"Bandara!" Embun sangat terkejut dengan jawaban Rea, hingga gadis itu menatap Jojo kemudian kembali menatap Rea dan Arkan secara bergantian.
"Memangnya Bening mau ke mana?" tanya Embun lagi.
Rea terlihat bingung, sadar kalau Embun sepertinya sangat berharap untuk bisa bertemu dengan saudara kembarnya.
"Kami memindahkan Bening ke Jogja untuk sekolah di sana. Di sini Bening sudah salah dalam memilih teman dan bergaul," jawab Rea apa adanya.
Raut kekecewaan terlihat jelas di wajah Embun, gadis itu sampai mendesau dengan muka yang tertekuk, ia kehilangan semangat.
Rea dan Arkan saling tatap, sadar kalau Embun pasti kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Bening. Jojo sendiri hanya mengusap punggung putrinya untuk memberi semangat.
-
-
-
Di sisi lain,Bianca Natania Sunny seorang pemilik perusahaan Fashion terbesar di negara ini beserta sang suami Skala Prawira, berjalan tergesa dengan raut wajah penuh amarah menuju kantor polisi. Bagaimana tidak? semalaman mereka kebingungan mencari putranya yang tidak pulang, hingga sebuah panggilan mengatakan kalau Rain—putra mereka, sedang berada di kantor polisi karena terkena razia balap liar.
Begitu melihat Rain yang duduk dengan wajah lelah dan menunduk, Bianca pun menghampiri, sedangkan sang suami menemui polisi yang menangkap putranya.
"Rain!" panggil Bianca dengan raut wajah penuh kecemasan.
Rain mendongak dan melihat mamanya datang, sempat takut jika wanita itu marah. Namun, ketika melihat kecemasan dari pancaran mata wanita yang sudah melahirkannya, membuat perasaan Rain lega. Ia lantas bangun dan hendak menyambut sang mama. Namun, siapa sangka dugaan Rain salah, begitu sudah dekat dengan dirinya, Bianca langsung merubah ekspresi. Mengangkat tasnya tinggi-tinggi, wajah wanita itu berubah dari cemas ke garang, tak tanggung-tanggung Bianca langsung menghantamkan tas berharga ratusan juta miliknya ke tubuh sang putra berulang kali.
"Ma, ampun!" teriak Rain memohon seraya menghalau hantaman tas milik Bianca.
"Ampun apa, hah? Dasar anak kurang ajar, tidak pulang tahu-tahunya malah kena razia! Memalukan!" geram Bianca yang dengan tangan yang masih mengayunkan tas branded ke tubuh sang putra.
Para petugas yang melihat Bianca hanya bisa geleng-geleng kepala, bukankah sudah biasa kalau orangtua akan marah ketika anak mereka terlibat masalah hingga masuk ke kantor polisi.
Hingga Skala datang dan menghentikan aksi sang istri yang tidak bisa menahan diri. Skala melotot pada putranya, hingga pemuda itu langsung menunduk.
"Lepaskan aku sayang! Biar aku hajar anak kurang ajar ini!" Bianca sepertinya belum bisa meredam amarah.
"Tenang, Ca! Kita sedang berada di kantor polisi, nanti kalau sampai rumah, mau kamu hajar lagi dia, tak masalah," ucap Skala.
Bianca mencoba meredam amarahnya, wanita itu baru sadar bahwa mereka berada di fasilitas publik. Rain sendiri hanya menunduk, karena dia tahu saat mamanya marah, kekuatannya akan melebihi seekor singa betina yang baru saja beranak.
Bianca tidak habis pikir, kenapa putranya bisa sebandel itu. Rain seharusnya sudah duduk di kelas 3 SMA, hanya karena salah pergaulan dan suka bolos sekolah, membuat anak itu tidak naik kelas dan masih duduk di kelas 2.
Hingga saat di mobil menuju ke kantor polisi tadi, Bianca dan Skala memutuskan hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Rain— anak itu akan Bianca dan Skala pindah sekolah ke luar kota.
-
-
-
-
Saat malam hari, Jojo dan Embun melakukan panggilan video dengan Axel. Embun memperlihatkan raut wajah kekecewaannya, hingga membuat Axel keheranan."Kenapa wajahmu cemberut?" tanya Axel dari seberang sana.
"Pi, Embun mau pindah ke Jogja, ya!"
"Hah! Apa? Kenapa?" Axel sangat terkejut dengan permintaan putrinya. Gadis itu meminta pulang ke Indonesia untuk bertemu saudara kembarnya, tapi kenapa sekarang malah ingin pindah ke Jogja.
Melihat ekspresi Axel yang terkejut dan tidak senang, membuat Embun merasa takut. Ia menggenggam telapak tangan Jojo erat. Maminya itu mengangguk, mengisyaratkan agar Embun bicara lagi pada papinya.
"Bening pindah ke Jogja, Pi. Karena itu aku mau pindah ke sana juga. Papi ngizinin, 'kan! Boleh ya, Pi. Boleh ya!" pinta Embun memelas.
Axel terlihat bingung sampai menatap pada sang istri yang duduk di sebelah Embun, hingga akhirnya Axel mengembuskan napasnya dan setuju kalau Embun pindah ke Jogja.
-
-
-Setelah mengakhiri panggilan video dengan Jojo dan Embun, Axel menghubungi teman dekatnya yang bernama Nic. Axel berniat menanyakan apakah apartemen Nic yang berada di Jogja kosong, dan bisa dipinjam untuk sementara waktu.
"Oke kalau begitu, mungkin aku akan meminjamnya untuk beberapa bulan. Maaf sudah merepotkan mu."
Axel mengakhiri panggilan itu setelah mendapat izin dari Nic, sedikit lega karena setidaknya bisa mendapatkan tempat tinggal untuk Jojo dan Embun untuk sementara waktu.
-
-
-Keputusan Bianca dan Skala untuk mengirim Rain Ke Jogja sudah bulat. Malam itu Bianca mencoba menghubungi Mina—istri Nic. Sebenarnya mereka bertetangga, tapi kebetulan hari itu Mina sedang menginap di rumah mertuanya.
Bianca menghubungi untuk menanyakan apakah apartemen milik Mina yang berada di Jogja kosong.
"Halo Mina, aku mau tanya sesuatu," ucap Bianca ketika panggilannya sudah tersambung.
"Oh iya, Kak. Bagaimana?"
"Apartemen milikmu yang di Jogja, apakah ada yang menempati?" tanya Bianca langsung.
"Oh, tidak ada Kak. Kosong," jawab Mina.
"Bagus, bolehkan aku menyewanya untuk tempat tinggal Rain? Kami ingin mengirim Rain belajar di sana, jadi butuh tempat tinggal untuknya," kata Bianca lagi.
"Oh, begitu. Iya Kak, boleh. Pakai saja!" ujar Mina.
Bianca tampak senang, setidaknya masalah tempat tinggal sudah terselesaikan.
_
_
_
_
_Halo 😄
meskipun ga aku balas, aku baca komen-komen kalian hehehemakasih ya udah mau baca

KAMU SEDANG MEMBACA
Be My Bu ~ Jadilah kekasihku
Novela JuvenilLanjutan kisah EMBUN dan RAIN bisa dibaca di KBM / KARYAKARSA dengan judul DIPERISTRI PAK RAIN Kisah BENING : SHE IS NOT MY SUGAR MOMMY _ _ _ Banyu Bening Pradipta dan Embun Sky Jordan adalah saudara kembar satu ibu beda ayah. Kelahiran mereka dalam...