Catatan Begundal:
Hewo!
Oke, ini bagian kedua, ya! Minggu kemarin mungkin banyak yang sedih sama isi ceritanya. Tenang, bagian ini gemesin lagi, kok. Hehe.
Oh, iya. Aku kepikiran untuk bikin tema livestreaming lagi. Berhubung Levi dan Eren sempat pisah ranjang. Jadi, mungkin kalian ada yang ingin mengajukan pertanyaan seputar pengalaman Rivaere selama isolasi mandiri? Hmm. Tidak ada batasan jumlah pertanyaannya. Aku akan lanjut membuat chapter selanjutnya kalau pertanyaannya sudah cukup banyak, ya. Seperti sebelumnya, pertanyaan kalian akan dijawab oleh pasangan Daddy dan Baby satu ini. Xixixi.
Yuk, silakan tanya. Hahahahaha.
Biar kalian tidak bingung, aku ingatkan lagi tentang denah rumahnya Levi dan Eren. Kalau kalian ingat chapter livestreaming sebelumnya, nah itu adalah ruangan yang Eren pakai sewaktu ngerjain tugas di sini.
Tanpa merasa bosan, aku kembali mau kasih tahu kalian untuk tetap jaga kesehatan! Jangan lupa vaksin juga, ya.
Akhir kata, selamat membaca!
.
.
.
.
.
Ada yang berubah dari pola pikir Eren selama merasakan—secara langsung—kondisi keluarga penderita covid-19. Walaupun bukan sebagai penderita seperti Levi, tapi ia tetap merasakan apa yang orang-orang di luar sana rasakan. Gelisah, panik, sedih, dan harapan. Semua bercampur menjadi satu. Bahkan sempat membuat tubuhnya hampir tumbang karena tidak terbiasa dengan semua kesibukan di rumah.
Beberapa kali pemuda tinggi itu akan merenung saat malam hari. Pikiran terlalu kalut. Tak bisa tidur setelah mendengar suara batuk Levi dari kamar tamu.
Ada satu hal yang selalu muncul di dalam kepala Eren.
Jadi, beginikah yang dirasakan oleh keluarga penderita covid lainnya?
Bila harus membandingkan, mungkin kondisi Levi dan Eren tidak seburuk yang dialami oleh orang lain. Setidaknya, mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan penting seperti obat, vitamin, peralatan medis untuk memantau kondisi pasien, bahkan tabung oksigen. Pun, mereka tidak perlu pusing memikirkan berapa banyak biaya yang keluar untuk keperluan lainnya.
Singkat kata, kondisi keuangan Levi dan Eren termasuk dalam golongan sangat cukup.
Lalu bagaimana dengan penderita covid lain di luar sana? Apakah mereka juga memiliki keberuntungan yang sama? Apakah mereka mampu memenuhi keperluan penting agar cepat pulih?
Berbagai pertanyaan serupa selalu berputar di kepala Eren selama beberapa hari. Tak hanya gelisah memikirkan sang kekasih, tapi ia juga membayangkan keadaan keluarga penderita covid yang mungkin kondisinya lebih buruk.
Selain itu, Eren juga lebih mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi.
Dulu, ia tidak peduli bisa bernapas dengan leluasa. Merasakan udara segar yang membuat paru-paru bekerja. Lalu kini, ia sudah merasa sangat senang ketika dapat melepas masker, mengirup udara dengan bebas barang sejenak.
Dulu, ia sengaja tidur larut hanya untuk menyelesaikan drama korea. Tak peduli bila harus bangun siang. Sekarang, tidur adalah aktivitas yang paling Eren tunggu. Ia tidak lagi membuang waktu istirahat dengan percuma.
Dulu, ia sering lupa makan. Terkadang merasa malas sampai Levi harus turun tangan. Sekadar memberikan ceramah sembari menyiapkan makanan untuknya. Kini, Eren tahu rasanya hampir pingsan. Tahu dan paham ketika tubuhnya siap mengibarkan bendera putih. Hingga akhirnya ia tak lagi menyia-nyiakan waktu untuk makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Home [Rivaere]
Fanfiction[BL] [BOY X BOY] Ini adalah kumpulan cerita Levi dan Eren selama masa pandemi dan harus mengikuti masa karantina di rumah. Apa saja yang mereka lakukan? Yuk, kita intip! . . . Rivaere. Rate T+. Daily routine. Romance. Humor. Couple lifestyle. L...
![From Home [Rivaere]](https://img.wattpad.com/cover/225338622-64-k581218.jpg)