Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

04-Pulang Bareng

139 48 36
                                        

HAI HAI 👋
APA KABAR SEMUANYA

SEBELUM BACA🤚🤚, SPAM KOMEN YANG BANYAK DULU YA READERS MELODYRAMA 😉✌️

***

"ADA YANG LURUS NAMUN BUKAN JALAN, ADA YANG SEPI NAMUN BUKAN RUMAH, ADA YANG JAUH NAMUN BUKAN JARAK, DAN ADA YANG RINDU YAITU AKU"
~RAMA WIJAYA ZELVARON ~

***

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua siswa sudah pulang kerumah mereka.

Siang itu aku masih berdiam diri sendiri di depan gerbang sekolah. Aku menunggu jemputan. Tapi tak lama ada sebuah motor KLX berhenti di depan ku.

Laki-laki itu turun dari motor yang dia kendarai. Helm pun masih menempel di kepalanya.

Kemudian setelah dia sudah berada di hadapan ku, dia melepaskan helm nya. Rama. Ternyata dia.

"Mau pulang bareng?" tawar Rama pada ku.

Aku menggelengkan kepala lalu berkata, "gak usah" jawab ku

"Disini gak bakal ada angkot lewat. Kalo ada pun harus nunggu 10 tahun lagi" ucap Rama. "Yakin gak mau?" lanjut dia.

"Aku nunggu jemputan" balas ku

"Ya udah." Kemudian dia ikut berdiri di samping ku. Aku menoleh

"ngapain?" tanya ku

"Temenin kamu" jawab Rama

"Gak usah aku sendiri aja" ucap ku lagi.

Dia tak menjawab pertanyaan ku, laki-laki itu hanya menatap wajah ku lekat.

15 menit berlalu, tapi mang ujang tak kunjung datang. Aku kesal dan merasa tak enak karena telah menolak ajakan Rama juga membuat dia harus ikut menunggu.

"Aku bilang juga mang ujang gak bakal dateng" kata Rama

"Hah..?" aku terkejut, bagaimana Rama tahu supir mobil pribadi.

"Ayo naik" lanjut Rama. Tangan laki-laki itu menggemgam tangan ku.

Rama menarik ku untuk naik ke motornya.

"Raama.. Aku pake Rok pendek" cicit ku.

Rama menoleh kemudian memberikan jaket yang dia pakai, lalu mengenakan nya pada tubuh ku.

Aku tersenyum malu, jantung ku berdebar kencang, ketika Rama mengenakan jaketnya pada ku.

"Ayo" ajak Rama, Kemudian Aku naik di belakang.

"Pegangan" titah Rama, tangannya menarik tangan ku agar memeluk perut Rama.

Sesudah itu motor pun melaju. Dibawah sinar matahari yang cerah, senyuman ku merekah suasana hati ku senang dan bahagia.

Mata ku sedikit melihat ke kaca spion motor karena aku merasa Rama memperhatikan ku lewat kaca.

"Awassssss... nabrakkkk!" tegur ku berteriak.

MELODYRAMA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang