[Edited]
Cieee yang ceritanya ngebosenin cieee :v
•••Pov Gua•••
"Besok kita ketemu orangtuaku , ya !"Ucap Carl seusai membenahi dokumennya.
"Eh!? A-apa mereka tau ten-tentang kita?" Dengan gugup Vino bertanya.
Mendengar ucapan gamblang Carl seketika membuat Vino gugup. Bagaimana tidak? Hubungan mereka ini salah. Meskipun begitu hanya dengan ini Vino bahagia. Bertemu dengan calon mertuanya membuat Vino langsung mengimajinasikan apa pendapat mereka tentang dirinya.
°°°Imagination Start°°°
"Jadi kamu yang namanya Vino?" Tanya ibu Carl yang entah kenapa wajahnya blur. Namun tersirat rasa tak suka disuaranya.
"Orang yang hanya menginginkan harta putraku saja." Ujar sang ayah melipat tangan didadanya.
Atau,
"Waah! Mantu mama cakep bangeet!" Dengan nada riang sang bunda memeluk Vino.
"Putraku sangat beruntung mendapatkanmu." Ujas sang ayah sembari mengusap kepala Vino.
Atau,
"Plak!Jangan rusak anakku!"
"Menjijikkan!"
"Sampah!!"
"Vino kamu kenapa?" Usapan lembut dibahu Vino membuatnya sadar dari semua lamunan ngawurnya. Keringat dingin bercucuran dan wajahnya pucat serta gemetaran.
Selama ini Vino tak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti Carl akan mengajaknya untum bertemu dengan orangtuanya. Vino sungguh gugup dan takut . Namun juga senang itu artinya Carl serius akan hubungan tak lazim ini.
"Are you scared ?" Tanya Carl hati-hati sembari memeluk tubuh mungil Vino. Mengelus rambut halusnya hati-hati dan penuh cinta guna menenangkan pasangannya.
"Aku takut bila mereka tak menyukaiku nanti Carl." Ucap Vino dengan suara gemetarnya dan ada sedikit air menggenang dipelupuk matanya.
"Dont worry about that , Honey! Sejak awal orang tuaku tau bahwa aku gay. Jadi mereka pasti akan langsung menyukaimu." Ucap Carl tersenyum sembari mengangkat dagu Vino guna berhadan dengan wajah tegasnya.
Mata Vino melebar dan bibirnya menganga. Dia tak percaya akan apa yang dia dengar. Kemungkinan dia diterima adalah 95% .
"Aku harus pakai apa ?" Tanya Vino bingung harus bagaimana .
"Pakai saja tuxedo yang aku belikan . Ada dikamar kita. Nanti kau akam kujemput pukul 7 , ajak juga saudaramu yang lain." Carl mengusap pipi Vino yang merona. Mengecup bibir Vino sebentar dan segera berlalu.
♠MTSB♠
"Bertemu besan , heh!" Ucap Maya yang kini mulai mengikat tali sepatu heelsnya. Maya mengenakan setelan dress berwarna biru langit dengan belahan di pangkal paha. Serta payet di bagian dadanya.
"Heheh. Berarti sebentar lagi akan ada yang menikah!" Seru Lukas dengan setelan jas biru laut yang membuatnya makin manis.
"Kak Vino dan Om Carl , kah ?" Tanya Rama dengan mata berbinar memandang takjub Lukas. Rama mengenakan setelan jas warna biru dongker dengan dasi kupu berwarna merah . Sungguh manis.
"Sudah ,ah! Kalian membuatku maluu!" Vino yang sudah siap dengan tuxedo warna baby blue nya menutupi wajah bersemunya yang sungguh manis.
Entah kenapa, 3 orang lelaki itu terlihat begitu manis . Tentu mereka tampan , namun manis . Tidak gagah. Seperti memang begitulah seharusnya.
"Cus ,ah! Udah jam 6.45 , nih! Nunggu dibawah aja , hayuk!" Maya , si Kakak yang tertua setelah Dona melangkah sambil menggandeng Rama. Lukas dan Vino berjalan dibelakangnya meninggalkan apartemen milik Carl.
♠MTSB♠
"Mereka baik dan ramah pada semua orang. Termasuk pada makhluk yang manis." Jawab Carl atas pertanyaan Lukas yang dia ajukan begitu mobil Carl sudah ada didepan gedung apartemen.
"Bisa bahasa?" Kini Maya yang bertanya. Carl melihat sekilas Maya melalui kaca begitu pula Maya yang melihat Carl.
"Bisa. Lumayan lancar untuk ukuran orang asing yang tinggal disini selama 2 bulan." Carl menjawab dan hening.
Sekitar 15 menit dijalan kegugupan Vino makin menjadi ketika mobil Carl makin pelan. Vino melihat sebuah restoran western didepannya. Banyak mobil mewah yang terparkir disana. Sudah pasti tempat itu sangat mewah dan mahal.
Carl membuka pintu mobil untuk Vino dan untuk ketiga saudaranya. Menjadi seorang gentleman itu tak susah. Menarik tangan Vino dengan lembut dan membawanya masuk terlebih dahulu.
"Selamat datang tuan Carl. Nyonya Katherin dan Tuan Toni sudah menunggu didalam." Seorang pelayan wanita langsung menyambut kedatangan mereka.
Terlihat ditempat yang ditunjuk oleh si pelayan . Seorang wanita paruh baya dengan gaya elegan tengah menenggak wine serta seorang pria paruh baya dengan gaya parlente yang tengah mengetukkan jarinya ke meja sambil mendengar alunan musik dari sang pianis.
"Mom! Dad!" Sapa Carl langsung mengambil tempat dikursi yang disediakan.
"Is this the boy ?" Tanya sang ibu dengan senyum bahagia diwajahnya. Carl mengangguk bangga.
"And his family." Vino yang gugup mulai rileks ketika menjabat tangan dan mendapat senyuman hangat dari Mam dan Dad-nya.
"Kapan nikah ?" Tanya sang ibu antusias. Semburat merah muncul dipipi Vino dan suara bariton Carl terdengar.
"Lusa."
Vino membelalakkan matanya. Sang ibu , Maya serta Lukas terpekik bahagia. Sang Ayah tersenyum tipis dan Rama mulai menelan ludah melihat makanan lezat didepannya.
♠The End♠

KAMU SEDANG MEMBACA
18+ Matahari Tak Selamanya Bersinar [Tahap Perbaikan]
RomansaDhika seorang straight yang berteman dengan Vino seorang gay. Namun fakta Vino gay hanya di ketahui olehnya sendiri dan buku diarynya. Namun suatu hari buku biru kecil itu hilang. Vini kalap mencarinya kemana-mana. Lalu suatu hari lembaran buku itu...