Sebari menunggu Arta yang katanya ingin mengecek Desiana dikarenakan membuat mie nya lama. Yasaya lebih memilih untuk mengecek ponselnya dan membalas pesan yang masuk atau hanya sekedar melihat instastory orang.
"Ini mie nya Bang, silahkan dimakan"
Kehadiran Desiana yang membawa semangkuk mie lalu menaruhnya di atas meja membuat fokus Yasaya langsung sepenuhnya pada Desiana dan segera mematikan ponselnya.
"Makasih ya Na" ucap Yasaya tersenyum senang mendapati semangkuk mie yang dibuatkan oleh Desiana.
"Iya bang, sama-sama" balas Desiana tersenyum.
Melihat kehadiran Arta dengan semangkuk mienya membuat Desiana ingin pergi dari sana.
"Mau kemana Des?" Tanya Arta memanggil kembali Desiana yang akan kembali ke meja makan.
"Lanjut makan"
"Disini aja. Gabung sama kita" Ajak Arta mengerti dengan keinginan hati Yasaya.
"Oh iya. Disini aja Na, biar rame" Tambah Yasaya dikarenakan ia ingin Desiana ikut makan juga bersamanya.
"Eh. Iya"
Yasaya senang ketika mendengar kalimat Desiana yang tidak menolak untuk makan bersama.
Melihat Desiana yang lebih memilih duduk disebelah Arta membuat Yasaya terus melirik ke arahnya. Mengapa Desiana tidak duduk disebelahnya saja.
Televisi didepan mereka menyala menampilkan tayangan film layar lebar luar negeri. Arta maupun Yasaya menikmati filmnya juga mie yang Desiana buat.
Pandangan Yasaya terus mengarah pada Desiana yang hanya diam saja disaat dirinya dan Arta terus mengobrol ringan. Padahal ia ingin sekali bisa mengobrol dengan nya.
Setelah Arta dan Yasaya selesai memakan mienya, Desiana dengan telaten membawa sekalian mangkuk kotornya bersamaan dengan piring bekas ia makan dan dibawanya ke dapur untuk ia cuci. Sungguh idaman bukan gadis seperti Desiana ini pikir Yasaya.
Yasaya bangkit dari duduknya tak lama setelah Desiana pergi.
"Mau kemana Sa?" Tanya Arta Langsung ketika melihat Yasaya hendak berjalan.
"Minta minum boleh?"
"Oh iya lupa. Belum minum ya? Ambil sendiri aja ya tuh didapur, kalo gak tahu tanya Desi aja" ucap Arta.
Yasaya mengangguk dan berjalan ke arah dapur. Belum langsung ia mengambil minum, Yasaya lebih memilih untuk berhenti tak jauh dari tempat Desiana berdiri dan melihat gadis itu dari arah belakang.
Gak nyangka ya? Desiana yang aku kenal sekarang itu Desiana kecil yang suka minta permen. Yang aku anggap cuma gadis kecil biasa sekarang malah jadi gadis yang tak biasa dihati aku. Batin Yasaya.
Setelah Yasaya selesai memperhatikan setiap gerak Desiana, ia pun lanjut berjalan menghampiri.
"Na?" Panggil Yasaya membuat Desiana berbalik "Gelas kosong dimana ya?" Tanyanya.
"Em...itu di laci atas,"
Mendengar ucapan Desiana yang kembali menjadi kaku membuat Yasaya ingin sekali tertawa. Yasaya berjalan mengarah ke sebelah Desiana yang sedang mencuci piring, diraihnya untuk membuka laci dan mengambil satu gelas kosong untuk nya minum.
Bayangan tentang dirinya dan Desiana yang bisa satu rumah, dengan posisi Desiana yang menjadi istrinya tengah mencuci piring di dapur dan dirinya ada untuk membantunya. Bahkan kini tangan Yasaya menggantung diudara dengan memegang gelas kosongnya. Dirinya tersenyum sendiri membayangkan masa depannya dengan Desiana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bang Paket ∆END∆
Humor"Permisi, paket" Gak tahu kapan pertama kali gue liat tukang paket, tapi pas waktu mau berangkat sekolah, gak sengaja dijalan ketemu sama Abang paket yang punya sejuta pesona. Siapa sangka, Abang paket yang suka nganterin paket dengan penampilan cir...