20 - Pipipipip Calon Mertua

1.1K 76 41
                                        

Rajutan Kisah Kita Tidak Lah Apik , Karna Tak Pernah Menemukan Titik.

_____ 🌸 SEQUOIA 🌸 _____

Pukul 2 Pagi.
Acara bakar bakar telah selesai. Mereka meninggalkan lokasi secepat mungkin tanpa membereskannya karna Gempa sudah menyuruh orang untuk membersihkan nya. Apa lagi , diantara mereka , banyak yang sudah tidur.

Mereka berangkat dengan 4 mobil , mobil 1 diisi Yaya , Ying & Suzy , Mobil 2 diisi Trio Trouble Maker & Gopal , Mobil 3 diisi Halilintar , Gempa , Solar terakhir mobil 4 diisi Fang & Ice yang tidur dibelakang.

Tapi berbeda dengan pulangnya. Mobil 1 diisi Fang & Ying , yang mana arah nya jauh berbeda dengan arah rumah Elemental , Yaya , Gopal & Suzy. Ying tertidur , sedangkan Fang yang menyetir. Di Mobil ke 2 , Ada Gopal , Suzy & Trio Trouble maker yang tidur saling bersandaran. Di mobil ke 3 , ada Gempa , Ice , Solar & Halilintar. Dengan Gempa Yang menyetir , Solar yang sibuk baca buku tentu saja Ice yang tertidur pulas dengan bantalnya.

Lalu mobil terakhir , hanya Yaya seorang. Ini atas permintaan Yaya. Semua sudah siap berangkat namun Halilintar belum mau masuk mobil

" Kak hali ayo masuk.. " Kata Gempa dengan nada sedikit mengantuk.

" Ga " Halilintar berjalan menuju mobil Yang Yaya isi , kemudian ia membuka pintu kemudi , menarik lengan Yaya , lalu menariknya menuju kursi disebelah kemudi. Secepat kilat Halilintar duduk di kursi kemudi.

Gempa pun masuk , ia malah lebih tenang kalau Yaya tidak menyetir lantaran sekarang pukul 2 pagi.

Di perjalanan ,
Yaya melamun. Memang , malam itu waktu yang tepat untuk memikirkan segala hal yang tidak sepatutnya kita fikirkan. Entah itu masa lalu , ataupun yang akan datang.

" Ngapain ngelamun? " Tanya Halilintar to the point dengan nada judes , Yaya menggeleng singkat sebagai jawabannya.

" Lo pikir gw gak tau? Tentang nyanyi apa lah itu!? " Yaya tersentak pelan , Apa Taufan sudah memberitahu Gempa & Halilintar? Tapi kenapa Gempa sama sekali belum bicara apapun tentang itu sedangkan Gempa yang paling bijaksana.

" Gak perlu tau gw tau darimana , yang jelas bukan dari Taufan " Tegas Halilintar sebelum Yaya bersuara.

Kedua nya sama sama terdiam
" Percaya gak , sekarang gw pengen bunuh lo hidup hidup " Sindir Halilintar sedangkan matanya tetap menatap ke jalanan.

" Gak percaya , karna lo cinta gw " Ujar Yaya asal , pandangannya lebih fokus ke jalanan sepi nan gelap yang dilalui mereka , pula semilir angin yang dingin yang ikut membekukan hati Yaya.

" Bener "

" Sayang nya cinta itu terlalu munafik , konyol banget lo , Kak "

" Dan lo naif banget , Beg* "

Dingin & Kasar , tapi Yaya sudah terbiasa mendengar kalimat kalimat itu.

" Lo itu Tra - U - Ma kan? " Tanya Halilintar sambil mengeja kalimat ' Trauma '

" Kasian ya , anak SMA yang gak ngerti apa apa , harus pura pura baik didepan orang padahal punya kepribadian ganda , traumatik & depresi. Semenjak papanya meninggal , jadi kayak orang gila , mendem semuanya sendiri an , mamanya sendiri aja gak dikasih tau "

Darimana halilintar tau!?

" Kurang kasih sayang apa gimana? "

Yaya mengepalkan tangannya kuat kuat " Gak usah sok tau deh "

Sequoia [ BoYa ] ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang