03 (khotmil)

604 64 4
                                        

Ada yang kangen Gus Asad??

Icha??

Mana nih vote coment nya??

Happy reading
_______________________

Acara yang di tunggu telah tiba. Khotmil qur'an bil ghoib kali ini menyajikan 300 santri santriwati yang akan mengikuti khataman.

Salah satunya adalah Khadijah yang mampu mengikuti khataman hanya dalam kurun waktu satu tahun ini.

Dan rupanya Allah swt telah menyiapkan skenarionya yang paling indah.

Kali ini Khadijah berhasil menjadi hafidzah dengan kurun waktu tercepat dan hafalan terlancar.

Acara telah selesai, kini tiba saatnya para santri dan santriwati yang akan keluar pesantren untuk sowan meminta restu dan ridlo pada sang Kyai.

Banyak santriwati yang bertugas di ndalem tengah sibuk melayani para tamu. Termasuk Khadijah yang di minta untuk menyuguhkan minum pada salah satu tamu spesial Abah yai.

Bagaimana tidak spesial, karena yang lain di ruang tamu tapi tamu kali ini di taman belakang dengan bergelar tikar seperti keluarga yang tengah piknik.

Terlihat disana ada seorang pria paruh baya yang tengah bercengkrama dengan Abah yai.

Disampingnya ada seorang perempuan paruh baya yang sepertinya istri pria itu.

Kalau di lihat dari penampilan mereka sepertinya tak jauh berbeda dengan Abah yai.

Sedangkan di depan mereka ada seorang pemuda dengan balutan koko putih dan peci hitam yang tengah duduk dengan takdim Layaknya kang santri pada kyai nya.

Khadijah mendekat dengan takdim membawa 4 cangkir teh untuk di suguhkan.

"Permisi, silahkan diminum," ucap Khadijah Masih dengan menundukan kepalanya.

"Terimakasih nduk," jawab perempuan paruh baya itu.

Khadijah hanya mengangguk kemudian undur diri tanpa melirik siapa kang santri tersebut tapi dari suaranya samar-samar seperti pernah dengar.

"Mb Dije dari mana?" pertanyaan Hida sukses mengembalikan Khadijah dari dunia penasarannya.

"Hida, bikin kaget aja deh."

"Ish ditanya malah balik tanya," gerutu Hida.

"Iya ini dari taman belakang ndalem tadi di suruh nyuguhin tamu."

"Wahhh tamu nya cewek apa cowok tuh?" tanah Hida antusias.

"Paruh baya," jawab Khadijah sekenanya.

"Welehhhh tak kira kang santri guanteng," gerutu Hida.

"Iya sih tadi sepertinya ada kang santrinya tapi aku tidak tau siapa dia," jawab Khadijah seraya melangkah menuju kamar.

"Ish mbak Dije kok Hida di tinggal ih," ujar Hida seraya berlari menuju Khadijah yang tengah berjalan menuju kamarnya.

Khadijah merebahkan diri di ranjang, mencoba menghalau rasa lelah setelah kegiatan panjang acara tadi.

Tabarrukan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang