[Edited]
-->Carl POV
"Sekarang coba jelaskan kenapa sampai si Vino nangis histeris?" Tanya Keny yang membuat kepalaku makin pening.
"Jangan bersikap kayak cewek! Kita ini sedang bekerja." Aku berucap dingin tetap dengan memandang proposal bisnis dari India.
"Fine. Istirahat nanti akan kutagih ceritamu. Oh, ya ! Pak Bobbi akan kesini." Aku langsung melihat Keny tajam. Mau apa pria biadab itu denganku?
"Tok. Tok. Tok."
"Well. Its sound like he is already here." Damn . Aku bahkan tak ingin melihat wajah topengnya itu.
"Selamat siang." Ujarku basa-basi sambil menjulurkan tanganku. Dengan angkuhnya Bobi melihatku sekilas tak menjabat tanganku .
"Siapa kau berani benar membawa Vino !" Hardiknya .
"Siapa anda melarang Vino seperti itu ?"
"Dia putraku." Dia melotot melihatku . Menggelikan.
"Yang meninggalkannya di pekan raya ?" Aku melihatnya memucat.
"Kau tak tau apa-apa!" Dia tetap tak mau kalah dariku. Begitu rupanya. Ini adalah gengsinya.
"Justru anda yang tak tau apa-apa. Kematian Dona adalah akibat anda juga." Kini matanya seakan hampir keluar.
"Jadi . . . Dona memang. . . " Dia menggantungkan ucapannya. Ok . Perkataanku sangat tidak dewasa . Aku terbawa emosi.
"Panggil security dan buang orang ini." Ucapku pada Keny dan dia langsung menurutinya.
FUCK. Kepalaku benar-benar pusing.
*-*-*-*-*-*
Aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Aku ogah bila harus mendengar celoteh ngawur dari Keny. Kenapa juga aku bisa suka dengan orang itu . Otakku memang aneh.
"Kok sudah pulang ? " Tanya Vino yang keluar dari ruang cuci. Aku menghampirinya dengan wajah kusutku.
"Kangen."Ucapku sambil memeluk pinggang kurusnya. Vino terkekeh saat aku menggelitik telinganya menggunakan hidungku.
"Ayo makan."Vino menangkup wajahku lalu mengecup bibirku.
"Makan kamu aja , ya !" Ujarku yang dibalas cubitan dibagian kiri bawah perutku.
Ya Tuhan. Lindungilah makhluk super manismu ini. Jangan biarkan apapun menyakitinya.
*-*-*-*-*-*
Voment jangan lupa
Eaaaaa Happy reading :v
udh 2 ribu yang baca :v wkwkwk
padahal cerita gua absurd gini :v

KAMU SEDANG MEMBACA
18+ Matahari Tak Selamanya Bersinar [Tahap Perbaikan]
RomantizmDhika seorang straight yang berteman dengan Vino seorang gay. Namun fakta Vino gay hanya di ketahui olehnya sendiri dan buku diarynya. Namun suatu hari buku biru kecil itu hilang. Vini kalap mencarinya kemana-mana. Lalu suatu hari lembaran buku itu...