Warning! 21+
Pria berkuasa itu tak pernah mengira bahwa dirinya akan tersedot kedalam lubang terdalam pada diri gadis lemah didepannya. Sekuat apapun ia menjauh, tetap saja tarikannya sangat kuat hingga ia harus tersungkur tunduk dihadapannya. Apa...
Dalton masih duduk di mobil sambil mengamati pergerakan lincah gadis ditoko bunga itu. Senyum samarnya terlihat tak berhenti dari tadi. Tatapan teduh penuh rindu menghiasi mata coklatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ternyata seperti itu tampilan Easy sebenarnya. Seorang gadis cantik yang ramah dan lincah. Dan Dalton tak pernah melihatnya selama di mension. Mungkin karena gadis itu tertekan oleh sikapnya waktu itu.
Kemarin, begitu melihat sosok Easy, Dalton langsung menyuruh anak buahnya mencari informasi mengenai keberadaan Easy di Madrid. Sebab setahu Dalton, Easy tinggal diwilayah Florentina.
Akhirnya Dalton menemukan tempat ini. Sebuah kafe kecil dan toko bunga di pinggiran kota Madrid tempat Easy melakukan usahanya. Walau sejatinya Dalton sendiri tak percaya bagaimana bisa seorang putri dari milyarder sekelas Alvaro puas hanya dengan membuka usaha kecil seperti ini...
Apa Easy masih ingin menyembunyikan identitasnya sebagai putri Alvaro? Pikir Dalton tak mengerti.
Dalton akhirnya turun dari mobil dan berjalan mendekat ke arah toko bunga. Ia berusaha memilih rangkaian bunga sambil sesekali mengamati tingkah laku Easy dari dekat. Namun sayang... Gadis itu tak tertarik melihatnya sama sekali. Ia masih sibuk melayani pengunjung lain.
Setelah memilih secara sembarang satu buket bunga, Dalton kemudian berjalan ke meja kasir tempat Easy dan satu pekerjanya berdiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bisakah ini dibungkus yang rapi? " Pinta Dalton sambil menyerahkan buket bunganya.
Mata Easy membulat tak percaya.
"Bukankah anda yang menemukan bross saya tadi malam? "
Dalton tersenyum lega. Ia bersyukur Easy masih mengingatnya dipertemuan semalam.
"Rasanya kita belum berkenalan... " goda Dalton sambil tersenyum.
"Oh iya.... " Lalu Easy mengulurkan tangannya "Easy! " lanjutnya
Dalton menjabat tangan Easy sambil menjawab, "Dalton! "
"Jika anda berkenan, saya akan mentraktir secangkir kopi di kafe sebelah sebagai ucapan terimakasih saya ....." tawar Easy dengan sedikit ragu.