Bagian 20

7K 452 8
                                    

[Edited]

"Kamu mau kemana ?" Carl bertanya pada Vino yang tengah mengenakan jaket jersey miliknya .

"Oh! Aku diajak Keny jalan-jalan. Nanti aku pulang jam 8 kok!" Vino pun segera pergi meninggalkan Carl yang tengah menggeratakkan giginya.

Carl lalu mengambil HP nya yg tergeletak di atas nakas ."Where will you go ?"

"Fuck! Just comeback quickly or I will make you go to the hospital." Carl mengerang sambil mengacak rambutnya.

Carl pun pergi menuju dapur kecilnya. Membuka kulkas dan mengambil sebotol air lalu menenggaknya.

"Dan sekarang aku harus bertemu klien." Carl menggigit bibir bawahnya. Buat apa Vino pergi dengan Keny. Fuck ! Aku tak tenang kalau seperti ini . Pergi ke toko buku untuk apa ? Sejak kapan orang macam Keny baca buku ? Fuck !!.

Carl pun menuju kamarnya lalu ke kamar mandinya. "Siap-siap tanpa disediakan makan. Luar biasa , Vin!"

*-*-*-*-*-*

"Heh!! Jadi kalian mantan kekasih ??" Vino membulatkan matanya mendengar penjalasan dari Keny tentang masa lalunya dengan Carl.

"Tapi aku gak pernah bosen lho kalo lihat Carl marah . So adorable !" Ucap Keny dengan wajah memerah. Menangkupkan tangannya di meja cafe.

Deg."Ngggg ! Lalu. . . "

"Hmm. Apa?" Keny melihat Vino yang agak ragu mengatakan ucapannya.

"Seks ?" Vino menatap Keny ragu.

"Oohh! Carl itu sangat luar biasa ! So huge and so gentle !" Keny tersipu mengingat perang ranjangnya saat bersama Carl.

"Dia akan mengatakan cinta lalu menciumku perlahan . Dia akan melumat bibirku dengan lembut dan menyesap lidahku dalam . Sensasi yang diberikan oleh ciuman Carl amat memabukkan. Lalu tangannya akan meraba tubuhku . Jari jenjangnya akan mengapit kedua putingku. Aahh. . . " Keny berhenti karena merasakan sesuatu mendesak celananya. Diapun mengambil nafas lalu dikeluarkan.

"Eh! Ya ampun Vino kamu mimisan!" Keny histeris melihat darah mengalir dari hidungnya.

Vino pun langsung memegang hidungnya dan segera berlari ke kamar mandi. Membersihkan mimisannya.

"Dan . . . kenapa kalian putus ?" Tanya Vino yang sudah menenangkan diri . Jiwa dan batangannya yang ternyata sudah siap tempur.

"Karena aku selingkuh. Kamu tahu , Carl itu terlalu baik dan dia juga posesif. Sedangkan aku orang yang mudah bosan dan bebas. Meski begitu kami adalah rekan kerja . Kami tidak akan membawa masalah pribadi kami pada pekerjaan kami . We are professional . And , well yeah , we are bestfriend now . Even I miss when we get lovey dovey ." Keny mengulum senyum manis .

"Mmm. Sudah jam 7.45 . Aku antar kamu pulang , ya !"

"Oh! Carl itu umur berapa ya ?" Tanya Vino.

"35. Hei kamu kan keponakannya kok gak tahu umurnya ? Udah tinggal bareng lagi. " Keny mengernyitkan dahinya.

Deg.Keponakan??

"Mmm. Aku jarang berkomunikasi dengannya."

Jadi kenapa Carl memintaku menjadi kekasihnya bila didepan mantannya saja dia bilang aku ini 'keponakannya' ??.

*-*-*-*-*-*

Happy Reading

18+ Matahari Tak Selamanya Bersinar [Tahap Perbaikan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang