Yasaya sudah menunggu jadwal kelas Desiana selesai. Kini Desiana sudah ada bersamanya diatas motor untuk pergi dahulu ke sebuah tempat makan untuk mereka berdua. Tidak lain dan tidak bukan hanya berhenti untuk makan siang dahulu di pedagang tepi jalan. Entah mengapa, mereka lebih memilih makan ditempat sederhana namun memberikan kesan yang berbeda. Mungkin karna resminya hubungan mereka berlatarkan tempat makan pinggir jalan.Sebuah pesanan sudah datang, yakni dua porsi mie ayam dan dua gelas es teh manis sudah ditaruh diatas meja plastik dihadapan mereka.
"Makasih Bang" Ucap Desiana meraih dekat untuk meminum es teh manisnya.
"Habis ini, ada kelas lagi gak Na?" Tanya Yasaya disela mereka makan.
Desiana menggeleng dengan mulut yang tengah mengunyah "Gak ada" Jawab Desiana.
"Kita jalan dulu mau?" Tanya Yasaya.
"Kemana?"
"Maunya kemana?" Tanya Yasaya balik.
"Kemana aja asal sama kamu hehe.." Jawab Desiana menunjukan senyum lebar.
"Kalo ke KUA?"
Desiana diam menatap Yasaya. Jantungnya bertalu-talu. Tak seharusnya Yasaya berkata seperti itu, jantung Desiana sekarang dibuat tidak aman.
"Kerumah dulu sebelum ke KUA" balas Desiana sebisa mungkin.
"Kalo itu kamu tenang aja, selesai wisuda aku kerumah kamu" Ucap Yasaya menyubitnya pelan hidung Desiana.
"Oh ya, aku pengen dong ketemu sama adik kamu. Aku kan belum kenalan sama adik kamu, belum kenal dia juga" Ucap Desiana membuka topik pembicaraan baru.
"Iya, nanti aku kenalin" balas Yasaya.
"Adik kamu itu suka yang manis-manis ya? Kaya masrmellow yang kamu beli waktu itu di minimarket, waktu ketemu aku?"
"Iya, dia pencinta manis" tambah Yasaya.
Desiana manggut-manggut mengerti "Kalo aku bawain adik kamu makanan manis juga, dia bakalan suka?" Tanya Desiana semangat.
Yasaya mengangguk "Dia pasti suka" jawabnya.
"Namanya siapa? aku belum tahu" Ucap Desiana.
"Silvi, tapi lebih suka dipanggil Sisil" jawab Yasaya.
"Oh, namanya aja manis banget, Sisil. Pantes aja suka yang manis" Ucap Desiana.
"Iya"
"Dia kelas berapa? Masih SD atau udah SMP? " Tanya Desiana.
Yasaya sedikit terkekeh "sama kaya kamu" jawab Yasaya membuat senyum Desiana langsung sirna digantikan dengan raut terkejut.
"Hah? Sama? Maksudnya?"
"Sisil itu seumuran sama kamu, dia juga baru masuk kuliah. Ngambil jurusan ilmu hukum" Ucap Yasaya memberitahu.
Desiana masih diam dengan mata yang terus berkedip dan mulut sedikit terbuka masih merasakan keterkejutan tingkat lumayan.
"Ehmm...oh gitu ya. Jadi aku seumuran adik kamu?" Tanya Desiana.
"Iya" jawab Yasaya.
"Adik kamu tahu aku?" Tanya Desiana.
"Tahu"
"Tahu kalo pacar kakak nya itu seumuran dia?"
"Kalo itu belum" jawab Yasaya "Tapi ntar aku kenalin sama kamu, biar kalian bisa saling kenal dan akrab. Sisil itu orangnya ceria kok sama kaya kamu, jadi aku rasa kalian bakalan cocok" sambungnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bang Paket ∆END∆
Humor"Permisi, paket" Gak tahu kapan pertama kali gue liat tukang paket, tapi pas waktu mau berangkat sekolah, gak sengaja dijalan ketemu sama Abang paket yang punya sejuta pesona. Siapa sangka, Abang paket yang suka nganterin paket dengan penampilan cir...