24.

136 6 1
                                        


"vina sebenarnya mengidap pen-" ucap dokter terpotong

"dokterr" teriak vina dari belakang, dengan tujuan untuk menghentikan pembicaraan itu.

"kenapa vin? ada yang sakit? " tanya vero dengan wajah yang kawatir

"gue mohon lo keluar, dan untuk donor jantung maaf gue ngga sanggup!" ucap vina

" tap-" ucap vero terpotong karena adanya panggilan dari handphone vero

Setelah hp nya bunyi vero tanpa pamit langsung keluar dari ruangan vina.

" vina mohon dok, jangan kasih tau siapapun tentang penyakit vina, sekalipun itu bang alden atau dareen" ucap vero

" penyakit kamu bukan penyakit biasa vin!" tegas dokter kepada vina

"kalaupun aku kasih tau mereka aku ngga bisa bertahan hidup juga dok, karena semangat aku buat sembuh tuh cuma papa, abang itu aja" ucap vina sendu

" sedangkan sikap mereka sama aku sampai sekarang masih kaya gini, aku ngga yakin sampai aku mati pun mereka akan peduli sama aku" lanjut vina sendu.

" jadi kamu ngga mikirin alden dan dareen? mereka sayang sama kamu vin!" ucap dokter tegas

" vina masih binggung, vina belum siap dok" ucap vina sendu

" okkey, saya akan hargai keputusan kamu vin, tapi dokter berharap secepat mungkin untuk kasih tau dareen dan alden" ucap dokter lalu pamit untuk keluar .

Apakah memang tuhan mentakdirkan aku untuk hidup terus dihantui kesedihan? Keterpurukan? Kenapa tuhan harus vina yang merasakan ini semua. Vina capek tuhan.

" vin kamu ngapain disini? " tanya prisa mama vina

" ma-ma ngapain disini?" tanya vina heran

"adikmu vin adikmu sekarang sedang memperjuangkan hidup dan matinya! sedangkan kamu disini ngapain? " tanya mama prisa dengan tangisnya

" aku? disini ngapain? mikir mah! vina disini juga sakit, vina juga pengen sembuh makanya vina disini!" jawab vina dengan geramnya

"kamu sakit apa vin? " tanya prisa berubah dengan nada lembutnya

"mama ngga perlu tau! dan penyakitku juga ngga sepenting itu bagi mama!" jawab vina dengan air matanya

"mama ini mama kamu nak! kenapa kamu ngga pernah terbuka sama mama nak? " tanya prisa dengan tangis nya

"ma! mama yang buat vina jadi ngga mau untuk berbagi cerita vina ke mama! karena apa? karena vina udah muak dengan jawaban mama yang selalu nanti nanti nanti ! mama harus urus vira dulu inilah itulah! vina capek! semua manusia punya batas kesabaran mah! " bentak vina ke prisa

" ma-afin ma-ma vin maafin mama hiks hiks" tangis mamanya yang semakin menggebu

"aku udah maafin mama dari lama! tapi untuk kembali jadi vina seperti dulu, maaf ma vina ngga bisa lagi" ucap vina lalu pergi meninggalkan mamanya yang sudah menangis maraung raung.

"mah" suara itu datang dari belakang prisa

Saat prisa melihatnya ternyata sang suami yang sudah memandangnya dengan terheran-heran.

"kamu kenapa mah? vira pasti baik-baik aja" ucap baraq untuk menenagkan sang istri

Tanpa diduga suara tamparan pun sampai pada pipi baraq melalui tangan istrinya.

"kamu! kamu mas yang udah bikin aku jauh sama putri aku! ini semua karena kamu yang ngga bisa menerima takdir " teriak prisa dengan air mata yang terus luruh dipipinya.

"hey! kamu kenapa sayang, jangan kaya gini cerita sama aku yang jelas!" ucap baraq lembut dan tegas

"kamu tau? kapan terakhir aku peluk vina lagi mas? kamu pernah liat aku sama putriku itu dekat lagi? nggak! aku udah ngga pernah merasakan pelukan yang menenangkan itu mas hiks hiks. Aku mohon sama kamu hilangin ego kamu untuk masa lalu kamu please, baraq! kali ini aja turutin permintaan aku! selama ini aku selalu sabar dengan sikap ego kamu! mulai kamu yang seenaknya bermesaraan dengan vira dan vero didepan vina! kamu tau? saat aku liat matanya itu sakit baraq sakit! karena apa? karena aku ibunya! aku tau perasaan anakku! ANAKKU BARAQQQ!!!! " keluar sudah unek unek prisa terhadap baraq, saat itu juga prisa pingsan tak sadarkan diri.

Baraq yang masih terbeku pun tak sadar meneteskan air mata, ia melihat prisa sudah dibawa oleh vero ke dalam sebuah ruang dirumah sakit.

Otak baraq yang masih dihantui dengan kata demi kata istrinya pun hatinya mulai gelisah, sampai saat ini masih belum bisa memastikan hatinya yang kacau ini. Disisi lain ia rindu dengan putri tuanya itu tapi dilain sisi ia dihantui kemarahan yang mendalam. Karena peristiwa dulu masih melekat di pikiran baraq.

______________________________

Vina yang sudah sampai dimansion alden dan dareen pun segera memasuki kamar, karena untungnya alden dan dareen belom pulang dari kantornya.

"hikss hikss"

"sakit tuhan, ingin lagi sama mama dan papa"

"capek tuhan, tolonggg vina"

"vina pengen mati aja tuhan, vina ngga sekuat itu" gumaman gumaman vina pun tanpa sadar terdengar oleh alden

"fuck" gumam alden berada didepan pintu vina.

"biadap" lanjut gumaman dari dareen dibelakangnya.

Disinilah kedua lelaki itu sama sama diam, mereka yang baru saja pulang dari kantornya sudah dihantui dengan kata kata yang tidak berguna itu.

"gue mau tetep bawa vina ke amrik den" ucap dareen tegas

"lo ngg-" ucapan alden pun terpotong dengan ucapan dareen

"gua ngga menerima penolakan, ngga ada yang bisa nolak ini semua termasuk vina!" setelah mengucapkan kalimat itu dareen pun kembali ke kamarnya.

Didalam kamarnya dareen menghidupkan satu batang rokok dan memainkan asap dengan mulut nya itu.

Pikiran dareen sekarang sangatlah kacau, ia sangat takut untuk kehilangan vina karena vina sudah ia anggap sebagai adik bahkan keluarganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pikiran dareen sekarang sangatlah kacau, ia sangat takut untuk kehilangan vina karena vina sudah ia anggap sebagai adik bahkan keluarganya. Ia tak mau kehilangan seseorang yang menurutnya dalam hidupnya berpengaruh. Dengan vina dareen berubah, berubah semuanya. Mulai dia yang suka setiap harinya mengkonsumsi alkohol sampai dititik ia bisa berhenti, lalu yang seharinya ia bisa habis satu bungkus rokok perlahan karena nasihat-nasihat dari vina ia mulai terbiasa tidak memegang rokok lagi, walaupun sesekali masih suka melampiaskan kemarahan nya dengan rokok nya itu. Dareen yang dulunya setiap malam mengikuti balap liar, tawuran sekarang hidupnya lebih tertata karena apa? Karena vina.















HAI GYUS!!! MAAFIN AKU YA BARU UP HUHUHU !! SOALNYA AKU JUGA LAGI DIKEJAR TUGAS TEROSS🙌🏾

MAAF YA KALAU CERITANYA MEMBOSANKAN🫶🏽

*mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesamaan dalam hal apapun didalam cerita ku ini.

*jangan lupa vote, komen, follow juga biar aku tambah semangat cmiww^^

SEMOGA KALIAN SUKA🙌🏾
SELAMAT MAMBACA

STORY ELVINA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang