Bab 35 : Fakta dari Papi

356 155 15
                                    

Begitu Rain pulang setelah mengantar keluarganya sampai di rumah. Embun langsung mengajak Axel duduk bersama untuk meminta penjelasan dari papinya itu.

"Aku mau sekarang! Papi harus cerita sekarang tentang aku dan Bening, kenapa kami bisa berbeda dan apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Embun yang sudah tidak sabar karena sudah lama memendam rasa penasaran itu.

"Bening bilang, Papi merkosa mama Rea. Apa itu benar?" tanya Embun lagi meski pertanyaan pertamanya belum dijawab Axel. Ia memberanikan diri bertanya meski sebenarnya merasa berat mengatakan hal negatif tentang papinya sendiri. Namun, rasa ingin tahunya cukup besar untuk membuatnya berani menanyakan itu.

Axel menoleh pada Jojo, sebelum kemudian merangkul pundak Embun serta mengusap perlahan. Ia tahu kalau Embun tengah memendam amarah dan kesedihan, mendengar lewat suara sang putri yang terdengar begitu berat.

"Papi akan mengatakannya, tapi berjanjilah apa pun yang kamu dengar, tidak akan ada yang berbeda nantinya di antara kita," ucap Axel.

Embun pun menganggukkan kepala, menyetujui permintaan Papinya.

"Sebenarnya dulu Papi memang menyukai mama Rea, tapi sayangnya cinta Papi bertepuk sebelah tangan karena mama Rea sudah menikah dengan papa Arkan. Papi tahu kalau itu sudah salah, dan karena terpengaruh alkohol, Papi tanpa sadar melakukan perbuatan tercela itu." Axel menatap wajah Embun yang mulai berubah.

"Papi memang memerkosa mamanya Bening."

Embun benar-benar syok, hatinya hancur ketika mendengar kebenaran itu, ternyata semua yang dikatakan Bening  benar adanya. Ia mencengkeram kedua lulut, memilih diam dengan kelopak mata yang menggenang.

"Maaf, Papi memang salah Bu, Papi bukanlah pria yang baik. Tapi kamu tetaplah anak Papi, kamu harus tahu papi menyayangimu, kamu disayangi banyak orang. Dan yang harus kamu tahu, tidak ada yang namanya anak haram di duni ini," ujar Axel lagi.

Kedua pundak Embun bergetar hebat, hingga gadis itu menangis begitu keras, membuat Axel, Jojo, dan Sky kebingungan. Axel sendiri langsung memeluk Embun, mencoba menenangkan putrinya yang sudah pasti sangat terguncang.

Sementara itu, Sky hanya menatap Embun yang terus menangis. Ia sendiri terkejut dengan fakta yang baru saja disampaikan papinya.

_
_
_

Malam pun semakin larut, Embun ternyata belum tidur dan memilih duduk di balkon. Sky yang melihat kakaknya duduk di luar, lantas mendekat dan ikut duduk di sana, dia bisa menebak kalau Embun pasti masih memikirkan fakta tentang kelahirannya.

"Kalau kamu mau menangis lagi, kamu boleh kok meminjam bahuku buat nangis," ujar Sky seraya menatap Embun. "Tapi, lebih baik jangan menangis lagi, kamu pasti sudah capek dari tadi nangis," imbuh Sky.

Embun menoleh pada Sky, kemudian mengangguk. Ia menjatuhkan kening di pundak Sky dan menangis sampai terisak.

Sky menghela napas kasar, tak tega melihat kakaknya menangis sampai seperti itu. Ia pun mengulurkan tangan dan mengusap air mata Embun.

"Cukup malam ini, berjanjilah untuk tidak menangis lagi besok. Mau bagaimanapun cara kamu dilahirkan, kamu tetaplah kakakku yang paling aku cintai dan sayangi," kata Sky mencoba menghibur hati Embun.

Embun memaksakan senyuman, mengangkat kepala dan mengangguk perlahan. Merasa sedikit tenang karena memiliki Sky yang begitu sangat sayang padanya.

Mereka masih mengobrol di luar, hingga kucing Embun yang dibawa dari Australia mengeong dan menyusul dua remaja itu keluar. Embun langsung menggendong dan meletakkan kucing bernama Loki itu dipangkuan, serta mengelus bulu halusnya.

"Oh ya, apa pacarmu itu baik?" tanya Sky yang memang tadi tak terlalu banyak berinteraksi dengan Rain.

"Dia baik," jawab Embun dengan tangan masih sibuk mengusap bulu Loki.

"Dia ganteng, 'kan?" tanya Embun balik.

"Hmm ... tapi lebih handsome aku." Dengan percaya diri, Sky mengaku kalau dia lebih tampan dari Rain, bahkan sampai mengguyar rambutnya ke belakang.

Embun terbahak mendengar pengakuan Sky, hingga sejenak bisa melupakan kesedihannya.

Be My Bu ~ Jadilah kekasihkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang