.

" Isshh...dasar Tanapon mesum, jauh-jauh datang berlibur ke sini...kau hanya membuat sahabat ku terkapar di ranjang..." dengus Sammy kesal

" Kau_" ingin rasanya Perth menutup mulut Sammy yg cempreng, bagaikan petasan cabe rawit, namun ia urungkan niatnya saat melihat dua pasang mata yg menatapnya intens, tatapan siapa lagi kalau bukan dari Nanon dan Ohm, sahabat karibnya.

" Tunggulah di sini...aku akan bangunkan Saint..." Perth langsung masuk ke kamar, dan meninggalkan ke tiga sahabatnya.

" Isshh...dasar " desis Sammy

" Sam...duduklah sini " Nanon menepuk ruang kosong yg ada di sampingnya, kemudian Sammy pun menghampirinya dan duduk di sampingnya.

" Kau tak perlu marah berlebihan seperti itu...itu hak mereka, kita sebagai sahabat cukup mendoakan saja...agar hubungan mereka baik-baik saja..." ucap Ohm panjang.

" Aku tau...tapi kan, saat ini kita sedang berlibur...seharusnya ia bisa menahan hormonnya untuk sementara waktu " cicit Sammy, Ohm dan Nanon hanya terkekeh kecil. Membayangkan jika si Tiger itu harus menahan hormonnya, bukankah itu suatu hal yg sangat mustahil.

Setengah jam kemudian Perth dan Saint keluar dari dalam kamar, keduanya sudah rapih dan bersiap untuk pergi.

" Lama sekali...jangan bilang jika kalian melakukannya lagi di kamar mandi..." celetuk Sammy, seketika membuat wajah Saint memerah.

" Kalau iya, kenapa ? Apa kau iri ? Kalau kau mau...kau bisa melakukannya bersama mereka " sahut Perth dengan nada pedas

" What...Sialan kau Perth !!" Perth setengah berlari, mencoba menghindari dari Sammy yg ingin memukulnya. Saint, Nanon dan Ohm membiarkan keduanya saling kejar-kejaran, hingga akhirnya keduanya berhenti sendiri.

" Uda ah...capek, aku nga kuat lagi terus lari " nafas Perth terenga enga, saat berhenti dari larinya

" Lagian...siapa suruh lari " sahut Sammy, dengan tak kalah terenga enga juga

" Kita mau makan malam di mana ?" tanya Nanon, sambil mengutak-atik ponselnya

" Di resto yg ada di pinggir pantai aja...kelihatannya makanannya enak-enak..." sahut Perth

" Ya uda...kita ke sana aja " timpal Ohm.

Mereka berlima akhirnya menuju ke resto yg ada di pinggir pantai.
Setelah selesai makan malam, mereka semua akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di pantai.

Hari pun berganti tanpa terasa, satu minggu sudah mereka berada di phuket. Akhirnya mereka harus segera mengakhiri liburan mereka, dan segera kembali ke Bangkok.

HEART BEAT ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang