"emm sebenarnya Elvira jatuh karena waktu mau turun tangga Elvira lihat Elvina yang mau ke kantin terus Elvira panggil eh Elvina nggak denger" ucap Elvira lirih
" vero bilang juga apa pa dia tu sebaiknya papa titipan aja ke nenek biar nggak bikin orang celaka" ucap cavero dingin
"PEMBAWA SIAL!!" lanjut cavero
" Vina apa benar yang dibilang vira?" tanya papa
"Vina beneran nggak tau pa" ucap Elvina
" Lo denger gue baik baik!, lo tu disini itu cuma bisa nyusahin ngerepotin yahh kalau lo bisa banggain kita lo masih pantes disini tapi keberadaan lo disini itu cuma dianggap seperti sampah!" ucap cavero dingin
"Vero!" sentak mama
"Kenapa ma? Vero bener kan? "
"gue masih bisa sabar bang selama ini ngadepin elo yang selalu nyalahin gue bahkan gua nggak melakukan kesalahan apapun lo selalu nyalahin gue. Tapi kali ini gue nggak bakalan diem aja bang,gue muak sama omongan lo, selama 15 tahun ini lo selalu mojokin gue tapi gue apa diem kan? tapi nggak untuk kali ini " kata Elvina marah
" bilang apa yang lo mau hah? Mau gue pergi dari rumah ini? Mau gue mati? Hah? Jawab CAVERO!!" bentak Elvina dengan nafas memburu
"hhhh, itu juga lo tau ternyata lo ngga sebodoh yang gue kira, pergi gih sana mati gue juga nggak peduli" ucap cavero dengan smrik
"sudah sudah semuanya diam , Elvina mulai satu minggu ke depan kamu harus jagain Elvira sampai sembuh" papa
"pah aku nggak ngapa ngapain Elvira pah" Elvina
" pah kan ada Bodyguard kenapa harus Elvina, Elvina juga butuh belajar" mama
"Diam Ini sudah keputusan papa"
"udah goblok tambah goblok deh" ucap cavero dengan smrik
"terserah" ucap Elvina lalu pergi ke kamarnya
_____________________
Sampai di kamarnya Elvina pun duduk di pinggir tempat tidur dengan memegang bingkai ditangan nya
"ma,pa,el,bang Vina kangen sama kalian , Vina pengen kumpul bareng lagi sama kalian pengen bercanda sama sama lagi kaya dulu" ucap Elvina dengan tangisnya
"Tuhan Elvina hanya minta satu , persatukan Elvina lagi dengan keluarga Elvina"
Setelah itu Elvina tertidur , dan ternyata dibalik pintu kamar nya ada seseorang yang mendengar semua yang Elvina ucapkan
"apa gue terlalu jahat sama dia" batinnya
"gue abang macam apa " batinnya
"apa gue pantes disebut abang?" batinnya
"agrhh kenapa gue mikirin sialan itu sih" gumamnya
_________________
Elvina dan Elvira pun sampai disekolah, ya Elvina saat ini sedang mendorong kursi roda Elvira masih ingat kan kalau Elvina dalam satu minggu ini harus menjaga Elvira jadi Elvina harus bawa Elvira kemana mana.
" vin boleh aku nanti ngantin bareng sama kamu?" tanya vira
"hemm" jawab Vina dengan deheman
"beneran? Nanti jemput aku ya vin" ucap vira girang
"brisik! udah lo sana masuk kelas" suruh Vina
"iya babay Vina"
______________
Dan di sinilah Elvina dan Elvira duduk dibangku kantin , Vina memutuskan untuk bergabung dengan teman nya yaitu Fika karena tidak ada bangku kosong
" vin lo kok mau sih bawa bawa dia kemana mana?" tanya Fika bisik
"bokap" jawab Vina
"idihh"
"vina boleh pesenin aku makan? aku laper" kata vira
"heh pesen sendiri napa sih nggak liat lo Vina baru dari toilet" sentak Fika
"ma- af" ucap vira
"udah gapapa fik, lo mau pesen ap?" tanya Vina dingin
"em aku pengen mie ayam aja Vin sama minumnya jus jambu ya" vira
"hem"
Setelah itu mereka pun makan dan kembali ke kelas
________________
Disinilah seseorang yang sedang pusing karena selalu terbayang bayang akan suatu hal. Disatu sisi ia sangat ingin keluarganya kembali seperti dulu tapi disisi lain kebencian nya tak bisa mengalahkannya.
" apa gue sudahi semua ini?"
" apa dia masih mau maafin gue?"
"nggak lo nggak boleh kaya gini ver lo harus tetap pada pendirian lo , dia yang udah buat orang tercinta lo pergi selamanya"
Disinilah cavero yang sedang duduk di ruangan khusus untuk dirinya . Cavero selalu terbayang bayang dengan perlakuannya terhadap dia
" maaf maaf in gue, gue masih benci dan dendam sama lo" gumam cavero
"gue emang abang yang buruk sangat buruk" lanjut cavero
_________________
Berkumpul lah teman teman cavero yang kini bertempat di markas nya yah dia adalah AVADOR sebuah genk yang terkenal dengan 3 pemuda yang tampan dan dingin yaitu Cavero sang ketua, Alden sang wakil, dan Dareen
"hey bro ngapa muka lo murung kek gitu?" tanya dareen
"gpp" jawab cavero
"kalo ada masalah cerita aja" suruh alden to the point
"gue binggung antara mau memaafkan atau nggak" ucap cavero
Ya pasal nya teman teman cavero sudah tau apa yang menimpa cavero
" saran aja sih jangan nyesel dibelakang" ucap dareen
"hemm, setuju " alden
"asal lo tau ver semua orang itu pasti selalu melakukan kesalahan dan lo harus tau Tuhan yang sempurna aja bisa memaafkan sedangkan lo manusia biasa " lanjut alden
"tapi kesalahan yang dia buat udah fatal den" kata cavero
"terserah!" alden
" asal lo tau ver gue yang lebih deket sama Vina, Vina udah gue anggap seperti adik gue sendiri" ucap alden
"gue sayang sama Vina , setiap dia minta ketemu sama gue pasti dia nangis karena apa karena lo ver!" lanjut alden
Vina memang sudah sangat mengenal Alden dan dareen, bagi Vina mereka berdua adalah pahlawan ketiga setelah papa dan abangnya. Bahkan dareen dan alden sudah menganggap Vina sebagai adik kandung mereka. Berbeda dengan vira yang tidak begitu dekat dengan mereka berdua.
Jangan lupa komen and vote anak baik^ ^
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY ELVINA
Fiksi Umum-Kehidupanku dipenuhi dengan orang orang tersayang ku sampai aku lupa bahwa diriku telah menyakiti orang terdekatku- ELVIRA -Kehidupan gue bagaikan ruangan kecil yang tidak ada secuil lubang untuk menghirup udara, terasa hampa dan sepi - ELVINA -Ke...
