Untuk kamu , peluluh hatiku.
Daerah pemakaman itu sangat khas dengan betapa sunyi nya dunia. Seolah tak ada lagi suara di bumi ini. Hentakan kaki terasa terdengar kencang meski dirinya sudah berjalan secara perlahan.
Ia sendirian , menatap satu persatu nama yang terukir di nisan. Ali Ghazali , Alicia Khengya , Dan netra nya berhenti di 2 nama. Amara dan Amato.
" Assalamualaikum "
Tentu saja tak akan ada yang menjawab suara itu. Angin melambai lambaikan rok hitam yang menutup hingga semata kaki. Ia berjongkok , meletakkan sebuket bunga diatas gundukan tanah.
Ia menghela nafas dalam dalam. Sungguh , jika ada 1 kesempatan untuknya , maka dia tak akan segan memilih kesempatan agar bisa mengungkapkan rasa cintanya. Tak apa jika setelahnya sang cintanya pergi. Asal ia sudah sempat mengungkapkan apa yang ia pendam.
" Solar... aku udah jadi dokter. Tapi kamu belum sempat melihat aku pakai jas dokter ini. Padahal , katanya kamu ingin menjadi dokter juga. Menjadi penyembuh untuk orang yang kamu sayang. Lantas kamu pergi. Apa karena aku bukanlah salah 1 orang yang kamu sayang? "
Perempuan berambut sebahu itu tertawa hambar. Bagaimana mungkin laki laki yang ia temui hanya beberapa waktu akan menganggap dirinya sebagai orang yang disayang.
" Kita bertemu 7 tahun yang lalu. Dan perihal tatapanmu , mimpi mimpimu , masih disini. Meski kamu nya sudah pergi "
Dering handphone miliknya berbunyi secara tiba tiba. Ringtone yang ia pasang dengan lagu Lyodra - Pesan terakhir itu menyadarkannya bahwa yang berbunyi adalah alarm Handphone miliknya.
Pukul 10 siang.
Bukan. Ia bukan perempuan pemalas yang baru membuka matanya kala fajar sudah kelewat menyingsing. Alarm itu ia pasang , untuk mengenang seseorang saat pertama kali mereka bertemu.
Lagi - lagi memori itu terputar seperti film klasik. Patah patah. Tak jelas. Rusak. Hitam. Banyak kenangan.
Ia tak kunjung mematikan alarm itu. Membiarkan lirik lagu sepanjang 4 menit 21 detik itu mengalun perlahan. Dirinya Tau , bahwa sangat tak elok menyetel musik di daerah pemakaman. Biar begitu , untuk 1x saja ia melakukannya.
Tapi dimana nanti kau terluka
Cari aku
Ku ada untuk mu.
Pepohonan nampak ikut melambai - lambai dengan angin yang mulai kencang. Ia seperti berada di dunia lain yang tak ia kenali. Seketika ia gemetar kala diujung sana , sesosok laki - laki menatapnya hangat.
Ia ambruk seketika ke tanah.
Ia Tau , pemakaman tak luput dari hal mistis. Tapi sungguh , bayangan itu sama sekali tak membuatnya takut. Ia gemetar , gemetar berharap yang disana bukan sekadar bayangan.
Angin semakin berhembus & bayangan itu tersenyum sebelum menghilang tertiup angin. " S - solar.. tetap disini.. " ujarnya lirih.
Puk.
Seseorang menepuk pundaknya , membuat ia menoleh begitu cepat. Semesta , ketika baru saja ia bertemu dengan bayangan Solar , mengapa kini didepannya kembali ada?
Ia terdiam membeku , karena merasa bahwa tepukan tadi nyata.
Lelaki yang berdiri didepannya percis dengan solar. Namun Solar menyukai warna putih bukan orange. Solar juga memakai topi kearah samping depan , bukan ke belakang.
" S - Solar? "
" Bukan.. Boboiboy. Kakak tertua Solar "
Boboiboy memijat keningnya perlahan. Perempuan didepannya adalah orang yang Solar sukai. Demi menjaga identitas para Elemental , Boboiboy selalu mengaku sebagai kakak tertua para Elemental.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sequoia [ BoYa ] END
Teen FictionBangun tidur di kamar padahal sebelumnya di delan TV memanglah epic. Namun pernah nggak sih lo bangun tidur di negara lain, sama tiga cowo ganteng lagi!? Ini yang dialami seorang Yaya Aliya, perempuan cantik, pintar, manis, ramah dan tergolong sempu...
![Sequoia [ BoYa ] END](https://img.wattpad.com/cover/241995767-64-k418418.jpg)