Cyberton telah masuk kedalam atmosfer Bumi. Beberapa bagian planetnya runtuh dan rusak, tampak seperti satu persatu bagiannya mulai rontok dan menghantam Bumi yang gravitasi nya lebih kuat. Diatas kepala mereka, dengan jelas ada kilatan-kilatan cahaya yang mengaliri urat nadi planet yang dulunya sangat indah tersebut. Birunya langit dan putihnya awan terhapus dengan bola raksasa sebesar Bumi, mencoba untuk menghantam lautan. Jika prediksi manusia tidak salah, setidaknya tersisa kurang dari 16 jam sebelum Cybertron akan menghantam Bumi.
Seketika semua orang yang ada diatas kapal Ksatria, menatap kearah langit tanpa terkecuali Optimus. Cade berpegangan tangan dengan Viviane, seakan mencoba untuk mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak satupun yang berdiri disana bisa melihat kearah langit tanpa diiringi rasa takut yang luar biasa. Bahkan Alissa dan dua orang tentara TRF, hanya bisa menelan ludah tak percaya. Tubuh mereka bergetar hebat. Ya, mereka telah dilatih untuk berperang, namun untuk melihat kehancuran didepan mata…adalah hal yang tak bisa dibayangkan oleh siapapun.
Ini gila. Benar-benar gila.
"Sekarang bagaimana, Optimus?" Lennox membuka perkataan. "Bagaimana cara menghentikan Cybertron?"
Kini semua pandangan beralih kearah Optimus. "Itu adalah ruang pengapian. Kita harus menghancurkannya sebelum Quintessa melakukan pembakaran."
"Bagaimana caranya?"
"Dengan menghancurkannya secara langsung dan merebut The Staff dari Megatron."
Lennox mengusap wajahnya karena kesal. Ini artinya akan ada perkelahian yang rumit lagi, dan tak satupun diantara mereka beristirahat sejak dua hari lalu. Belum lagi setiap ruas tulang mereka terasa seperti dipatahkan satu persatu. Namun mereka juga tidak bisa berhenti, karena untuk saat ini hanya orang-orang itu yang menjadi harapan terbaik Bumi. Bagaimana pun mereka percaya, selama ada Optimus disisi mereka maka kemenangan hampir selalu menjadi hal yang mutlak.
Alissa melihat helm Erik ZX yang sempat hilang beberapa saat lalu, menggelinding didepan kakinya. Ia tidak mengatakan apapun, tidak pula tersenyum saat mengambilnya. Ia tahu ia akan membutuhkan helm itu lagi, mengingat pertarungannya dengan Beta Max sebelumnya membuat Alissa sedikit kesulitan bernafas.
Dua helikopter bantuan dari AU Inggris datang atas perintah Christopher dan menjemput para manusia diatas kapal kuno tersebut. Lennox berlari mendahului mereka, lalu disusul oleh Cade dan Viviane. Seperti yang ada dalam pikiran kita, Alissa bersama Optimus. Untuk selanjutnya, adalah Jetfire dan Optimus bersama Alissa, yang akan mengawal dari udara. Sisanya akan menunggu kapal bantuan dari Ratchet..atau Ultra Magnus. Siapapun yang datang lebih dulu bukan masalah.
"Jenderal kami akan menuju ruang pengapian!" Kata Lennox kepada Jenderal melalui radio.
"Helikopter tidak akan bisa melewati itu," Cade berkomentar saat melihat banyak benda seperti akar gantung yang dialiri listrik. "Lennox, percayalah padaku. Harusnya kita tidak naik helikopter ini," kata Cade sambil mengangguk.
"Apa kalian punya solusi?"
Baik Lennox maupu Christopher, saling memandang dalam heran. Tidak satu pun diantara mereka tahu apa yang telah direncanakan Cade maupun Alissa. Dan parahnya laki-laki itu hanya mengangguk dengan senyuman penuh kemenangan. Ia menunjuk keluar jendela menggunakan ibu jarinya. Sontak melihat itu, Lennox dan Christopher menoleh dan melihat kearah ibu jari Cade menunjuk. Tanpa terkecuali, yang langsung merekahkan senyuman yang lebar.
Sebuah kapal induk terlihat dari kejauhan. Kapal yang luar biasa besar, yang bisa diisi oleh ratusan robot sebesar Grimlock dengan pendorong yang menyala kecil. Disana, Cade bisa melihat ada Swoop yang terbang diatasnya diikuti oleh Dinobot yang lain. Grimmlock menyemburkan apinya, seakan ingin memberitahukan keberadaannya pada mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transformers: Dance with The Dragon
Fanfiction[[Sekuel dari Tears of the Dragon ]] Lima tahun setelah Optimus meninggalkan Bumi, keadaan tidak semakin baik. Kapal-kapal Decepticon berdatangan, pasukan anti-Cybertron terus memburu. Kini, alam semesta kembali memanggil Alissa untuk memenuhi takdi...
