2 tahun kehidupan vina sudah mulai berubah....
Mamanya yang dulunya masih peduli dengannya, masih perhatian dengannya tetapi sekarang mamanya itu bahkan menyapa vina karena disisi nya ada vira.
Yah vira dinyatakan terkena penyakit gagal ginjal, semakin kesini vina semakin tidak dianggap di keluarganya. Bahkan dilirik pun tidak pernah. Hanya kedua abangnya yang setia menemani vina sampai saat ini.
"gimana udah siap?" tanya alden senyum
"udah bang, yok cus berangkat" ajak vina semangat
Mereka berdua pun menuju ke kampusnya. Alden ,dareen dan vina itu satu kampus . Vina memutuskan untuk masuk ke fakultas kedokteran dengan usahanya sendiri, ia berjuang mendapatkan beasiswa juga mencari uang jajan sendiri.
Sesampainya di kampus mereka pun berpisah karena alden dan dareen adalah senior vina .
"yaudah abang ke kelas dulu ya" pamit dareen dan alden
"iya bang, vina masuk duluan" pamit vina juga
_______________________
Disinilah keadaan vira yang masih terbaring lemah di kamarnya ditemani keluarga yang harmonis. Ingat harmonis!
"pah vira pengen kuliah juga" pinta vira lirih
"nggak sayang kamu harus tetep belajar dari rumah, kan selama ini juga kamu baik baik ajakan belajarnya?" tanya sang papa
"iya tapi pengen punya temen aja" ucap vira lesu
"sayang mama tau kamu pengen kuliah , punya temen, jalan kesana kesini tapi keadaan kamu belum membaik kamu harus istirahat total ya" nasihat mamanya lembut
"iya dek, dirumah dulu oke. mau apa hm? " tawar vero lembut
"nggak vira mau tidur aja" putus vira
Mereka pun menghela nafas berat tak hanya satu dua kali vira meminta untuk masuk kuliah. Ini sudah yang kesekian kalinya.
"mah sepertinya vina bersikukuh untuk masuk kuliah lagi karena dia melihat vina yang juga sekarang sudah masuk kuliah" ucap vero datar
"iya mama tau ver, tapi ya gimana lagi vina juga butuh pendidikan." ucap sang mama
"papah mau kebawah dulu" pamit sang papa
Baraq tidak benar benar kebawah, ia mencari keberadaan vina. Ia ingin meminta sesuatu padanya.
_______________________
Vina yang baru saja merebahkan tubunya di kasur, tiba tiba terdengar suara pintu dibuka.
ceklek
"bangun!" suruh sang papa
"papa ngapain masuk ke sini?" tanya vina santai
"papa mau bicara sama kamu" ucap baraq tegas
"yaudah bicara aja, biasa juga langsung nyerocos" ucap vina santai
"papa minta tolong sama kamu vin-" kata baraq menggantung
"papa mohon kamu mulai semester depan untuk mulai kuliah dari rumah bisa? temani vira dia kesepian!" ucap papanya datar tak ber ekspresi
"nggak!" jawab vina cepat
"papa mohon vin, demi kebaikan vira. Kamu nggak liat kondisi vira semakin hari semakin parah?" ucap baraq lantang
"apa papa juga nggak liat kalo aku kuliah dari rumah kuliah aku gimana? Gimana sama praktek aku? Papa tau kan kalau aku ambil kedokteran?" ucap vina menggebu gebu
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY ELVINA
Ficção Geral-Kehidupanku dipenuhi dengan orang orang tersayang ku sampai aku lupa bahwa diriku telah menyakiti orang terdekatku- ELVIRA -Kehidupan gue bagaikan ruangan kecil yang tidak ada secuil lubang untuk menghirup udara, terasa hampa dan sepi - ELVINA -Ke...
