Extra Part II

661 85 49
                                        

Aku menggeleng lesu setelah keluar dari kamar mandi. Aku gagal lagi. Ya tentu saja kami berdua.

Mungkin belum di beri kesempatan.

Pak Jungkook langsung mendekap tubuh ku erat - erat.

" Enggak apa - apa. Mungkin kita yang belum siap punya momongan."

Kemarin setelah tiga hari aku mengeluh sakit dan mual. Pak Jungkook mengira aku hamil dia terlihat heboh dan semangat. Begitu juga Mama Pak Jungkook yang kini sudah menjadi Mama ku sendiri. Membelikan berbagai macak tespack untuk ku.

Namun ternyata Tuhan belum memberikan kami rejeki.

" Mungkin usaha kita kurang Hyo.."

Aku menyenggol lengan Pak Jungkook keras.

" Mana ada!  Bapak sama saya kan setiap hari udah buat dede bayi. Di kamar, di Mobil, di dapur, di ruang tamu bahkan di kamar mandi."

Pak Jungkook langsung terbata - bata.

Baru saja Pak Jungkook akan membuka mulut aku langsung memotong.

" Apalagi? Gayanya kurang  pas?."

Pak Jungkook mengangguk - anggukan seperti boneka.

" Badan aku sampe sakit lho. Di borgol, di iket - iket! Lebam di mana - mana." Bentak ku yang melihat eksperesi cengiran Pak Jungkook.

" Hyo yuk belajar ngomongnya di saring."

Pak Jungkook mencium kening ku dan mencubit pipi ku gemas.

" Saya sayang sama kamu. Makanya saya iket."

" Enggak sekalian kepala saya di tusuk?."

" Bercanda Hyo.."

Pak Jungkook mencium bibir ku singkat dan atensinya mengarah pada beberapa map.

" Pak.."

" Iya?." Jawabnya tanpa menoleh kearahku.

" Kita konsultasi aja sama kanjeng mami." Ujarku yang memeluk Pak Jungkook dari belakang.

" Kanjeng mami itu aneh."

" Apa bedanya sama Bapak?."

" Kadar nya beda lho. Lebih berat kanjeng mami sama raja comblang."

Pak Jungkook mengusap - usap kepalaku meski salah tangannya sibuk memegang salah satu dokumen.

For your information. Aku dan Pak Jungkook kembali dari Brooklyn dan karena rasa rindu jadilah Kanjeng Mami memintaku menginap di rumah.

Aku menyandarkan kepalaku dengan tenang di balik punggung Pak Jungkook.

••○••

" Yaudah enggak apa - apa. Masih bisa usaha lagi kan? Lagi pula kalian ini juga masih pasutri muda." Mama langsung memberikan ramuan pada pasutri yang kini memandangnya ingin tau.

" Kookie mau pake obat kuat gak?."

Mama Pak Jungkook menyelesaikan kata - katanya sebelum wajah Pak Jungkook menahan merah.

" Yaudah program bayi tabung aja boleh." Lanjut Mama

" Boleh Enggak Pa kalau Jihyo ikut program bayi tabung?." Tanya ku pada Papa mertua alias raja comblang.

" Jangan kasian debay nya masuk tabung! Apalagi tabung ijo! Cuma untuk kaum raskin!!."

Aku menghela napas, memijat kepala melihat tingkah konyol dari Papa .

 Playboss [BOSS Kampret]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang