Megatron beserta pasukannya kembali dari Bumi menuju ruang Quintessa berada. Ia membawa The Staff ditangannya untuk ia berikan pada Quintessa dalam upayanya merestorasi Cybertron menggunakan kekuatan inti Bumi. Langit biru terlihat mencekam, tanpa ada matahari bersinar. Rerumputan hijau di Cybertron tampak lebih segar ketika bersentuhan dengan oksigen Bumi.
Diatas ketinggian 21.000 Kaki, Megatron mendarat dan masuk kedalam ruang pembakaran. Banyak monster iblis robot yang mengerikan disana berdiri disamping Quintessa. Tempat yang lembab dipenuhi dengan residu-residu energon berserakahan dimana-mana. Menetes melalui pipa-pipa yang digunakan untuk menyalurkan bahan bakar.
Megatron mendarat didepan Quintessa, kemudian jauh dibelakangnya terdapat sosok robot yang luar biasa besarnya bersembunyi didalam ruangan khusus dalam kegelapa total. Matanya menyala merah dan aura kematian bisa terlihat dengan jelas memancar dari tubuhnya.
"Aku menemukan tongkat yang kau cari," ia berkata seraya menapak lantai setelah mendarat.
"Hanya ada satu orang yang bisa menyakiti kita. Aku merasakannya," kata Quintessa dengan suara wanita yang mengerikan. Ia melanjutkan. "Dia tak boleh masuk."
Megatron seraya mengangkat staff itu dan ia serahkan pada Quintessa berkata, "Pasukan ku akan menghentikannya!" Ia menatap kearah Quintessa lagi setelah menatap mata makhluk dibelakangnya. "Pinjamkan dia untuk membantu armadaku," ujarnya. Menyeringai.
Quintessa menoleh dan melihat makhluk itu. "Dia?"
"Ya."
"Dia ku bawa kemari agar tak memberikan kehancuran tambahan pada kita," katanya.
"Benar. Tapi dia bisa memberikan kerusakan di Bumi, itu akan membuat Autobot dan sekutunya sibuk."
"Baiklah, bawa apapun yang kau anggap bisa menguntungkan kita. Jangan biarkan mereka masuk kedalam sini," kata Quintessa.
"Selesaikan saja pembakarannya. Aku yang akan mengurusi mereka!"
Quintessa mengangkat tangannya lalu memerintahkan pasukannya berupa iblis untuk membuka gerbang yang mengunci makhluk mengerikan itu. Dentingan logam mulai terdengar dan makhluk mengerikan yang bahkan lebih besar ketimbang Grimlock itu mengeluarkan uap dari hidungnya. Seketika semua gerbang terbuka, semua penjaga melangkah mundur dan menjauh dari sosok itu.
"Bantu Megatron menghentikan Autobot dan sekutunya," kata Quintessa pada makhluk itu. "Sebagai gantinya akan kuberikan bulan untukmu."
"Yes, my Queen. Your wish is my command."
"Lihatlah dunia kita sembuh dan dunia mereka binasa!" Ia berkata lagi. Tangannya mengangkat staff itu keudara, lalu dengan kekuatan penuh dia mendorong The Staff kedalam slot kunci yang ada di lantai. Ia berteriak, "Dunia yang terlahir kembali!"
"Ikut denganku, penguasa kegelapan! Kita akan tunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya," ujar Megatron seraya bertransformasi menjadi alternate mode.
Dengan mode siluman mereka meninggalkan ruang Pengapian Megatron memimpin didepan sementara makhluk seperti bayangan itu bergerak dibawah tanah. Ia adalah tipikal monster lurker yang bergerak dalam kegelapan dijurang yang terdalam. Kehadirannya menghancurkan segala bentuk kehidupan, bahkan dikenal sebagai mimpi terburuk Decepticon itu sendiri.
Dari atas Iacon yang telah hancur, Megatron berhenti dan mengintai dibalik sebuah pilar. Matanya menangkap Optimus Prime sedang terbang kearah ruang Pengapian. Dibelakangnya terdapat Knight Temenos yang memuat Autobot beserta sekutunya, bergerak dengan kecepatan penuh. Melalui fitur scope dan sensor yang ia miliki, Megatron bisa melihat pasukan yang akan menjadi lawan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transformers: Dance with The Dragon
Fanfiction[[Sekuel dari Tears of the Dragon ]] Lima tahun setelah Optimus meninggalkan Bumi, keadaan tidak semakin baik. Kapal-kapal Decepticon berdatangan, pasukan anti-Cybertron terus memburu. Kini, alam semesta kembali memanggil Alissa untuk memenuhi takdi...
