👻Four👻

343 79 3
                                    

Halo, Call me Rein.

Jangan lupa emot hujannya!

Selamat membaca🤗

.
.
.


Malam ini terasa sangat dingin, tidak seperti biasanya. Shirra tidur dengan selimut dan penutup matanya. Hawa-hawa dingin terus berhembus membuat bulu kuduknya berdiri. Tiba-tiba saja jendela kamarnya terbuka bersamaan dengan angin yang berhembus kencang. Dia merasakannya, ada makhluk halus di dalam kamarnya.

"Chasper itu kamu?" lirih Shirra bertanya setelah membuka penutup matanya. Semoga saja dugaannya benar, Chasper mengerjainya.

Hening. Tidak ada jawaban sama sekali. Hanya terdengar suara jendela yang terbuka-tutup karena hembusan angin.

"Chasper, itu kamu, kan? Jangan nakut-nakutin dong!"

Masih tidak ada jawaban dari Chasper. Shirra akhirnya memberanikan diri untuk bangun dan menutup jendelanya. Dia juga penasaran dengan sosok makhluk halus yang berada di kamarnya.

Begitu Shirra bangkit dan mulai berjalan menuju jendela kamarnya, tiba-tiba saja dia berada di sebuah ruangan kosong. Ruangan itu sangat gelap gulita, bangunannya mirip sebuah gudang. Sekilas ada sebuah cahaya yang terlihat. Dia berjalan mengikuti arah cahaya itu dan langsung menutup mulutnya terkejut.

Di sana, terlihat seorang siswi sedang berkelahi dengan seseorang yang menggunakan topi dan masker, jadi wajahnya tidak terlihat. Seseorang bertopi itu tiba-tiba saja mengambil sebuah cutter dan berniat menusuk siswi tadi, tetapi siswi itu berusaha menahannya.

"Hati-hati!" teriak Shirra, tetapi percuma saja. Tidak ada yang bisa mendengarnya.

Karena kekuatan seseorang tadi lebih besar, siswi itu akhirnya tertusuk dan jatuh terbaring tidak berdaya. Darah terus mengalir dari perutnya, sedangkan seseorang tadi langsung kabur saat melihat siswi jatuh penuh darah.

Siswi itu langsung menoleh dan menatap ke arah Shirra. Tentu saja, Shirra sangat terkejut. Dia ingin lari dari tempat itu sekarang juga, tetapi kakinya mendadak tidak bisa bergerak. Siswi tadi masih menatapnya, kali ini tatapannya sangat tajam dan menakutkan. Tanpa terduga, siswi itu sudah berada tepat di hadapannya dengan tampang yang sangat mengerikan. Berbeda saat dia berkelahi dengan seseorang tadi. Kali ini, siswi tu berubah menjadi sosok yang menakutkan dan mencekik lehernya.

"Cari pembunuh itu!" teriak sosok menyeramkan itu mencekik leher Shirra dengan kuat.

Shirra tentu saja langsung berteriak sekeras mungkin.

"Aaaaa ..." Shirra langsung terbangun dari mimpinya dengan napas tersenggal.

"Hah, hah, untung cuman mimpi," gumamnya ketakutan. Mimpinya tadi benar-benar seperti nyata.

"Sekarang jam berapa ya?" tanyanya, lalu melihat jam dindingnya dan ternyata sudah pukul setengah tujuh pagi.

"Udah pagi ternyata. Aku harus siap-siap berangkat ke sekolah," Shirra berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap sekolah.

Selesai mandi, Shirra langsung turun ke bawah untuk sarapan. Dia belum melihat Chasper hari ini. Mungkin sahabat hantunya itu masih marah kepadanya, karena masalah seblak kemarin.

"Pagi, Bi," sapa Shirra seraya mencomot roti yang ada di meja lalu berjalan keluar.

"Pagi juga, Ra," Riana menatap heran keponakannya yang pergi terburu-buru. "Kamu gak akan sarapan, Ra?"

"Enggak, Bi. Udah telat, nanti aja di sekolah. Shirra pergi dulu ya, Bi. Assalamualaikum," teriak Shirra berlari keluar menuju Ojek pangkalan. Hari ini dan seterusnya, dia akan pergi ke sekolah sendiri. Dia tidak diantar-jemput bibinya, karena Rina sibuk bekerja. Dia bisa memaklumi itu, karena bibinya memang harus bekerja demi mencukupi kebutuhan mereka.

The Smoke of Despair (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang