🌌Night Drive

155 27 89
                                    

Skye bar and restaurant yang berada di lantai lima puluh enam salah satu gedung perbankan yang menyatu dengan pusat perbelanjaan itu tidak pernah sepi pengunjung, apalagi ketika akhir pekan tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Skye bar and restaurant yang berada di lantai lima puluh enam salah satu gedung perbankan yang menyatu dengan pusat perbelanjaan itu tidak pernah sepi pengunjung, apalagi ketika akhir pekan tiba. Giandra baru menginjakkan kakinya ke bagian lounge, namun riuh bising orang-orang yang sedang berusaha menikmati malam di dalam bar sudah terdengar nyaring memenuhi telinganya. Sesuai dengan instruksi Evan, malam ini perempuan itu datang dengan penampilan serba monokrom yang tidak bisa di bilang maksimal untuk ukuran orang yang akan berpesta. Gia hanya menggunakan sebuah kulot hitam panjang, sneakers putih, juga kaus lengan pendek berwarna senada, lengkap dengan paperbag berisi hadiah untuk si raja semalam. Harris hanya mengantarnya sampai lobby, katanya tidak ingin mengganggu waktu Giandra bersama teman-temannya ketika perempuan itu mengajaknya bergabung sekalian.

"Gia!"

Dari arah meja di bagian sudut kanan dekat kolam, Gia menemukan Evandi dan senyum lebarnya tengah melambaikan tangan ke arahnya. Pemuda itu tidak sendiri, sudah ada rekan-rekannya yang lain berkumpul disana, dan di lihat dari lengkapnya formasi malam ini, Gia yakin jika dia jadi satu-satunya orang yang terlambat hadir.

"Lo tau nggak sekarang lo kelihatan kayak apa?" Adalah sambutan pertama Hara ketika Gia sudah duduk di dekatnya.

"Apa?"

"Yang pasti nggak kayak orang mau pesta."

Gia hanya menjulingkan bola mata, memang sih di antara mereka semua yang datang, penampilan Gia adalah yang paling plain dan sederhana. Yara dan Clarrisa datang dengan mini dress, Hara datang dengan setelan blouse berkerah sabrina, sedangkan Giandra memakai kaus saja.

"Nggak usah protes kalau yang punya acara aja nggak keberatan." Liriknya pada Evan lalu beringsut menyerahkan hadiah yang sudah di siapkannya pada si lelaki, "Happy birthday, Van."

"Thanks, Gi." Katanya senang, "Oh ya, lo mau pesan apa? Lo doang yang belum pesan."

"Apapun yang alcohol-free."

"Ah cupu." Hara kembali mengompor, "Besok masih libur, malam ini kobam sedikit nggak ada salahnya lah."

Gia tertawa, "Nggak, gue lagi menerapkan gerakan cintai usus dan ginjal."

"Pesenin yakult aja kalau gitu, Van!" Sungut Hara kontan memecah tawa seisi meja.

Gia sempat melirik pada Yarisha yang kini tengah sibuk mengotak-ngatik ponsel di sebelah Mandala. Perempuan itu tampak biasa-biasa saja seolah kemarin dirinya tidak pernah kepergok jalan bersama laki-laki lain. Tapi kan sebetulnya Yara memang tidak pernah kepergok, sebab alih-alih memergoki perempuan itu, Gia malah bersembunyi di belakang punggung Harris layaknya pengecut.

Gia hanya menghela nafasnya, lalu mulai membiarkan pikirannya terbang seiring dengan di mulainya kegilaan kawan-kawannya malam ini. Kurang dari dua jam dan meja yang tadi penuh kini hanya terisi olehnya dan Yara, sedangkan rekan-rekannya yang lain sudah ngabur ke lantai dansa dan jadi manusia gila ala-ala ibukota.

Be Your Violet ㅡBBHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang