Bagian 19

6.8K 441 10
                                    

[Edited]

Entah sudah berapa jam yang dihabiskan Carl dan Keny dalam membicarakan rencana kerjasama besar-besaran yang mereka susun sejak seminggu yang lalu. Bahkan mereka tak sadar atas kehadiran Vino, Mega dan Dhika kedalam apartemen itu.

"Kalian mau minum apa ?" Tanya Vino pada Dhika dan Mega yang mengikuti Vino menuju dapur melewati Carl dan Keny.

"Orange juice." Jawab Mega.

"Cola dingin , dah !" Dhika merangkul bahu Mega. Vino pun menyiapkan minuman mereka berdua lalu ikut duduk di meja makan berhadapan pada Mega dan membelakangi ruang tamu.

"Eh! Tuh, cowok siapa deket-deket Oom Carl ?" Tanya Dhika menyruput colanya. Vino membalikkan untuk melirik Carl dan Keny.

"Sekretaris Carl." Vino bangkit dari duduknya lalu menyalakan kompor dan menaruh teko diatasnya.

"Mau ngapain lagi ?" Tanya Mega memperhatikan Vino

"Buatin kopi." Vino mulai sibuk dengan keramik indah milik Carl.

"Abang itu baik ya !" Ucap Mega lalu menopang dagunya.

"Baik gimana coba ?" Tanya Dhika agak ketus.

"Wah! Kok ketus gitu , sih ?" Vino menimpali.

"Lha ! Yang ketus sapa ?! Kagak tuh !" Dhika masih tetap dengan nada ketusnya.

Vino dan Mega terkikik pelan melihat rona merah dipipi Dhika. Vino sudah selesai membuat kopi . Dia pun menaruh dua cangkir keramik itu didekat Carl dan Keny.

"Bahkan mereka tidak sadar kita seberisik ini. " Ucap Mega.

"Mereka sangat serius." Vino membenarkan.

"Kek ngeliat bokep aja dah tuh !" Seketika Mega dan Vino menatap Dhika horror. Yang ditatap malah asyik meminum colanya .

*-*-*-*-*-*

"Sejak kapan disini ada kopi?" Keny mengerjapkan matanya . Refleks atau apa mata Carl beralih kearah dapur dimana Vino tengah memasak dibantu oleh Mega sedangkan Dhika hanya mengoceh melihat Vino dan Mega mengoceh.

"Eh! Mereka udah kembali kedunia nyata." Spontan Mega yang melihat Carl dan Keny menghentikan kegiatan mereka.

"Hei! Udah pulang toh ! Maaf kami terlalu serius." Ucap Carl menuju dapur.

"Tidak apa . Tapi kamu tidak jadi liburan ya . " Vino mengatakan itu dengan cemberut membuat Carl gemas sendiri.

"Pindah kantorlah ! Kagak liburan !" Timpal Dhika.

"Hehe. . . Semuanya harus sempurna. Itulah motto dari presdir kami ini." Jelas Keny dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

"Abang juga perhatian." Ucap Mega.

"Hati-hati . Nanti Dhika cemburu lagi." Ujar Vino menahan tawa menggoda Dhika yang wajahnya memerah menahan api cemburu.

"Gimana bisa ?" Tanya Carl yang tak mengerti apapun

"Tadi Mega bilang kalau sekretaris kamu itu keren." Jelas Vino sambil melirik Dhika.

"Wah! Masa' aku keren! Heheh makasih . Namaku Keny jadi jangan panggil sekretaris oke !" Ucap Keny tetap dengan senyuman . Mungkin itulah yanh disebut senyum bisnis.

"Kak Keny keren badai, lho !"Seru Mega sambil mengangkat jempolnya ke arah Keny.

"Kalo Mega imuut badai !" Balas Keny . Vino cekikikan melihat Dhika yang menahan marahnya sedangkan Carl hanya geleng-geleng.

"Gua minta minum yang dingin!" Teriak Dhika yang membuat suasana agak tegang.

"Cepetan." Dhika menatap tajam Vino. Vino pun segera mengambil cola di kulkas.

Dhika meminum colanya secara membabi buta . Lalu berjalan kearah Keny . "Lu emang keren ." Ucap Dhika dengan wajah serius.

"Pfffft! Dhika frustasi !" Tawa pun pecah dari bibir Vino yang diikuti oleh Mega dan Carl lalu Keny. Dhika masih menekuk wajahnya .

Dhika Ngambek.

*-*-*-*-*-*

yuk Vote ama Comment ye jangan lupa :v
lope youuuuu :*

18+ Matahari Tak Selamanya Bersinar [Tahap Perbaikan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang