Yasaya masih menginap dirumahnya, ia akan tinggal untuk sementara waktu lalu nanti ia akan kembali ke kostan nya.
Mendapati kabar bahwa teman semasa SMA nya yang selalu bersamanya pulang dari rantauannya membuat Yasaya senang. Ia masih teringat jelas pertemanan dirinya dengan Arta.
Pagi tadi, ia mendapati sebuah sambungan telepon dari temannya yaitu Arta. Mereka pun memutuskan untuk bertemu karna sudah lama mereka tak saling melihat satu sama lain. Karna kontak mereka pun sudah jarang semenjak mereka selesai SMA.
Yasaya sudah memutuskan tempat janjian mereka yaitu ditongkrongan lama mereka semasa SMA yaitu di jalan persimpangan jalan raya didekat jembatan. Semasa SMA mereka sering datang ke tempat itu, tempat biasa yang sering didatangi anak-anak muda yang menghabiskan waktunya.
"Bun, kakak pamit keluar ya" Ucap Yasaya memberitahu bundanya.
Yasaya menyalimi tangan Bundanya, ia sudah berpakaian lengkap untuk keluar.
"Mau pergi kemana emangnya kak?" Tanya Bunda.
"Ketemu temen lama. Udah lama banget kita belum ketemu semenjak lulus SMA Bun" jawab Yasaya.
"Yaudah. Hati-hati ya dijalannya" pesan sang Bunda.
"Siap Bund, Yasa pamit ya Bun"
"Iya, hati-hati"
Yasaya menaiki motornya dan langsung mengeluarkan nya dari dalam garasi. Dinyalakannya mesin motor itu dan tak lama suara adiknya terdengar jelas diindra pendengarannya.
"Kak Yasa mau kemana?" Tanya Silvi yang baru datang dari luar.
"Habis dari mana sil?" Tanya Yasaya balik karena melihat adiknya yang datang dari luar. Ia juga tidak tahu kapan Silvi keluar.
"Rumah temen sebentar. Kakak belum jawab, mau kemana?" Tanya Silvi lagi.
"Ketemu temen" jawab Yasaya singkat.
"Temen apa temen" Ucapnya mulai menggoda.
"Temen lah"
"Yakin?"
"Yakin. Dia kan cowok"
"Oh, kirain temennya cewek hehe" Silvi menyengir berdosa sudah menggoda kakanya.
"Kamu sendiri? Abis dari rumah temen apa temen?" Ucap Yasaya menggoda adiknya balik.
"Temen lah" sahut Silvi cepat.
"Yakin temen? Cewek atau cowok temennya?" Tanya Yasaya menyelidik dengan tatapan intens.
"Hmm..." Silvi menggaruk belakang kepalanya dengan bola mata yang menatap semua arah "Cowok...."
"Bilangin bunda ya....masa jam segini abis dari rumah cowok" ucap Yasaya.
"Bunda juga udah tahu kok. Kan cuma temen, lagian tadi abis nganterin bahan buat persentasi besok" Ucap Silvi.
"Beneran ya? Jangan dulu pacaran, fokus dulu sama sekolahnya. Sebentar lagi lulus loh" peringat Yasaya.
"Iya kakak iya. Fokus kok ini sama belajarnya, bakal dapet nilai terbaik bahkan nanti"
"Yaudah, kakak pergi dulu" Ucap Yasaya langsung ingin berjalan pergi.
"Dah kak, hati-hati"
****
Ternyata semuanya masih sama saat terakhir kali Yasaya main kesini. Tempatnya masih sama seperti dulu dan tak ada yang berubah. Kedai kopi yang bernuansa jaman dulu dengan beberapa angkringan disekitarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bang Paket ∆END∆
Humor"Permisi, paket" Gak tahu kapan pertama kali gue liat tukang paket, tapi pas waktu mau berangkat sekolah, gak sengaja dijalan ketemu sama Abang paket yang punya sejuta pesona. Siapa sangka, Abang paket yang suka nganterin paket dengan penampilan cir...