[Edited]
--> Author Pov
"Pokoknya elu harus dateng ke ultah Mega ,Vin! Ajak tuh om Carl sekalian !" Dhika dengan sangat bersemangatnya memberitahu Vino perihal pesta ultah Mega yang ke 20 .
"Hehe , aku tanya Carl dulu ya Dhika . Mungkin dia ada acara lain nanti ?" Vino dengan ragu meraih HP barunya pemberian dari Carl . Vino pun menjauh dari Dhika.
"Tuut!"
"Ya. Ada apa Pretty Boy?" Terdengar suara Carl diseberang sana.
"Dhika mau mengadakan pesta ultah untuk Mega malam ini . Apa kamu bisa datang ?" Tanya Vino agak ragu.
DEG.
"Jam berapa ? Aku pulang jam 3 sore." Ucap Carl. Sedikit gemetar karena ini bersangkutan dengan Dhika.
"Kata Dhika jam 8 , tapii aku disuruh bantu-bantu untuk mempersiapkan pestanya." Jelas Vino pada Carl.
"Kalau begitu nanti aku jemput kamu."
"OK."
"Kamu sudah istirahat ?"
"Mm? Iya. Kamu sendiri ?"
"Yaa .... sedang makan. Kamu sudah makan ? Obat kamu sudah kamu makan ?"
"Sudah semua Carl . Tadi diingetin Dhika juga hehe "
"Ada apa ? Kok kamu ketawa ?"
"Tadi Dhika bilang sayang ke Mega . Eh, Mega malah muncratin minumnya ke muka Dhika . Hehehehe lucuu banget !" Cerita Vino sembari memperhatikan Dhika yang sedang bermesraan dengan Mega.
"Hmmm. Pasti lucu banget ya wajah Dhika saat itu , hehe ."
"Carl udah , ya ! Dhika udah manggil , tuh ! Daah !"
"Daah."
Vino menutup telponnya . Dusta bila Vino mengatakan Dhika memanggil dirinya . Tapi Vino masih merasa sangat bersalah pada Carl.
Tolonglah! Hilangkan perasaan ini . Perasaan yang hanya membuat Dhika dan Carl kesusahan . Hilanglah ! Pergi jauh-jauh dari hatiku !
Vino memegang dada kirinya yang terasa nyeri.
Bila bisa aku ingin mengganti perasaan ini. Ubahlah cinta ini pada Carl yang dengan besar hati mau menampung orang yang seperti aku ini. Kumohon hentikan perasaan ini !
Vino meneteskan air mata karena tak berhasil menahan perih di dadanya.
"Kamu gak apa ?" Sebuah tepukan ringan mendarat di pundak Vino.
"Gak apa . Cuma lukaku rasanya nyeri." Spontan Vino menjawab pertanyaan Mega.
"Eh ! Tadi , kan kamu udah minum obat ?! Apa salah obat ?!" Perhatian Mega memang sama dengan perhatian Dhika . Mereka adalah pasangan yang serasi.
"Udah ah . Balik ayo !" Senyum Vino yang palsu menghiasi wajahnya.
*_*_*_*_*_*
"Langsung kerumah Dhika ?" Tanya Carl saat Vino sudah masuk kedalam mobil.
"Kerumah sakit dulu . Aku rindu kak Dona." Jawab Vino sembari memasang seatbelt nya.
Mobilpun melaju menuju rumah sakit . Selama perjalanan Vino hanya diam sambil mendengarkan Carl bercerita harinya . Terkadang Vino mengangguk atau tersenyum untuk menanggapi Carl.
Sesampainya di rumah sakit Vino langsung disambut oleh dokter Aldi yang merawat Dona. Carl berjalan dibelakang Vino sambil memperhatikan bagaimana Vino berinteraksi dengan sekitarnya.
"Dokter baru makan , ya ?" Tanya Vino pada Dokter Aldi.
"Wih ! Tahu darimana kamu ?! Mata-mata ,ya ?!" Dokter Aldi kaget dengat pertanyaan Vino.
Vino menunjuk ke arah wajah dokter Aldi . " Itutuuuh ! Dibibir dokter ada nasinya !"
"Ooohh !Dari ini , toh !" Dokter Aldi mengambil sebutir nasi yang telah lama bertengger disana dalam waktu yang cukup lama lalu memasukkannya kembali ke dalam mulut.
"Iiiih! Jorok banget !" Vino dengan wajah jijik mulai menjauhi dokter Aldi. Yang dijauhi hanya cengeesan.
Mereka bertiga memasuki ruangan K28B . Tempat Dona dirawat semenjak Vino keluar rumah sakit . Tempat Dona dulu . Sebenarnya Carl kekeuh menempatkan Dona diruang VVIP , tapi Dona pasti kesepian tanpa Vino .
"Vino !" Pekik Dona senang. Dona melebarkan rentangan tangannya.
" Kangeen !"
"Aku juga , Kak!"
"Eh ! Ada Aldi toooh !" Cengir Dona pada Dokter Aldi.
"Cium ,dong ! Kangen nih !" Goda Dokter Aldi sembari menyodorkan pipinya pada Dona.
"Iiihh! Geniit !!"Suara pria dengan topi bisbol di pojokan ruangan membuat Dona dan Vino cekikikan , sedangkan dokter Aldi malah mengerucutkan bibirnya.
"Dokter cabul , deh !" Ucap gadis yang masih terlihat sangat muda yang ada di kasur nomor 2 dari pojokan kamar.
"Aku aja yang nyium !" Ucap cowok rempong yang memanyunkan mulutnya yang sudah berdiri disamping Dona.
Canda tawa pun meledak diruangan inap itu yang dihuni oleh 4 orang pasien . Termasuk Dona tentu saja.
"Hai, Carl ! Apa kabar ?" Tanya Dona dengan senyumnya yang tak layu.
"Baik sa. . . " belum sempat Carl menjawab pertanyaan calon kakak iparnya itu , dokter Aldi sudah menarik kursi dorong Dona mendekati kerumunan pasien kanker dan Vino yang tengah mengeluarkan setumpuk kartu tarot. Carl tersenyum melihat senyuman indah milik Vino.
Sudah 2 jam mereka bersenda gurau kini saatnya Vino dan Carl pergi. "Ini." Dona menyerahkan kotak kecil pada Vino. "Kado buat Mega ." Ucap Dona yang disambut anggukan semangat dari Vino
"Aku pulang dulu , Kak!" Para pasien diruang itu pun melambaikan tangan mengantar kepergian Vino dan Carl.
"Orang-oranv yang ceria , ya !" Ucap Carl yang hanya mengamati orang-orang baru yang ditemuinya.
"Iya. Mereka sangat menyenangkan ." Wajah Vino terlihat sangat ceria. Carl pun ikut tersenyum.
*_*_*_*_*_*
Pesta dirumah Dhika untuk Mega hanya dihadari oleh teman-teman dekat mereka . Musik rock dan melow bergantian disetel . Dhika dan Mega memiliki selera musik yang berbeda.
"Gua heran ama Mega . Kenapa juga dia bisa suka sama lagu rock !?" Ucap Dhika agak sarkas.
"Semua orang punya indera pendengaran yang berbeda , kan !" Vino menanggapi Dhika dengan cepat.
"Dengerin Vino , tuh !" Sembur Mega .
Meski Carl duduk disamping Vino , dia tetap tak mengerti apa yang mereka bicarakan . Tapi ada satu hal menyakitkan yang dimengerti oleh Carl. Satu hal yang hampir mustahil untuk diubah.
DEG.
Cintanya takkan pernah terbalas.
Carl meringis memikirkan nasibnya yang begitu buruk.
"Drrrt." HP Vino bergetar .
"Hah?!" Vino tak mendengar apa yang dikatakan oleh orang diseberang sana. "Kamu cari tempat yang agak sepi aja !" Carl memberi masukan yang dibalas anggukan dan senyuman kecil dari Vino .
Vino pun pergi ke teras.--Sepuluh Menit Kemudian--
"Vino lama dah" kesal Dhika yang mulai panik . Carl yang sudah panik sejak detik ke 60 langsung berdiri mencari Vino diteras.
Carl melihat Vino tengah memeluk lututnya di samping tiang besar rumah Dhika. Terlihat air bening mengalir dengan suksesnya di pipi Vino. Tubuhnya bergetar hebat . Suara isakan terdengar jelas ditelinga Carl
.
.
.Hope you Happy Reading this Shit :*

KAMU SEDANG MEMBACA
18+ Matahari Tak Selamanya Bersinar [Tahap Perbaikan]
RomanceDhika seorang straight yang berteman dengan Vino seorang gay. Namun fakta Vino gay hanya di ketahui olehnya sendiri dan buku diarynya. Namun suatu hari buku biru kecil itu hilang. Vini kalap mencarinya kemana-mana. Lalu suatu hari lembaran buku itu...