BAB 3 : OM SHUJI DAN KAKAK ATLET VOLI

424 85 4
                                    

“Om Shuji,”

“Hm?”

“Kak Noya kok mirip om Shuji?” sebuah pertanyaan terlontar ke arahnya.

“Oh, dia adiknya om,”

“Tapi kok nama kalian beda om? Kak Noya namanya Nishinoya Yū, sedangkan om namanya Hanma Shuji.”

Kemudian sebuah ide muncul di kepalanya, “Adik pungut om sih lebih tepatnya.” tentunya dengan sebuah seringai yang terpatri di wajahnya.

Draken yang mendengar hal itu dari dapur segera menjawab omongan Shuji, “Gue yakin kalau Noya gak mau ngakuin lu sebagai abang.”

“Udeh lu diem aja Ken, masak sono lu yang bener.”

Urat kekesalan muncul di dahi Draken, ‘Kalau bukan temen, udah gue usir’ begitulah isi hati Draken.

***

“Minnie, ayo makan.”

“Sebentar pah kalau iklan.”

Salah satu kebiasaan anaknya yang membuat Draken menghela napas untuk yang kesekian kalinya, menunggu iklan.

Draken terus berdoa agar kartun favorit sang anak segera iklan, apalagi pada bagian yang paling seru.

“Yahhhhh, kok iklan? Lagi seru padahal,”

Sebuah tangan kecil kini menggenggam tangan Shuji dan menariknya, “Ayo makan, om.”

Tap tap

Srek!

“Mikey mouse kemana?”

“Abang sekolah, om.”

“Lah, kamu kenapa gak sekolah? Bolos?”

“Aku kan lagi sakit.”

Draken hanya mendengarkan anaknya yang sedang berbicara pada temannya, Shuji. Meskipun sedang sakit, anaknya tetap ceria seperti biasa.

Dia heran, kenapa anaknya tetap bisa ceria dan aktif ketika sedang sakit. Berbeda dengan anak pertamanya, ketika sakit malah menjadi sangat manja padanya.

“Bisa sakit juga kamu.”

***

“Minggu depan mau ikut om?”

“Kemana om?”

“Ke rumah om, si Noya minggu depan pulang ke rumah soalnya.”

Mendengar hal itu, membuat (Y/n) atau Minnie senang dan matanya berbinar.

Shuji yang merasa gemas dan ingin segera membawa Minnie pulang ke rumahnya, hanya bisa mengelus surainya. Takut akan Draken yang membantainya jika ia benar-benar membawa Minnie pulang.

“Papah, minggu depan aku ke rumah om Shuji ya?” Minnie tentunya memerlukan izin sang papah agar bisa bertemu salah satu idolanya. Disertai dengan wajah memelas yang imut, berhasil membuat Draken luluh.

“Iya, tapi papah gak bisa ikut. Papah ada urusan di bengkel dan di sekolah abangmu.”

Kriet

Tiba-tiba sang anak turun dari kursinya, dan menghampirinya seraya memeluknya, “Sayang papah Draken banyak-banyak, muach.”

Adegan itu berhasil diabadikan oleh Shuji lewat kamera ponselnya, dirinya berhasil mengabadikan wajah Draken yang terlihat sangar kini berubah menjadi merona dibagian pipi ketika sang anak menciumnya.

PAPAH DORAKENGKUNG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang