Bab 9 Pertemuan Rain dan Embun

738 205 18
                                    

Rain menatap gedung yang menjulang tinggi di hadapannya, mendesau pelan sebelum akhirnya memilih menarik koper dan masuk ke gedung apartemen milik tetangga mamanya sekaligus onty kesayangannya yang bernama Mina. Ya, Rain sudah sampai di Jogjakarta sendirian, kedua orangtuanya tidak mengantar karena masih sibuk dengan urusan pekerjaan.

Masuk ke unit apartemen yang akan ditinggalinya, dan sudah tahu password kunci pintu unit apartemen itu dari sang mama, Rain lantas terlihat mengeksplor setiap sudut ruangan yang terdapat di sana. Hingga Ia melompat ke sofa, meluruskan kaki yang pegal setelah duduk sekitar satu jam lebih di pesawat.

"Ahh … lelah." Rain meregangkan pinggangnya.

Di saat yang bersamaan Jojo dan Embun juga baru saja sampai di depan unit apartemen yang sama, keduanya langsung masuk dan membuka pintu karena juga tahu password apartemen itu.

Namun, seketika Jojo dan Embun terkejut saat melihat Rain yang dengan santainya sedang bermalas-malasan di sofa.

"Eh, siapa kamu?" tanya Embun dengan nada membentak. "Kenapa bisa di sini, hah? Ini tempat kami!" Embun langsung memaki Rain, tidak memberi kesempatan cowok itu untuk berbicara.

"Eh, ngaku-ngaku! Ini apartemenku!" Rain membela diri.

"Enak aja! Ini apartemen kami, tahu nggak! Jangan-jangan kamu maling, ya!" tuduh Bening.

"Sekata-kata kamu ya. Kamu tu siapa? datang-datang main tuduh!" Rain tidak mau mengalah dari gadis yang lebih muda satu tahun darinya itu.

Jojo yang mendengar dua remaja itu bertengkar, malah bingung sendiri. Hingga akhirnya wanita itu memilih menengahi, meminta Embun dan Rain duduk di single sofa yang terhalang meja.
Embun masih menatap curiga pada Rain, pemuda itu pun melakukan hal yang sama. Keduanya memberi tatapan menusuk satu sama lain.

"Jadi kamu sudah dapat izin untuk tinggal di sini?" tanya Jojo pelan-pelan setelah menanyakan ke Rain, siapa dia dan bagaimana dia bisa masuk ke sana.

"Iya, kalau tidak bagaimana caraku masuk, Tante." Rain menjawab sopan ketika Jojo mengajaknya berbicara.

"Tante-tante, memangnya mami aku adik ibumu!" cibir Embun dengan tangan dilipat ke depan dada,  sambil memicingkan mata pada Rain.

Rain ingin sekali mengumpat, tapi ia ingat harus bersikap sopan kepada wanita, begitulah yang diajarkan papa dan mamanya. Apa lagi ada sosok Jojo yang sangat ramah kepadanya, beda dengan Embun yang jutek.

"Saya akan coba telepon mama saya dulu, Tante." Rain bergegas berdiri lantas mencoba menghubungi Bianca-ibundanya.

Jojo mengangguk, ia juga memilih menghubungi suaminya untuk mencari kejelasan tentang tempat tinggal mereka ini.

Rain berdiri di dekat dapur, mencoba menghubungi mamanya. Ia bertanya dengan sedikit kesal kenapa ada orang lain yang mengklaim tempat tinggal yang akan ditempatinya selama di Jogja.

“Ada orang lain yang akan tinggal di apartemen ini, apa Mama sudah pastikan ke tante Mina? Kalau apartemen ini belum dijual," tanya Rain begitu panggilannya dijawab oleh Bianca. Selang beberapa saat Rain hanya terdiam dan mendengarkan mamanya di seberang panggilan, cowok itu tampak mengangguk paham, kemudian mengakhiri panggilan.

Rain pun menoleh ke arah Jojo dan Embun, dirinya harus menunggu sang mama mengkonfirmasi masalah tempat tinggal itu ke Mina.

"Halo sayang, ada masalah tentang tempat tinggal kami. Apa kamu bisa bertanya soal ini pada Nic?" tanya jojo ketika panggilannya dijawab Axel. Jojo pun menjelaskan tentang keberadaan Rain di sana, hingga kemudian Axel mengatakan kalau akan mencoba menghubungi Nic terlebih dahulu dan akan segera memberi kabar.

Rain pun kembali duduk bersama Jojo dan Embun, Ketiganya duduk tanpa suara, hanya Embun yang berdecak berkali-kali karena merasa Rain hanya mengada-ngada untuk bisa tinggal di sana.

-
-
-

Beberapa saat kemudian, Jojo menerima panggilan dari Axel, suaminya menjelaskan kalau ternyata Mina mengizinkan putra tetangganya tinggal di sana dan Nic tidak tahu akan hal itu.

Rain juga sama, Bianca-mamanya menghubungi dan mengatakan kalau ternyata Nic sudah mengizinkan istri dan putri temannya tinggal di sana tanpa sepengetahuan Mina.

Rain menatap Jojo yang baru saja selesai menghubungi Axel, lantas menyodorkan ponsel kepada wanita itu. "Mamaku mau ngomong sama Tante," ucap Rain.

Jojo mengernyitkan dahi, tapi tetap dengan sopan menerima dan menjawab panggilan Bianca. Jojo tidak banyak bicara, hanya mendengarkan Bianca bicara dan sesekali menganggukkan kepala.

"Ya – baik, saya mengerti. Anda tidak usah khawatir."

Rain menerima ponsel yang disodorkan Jojo kembali, dengan rasa penasaran Rain pun memberanikan diri bertanya, "Bagaimana Tante? Apa yang mamaku sampaikan?"

"Ini karena miskomunikasi antara Nic dan Mina, tante tidak menyangka bahwa kamu ternyata tetangga mereka.” Jojo menipiskan bibirnya. “Bagaimana kabar Segara dan Biru?”

“Mereka baik,” jawab Rain.

“Jadi begini Rain, Mama kamu meminta tolong Tante untuk menjaga kamu sampai dia menemukan tempat tinggal buat kamu. Jadi, intinya kita akan tinggal bertiga selama beberapa waktu." Jojo menjelaskan apa yang dibicarakannya dengan Bianca tadi.

"Apa?" Embun terlihat terkejut, mulutnya megap-megap seolah tak terima. Sedangkan Rain hanya bisa terdiam, meratapi nasipnya yang sepertinya semakin sial.

Be My Bu ~ Jadilah kekasihkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang