BAB 17 : KANGEN~

149 27 7
                                    

"Woy, peranakan titan abnormal! Neng cantik kagak ke sini lagi ape?"

"Abangnya dede Yū, apakah anda mendengarkanku berbicara?"

"Woy! Bolot anjir!"

"Gila, merinding. Ada suara tapi gak ada orang, di rumah ada tuyul kali ya?"

"Bang, mau gue spike kepala lu?"

***

Kerutan halus pada dahi menandakan sang pemilik sedang berpikir, mencari tahu tentang 'Siapa Mahito? Apa dia pelakunya?' Kenapa dia menyerang Draken, yang kini menjadi sahabatnya?

"Muka lu kayak nahan boker, Bang." ujar sang Adik.

Mendengar hal itu, menimbulkan urat kekesalan pada dahi mulus Shuji, "Bacot bener si tuyul ini, astaga." ucapnya berusaha sabar.

"Ngapa sih lu? Lagi mikirin apaan? Kayak punya otak aja lu buat mikir."

"Anjing emang, punyalah bego!"

"SHUJI, NGOMONGNYA JANGAN KASAR!" sayangnya perkataan Shuji, terdengar langsung oleh telinga sang Ibunda yang berada di dapur.

"Iya, Bun. Si cebol bikin kesel duluan, maaf." Lirikan tajam diberikannya untuk sang adik.

"Lu ingetkan, tentang Draken yang ditusuk?" tanyanya pada Adiknya.

"Iya inget. Gimana? Ketemu orang yang nusuk?"

"Cipuy bilang kalau orangnya Ogawara Mahito, anak Moebius. Tapi gue gak tau, Mahito yang mana."

Kringggg~

"Oh, Minnie. Tumben kamu nelponin Om, kangen ya?"

"Om, kata Papah. Aku disuruh main ke rumah Om Shuji, soalnya ada yang mau Papah omongin sama teman-teman Papah." jawaban diberikan oleh Minnie kepada Om tercintanya.

'Owalah, kirain kangen sama gue.'

"Kebetulan di sini juga ada si cebol-Kak Noya maksud Om." ujar Shuji sambil menekan kata 'cebol', yang mana langsung mendapat lirikkan tajam dari si tersangka.

"Beneran, Om?! Yeayyyyyyy, nanti dede ke situ ya!!"

"Abangmu juga ke sini?" tanya Shuji.

"Abang katanya mau ke rumah Bunda aja, soalnya mau main bareng Inupi sama Koko dan Kak Akane." Shuji yang mendengar hanya mengangguk-anggukkan kepala, mirip seperti mainan yang ada di dashboard mobil Draken berbentuk Hello Kitty.🗿

Noya yang ikut mendengar hanya bisa tersenyum senang, hingga membuat Shuji ingin menabok kepala sang Adik, "Nanti kamu dijemput sama Kak Noya, sekalian Om ke rumahmu." lanjutnya.

***

"Oi, tuyul. Nanti lu bawa aja motor gue, nyampe kan lu?"

"Nyampe anjir, ngeremehin banget si kampret satu ini."

"Ya lu kan cebol, kali aja gak nyampe gitu."

"Gue gebok juga ilang itu pala!"

Shuji tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan sang Adik, baginya sangat menyenangkan bisa bercanda dengan Adiknya. Apalagi mengingat tentang kesibukannya dan sang Adik, yang jarang bisa berkumpul bersama.

Tring~

Preman Karasuno 👨 (3 pesan masuk)

[Bang, Ketemuan nyok]
[Ajak Minnie juga]
[Ada di rumah lu 'kan si Minnie? Bini gue nanyain dia]

Sebuah pesan masuk dari sang sohib langsung menarik atensinya, buru-buru Noya membalas pesan tersebut dan mengatakan setuju untuk bertemu.

"Heh, tuyul! Buruan anjir, cengar cengir aja lu! Kesambet? Gak mungkin sih, lu 'kan setannya."

"Si anjing emang!"

"YŪ! JANGAN KASAR NGOMONG KE ABANGMU!!"

"Iya, Bun. Maaf,"

"Emak lu denger aja, Bang." ucap Noya dengan bibir yang dimajukan. Shuji? Dia tertawa senang, dan puas.

***
Tok tok tok!

"MINNIEEEE, MAEN NYOK~"

"Salam dulu lah goblok, punya ade gini amat!"

Ceklek~

Pintu terbuka, muncul Draken dengan urat kekesalan.

"Ngapain ke sini?!" tanya Draken.

"Ebuset, jangan serem-serem lah Bang. Kita 'kan pren, ehehe," sahut Nishinoya disertai dengan cengiran, "Minnie ada, Bang?" lanjutnya.

"Sendiri lu ke sini?"

"Noh, temen lu lagi parkir motor. Gue masuk ya."

"Abang sama Ade sama-sama gak tau diri."

Nishinoya dengan santainya masuk ke dalam rumah Draken, sudah ada beberapa mantan petinggi Touman--termasuk Shuji sang ketua Moebius, atau sekarang sudah menjadi mantan ketua tetapi masih memiliki kekuasaan di sana.

"Wih, ada atlet nih!"

"Bang Mitsuy, mantep bener yeh sekarang jadi desainer. Bisa kali buatin jersey baru buat tim gue." ujarnya.

"Boleh, kapan lagi ya 'kan dimintain sama atlet." jawab Mitsuya diiringi dengan kekehan.

"Kebetulan ada lu di sini, nanti Minnie lu bawa pulang aja. Kalau perlu, ajak dia buat ketemu temen-temen lu," ucap Draken dengan muka yang serius.

"Nanti si Mikey biar di rumah Takemicchi, dia bilang mau main bareng temen-temennya di sana." tambahnya yang dibalas anggukan dari beberapa temannya, sedang Nishinoya dan Shuji langsung meng-iyakan ucapannya.

"Oke, bininya temen gue juga nanyain Minnie mulu. Kangen katanya."

"Lu juga yeh tuyul!"

"Bentar, gue mau panggil Minnie."

***
Keadaan rumah Draken kini sudah sepi dari kedua anaknya, kini hanya tersisa dirinya dan teman-temannya saja.

Masing-masing dari mereka menampilkan raut wajah yang serius, apalagi saat ini mereka sedang membahas tentang pelaku penusukan yang sebenarnya.

Mereka tidak ingin gegabah dalam menghadapi pelaku, biar bagaimanapun mereka tetap harus memiliki rencana yang matang.

Jika melihat dari informasi sementara yang anak buah Chifuyu dapat, pelaku adalah salah satu anggota dari Moebius yang mana kelompok itu adalah kelompok yang di ketuai oleh Hanma Shuji, walaupun kini Hanma mengaku kalau ia sudah tidak berurusan lagi dengan mereka tapi masih tetap memiliki kekuasaan di sana.

PAPAH DORAKENGKUNG (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang