Baraq yang hanya diam saja sedari tadi pun akhirnya ikut turun tangan, ia tak terima keluarga nya terutama istrinya dibentak oleh orang lain.
"JANGAN PERNAH BERKATA KASAR KEPADA ISTRI SAYA! ASAL KAMU TAHU SILAHKAN SILAHKAN KAMU AMBIL ANAK SIALAN ITU! BAWA DIA PERGI JANGAN PERNAH LAGI UNTUK KEMBALI KERUMAH KAMI!" bentak baraq dengan amarahnya.
"PAPA!" seru prisa dengan tangisnya yang sudah menjadi jadi. Ia tak sangka suaminya itu akan berkata seperti itu.
"ma biarkan vina bahagia dengan mereka, mama lihat kan vina lebih bahagia dibandingkan dengan kita. Sama saja kita mensiksa vina kalau memaksa vina kembali kerumah kita!" tegas baraq dengan nada dinginnya.
"NGGAK! VINA ITU PUTRI KITA ! VINA HARUS PULANG!" bantah prisa dengan marah
"ayo pulang mah nggak ada harga dirinya kita disini!" baraq pun memutuskan menyeret prisa karena sudah tak tahan.
Setelah terjadi pertengkaran yang hebat, dareen memutuskan untuk mengistirahatkan diri ia menenangkan pikirannya. Nanti setelah alden pulang ia akan membicarakan masalahnya. Beruntung saja saat pertengkaran terjadi Vina masih terlelap tidur. Ia sangan lega.
________________________________
"eunghh" lirih vina yang sudah tertidur sedari
"abang mana sih" gerutu vina yang terbangun dari tidurnya.
Karena tidak ada sahutan apapun, vina pun memutuskan untuk turun ke lantai 1 untuk melihat apakah mansion ini ada orang atau tidak.
"bi abang kemana ya?" tanyanya pada maid
"em itu non tadi tuan dareen sama tuan alden ada di ruangan kerja nya" jawab bibi dengan khawatir, pasalnya maid tadi saat mengantarkan minum untuk dareen dan alden sedikit mendengar perbincangan tuan mereka mengenai vina.
"oke bi, makasi ya bi" vina pun langsung bergegas ke atas lagi menyusul para abangnya.
Tok tok tok
"abang bukaa, ini vina mo masuk" ucap vina dari luar pintu
Karena terlalu fokusnya dareen dan alden mereka tidak mendengar suara vina. Dan akhirnya vina memutuskan untuk membuka pintu sendiri, tetapi baru saja ingin membuka, vina mendengarkan perkataan dareen dan alden yang membuat vina menjatuhkan air matanya.
" ga bisa den kita harus bawa vina ke amrik, biar vina lebih aman dari keluarganya yang kaya anjing itu" ucap dareen menggebu gebu
"kita juga ga boleh egois ren, vina masih punya mereka, kita ga bisa gitu aja, jangan sampai vina denger ucapan lo. Dia pasti marah" ucap daren emosi
"terus lo mau lihat vina disini tersiksa karena keluarganya sendiri?!" tanya alden
"abang jahat, vina gamau vina mau disini!" marah vina kepada sang abang.
"vin-na?" ucap alden terbata bata
"abang vina mohon jangan bawa vina pergi lebih jauh lagi dari keluarga vina, vina masih mau lihat mereka bang! " ucap vina dengan tangisnya yang sudah tak terbendung
" hei, abang ngga bermaksud gitu sayang abang ngga mau juga kamu jauh dari mereka, tujuan abang cuma pengen buat kamu lupa sementara kita ngga pergi untuk selamanya buat tinggalin mereka, okkey?" ucap alden lembut
" aku ngga mau ninggalin mama bang aku tau mama sayang sama vina" ucap vina tersedu sedu
" iya sayang, semua sayang sama vina okkey? Udah nangisnya sayang nanti dada nya sakit ya ? " peluk alden dengan lembut
Vina pun menjawab dengan anggukan karena sudah terlalu lelah menangis. Ia memutuskan untuk melanjutkan tidur lagi di dalam pelukan alden.
" bawa ke kamar dan berhenti buat mikir bodoh den!" ucap dareen meninggalkan mereka berdua
KAMU SEDANG MEMBACA
STORY ELVINA
Fiksi Umum-Kehidupanku dipenuhi dengan orang orang tersayang ku sampai aku lupa bahwa diriku telah menyakiti orang terdekatku- ELVIRA -Kehidupan gue bagaikan ruangan kecil yang tidak ada secuil lubang untuk menghirup udara, terasa hampa dan sepi - ELVINA -Ke...
