Chapter 12 - Closer to the End

595 47 8
                                        

"Paman Jojo!" Alissa turun dari helikopter, berlalu cepat menuju pria paruh baya dengan rambut tipis. Sebuah pelukan menyambut mereka, "senang kau kembali."

Joshua Joyce melingkarkan tangannya di punggung Alissa. Senyuman antusias terlihat diwajah lonjong tersebut. "Itu karena mereka akhirnya menyadari aku melakukan hal benar."

"Well well, Alissa Harris. Kau benar-benar merepotkan ya? Aku mencarimu di Ohio dan Illinois, ternyata kau disini." Seorang perempuan, mungkin 38 tahunan berparas Tionghoa. Rambutnya lurus nan panjang, dikuncir kuda.

"Su Yueming," kata Alissa. Ia tertawa kecil dan menjabat tangannya. Pelukan singkat ia berikan sebelum terganggu kedatangan Ultra Magnus.

"Glad to see you again, Joshua." Suara tegas Ultra Magnus terdengar lebih dahulu.

Alissa melepaskan pelukannya seraya melepaskan tawa singkat. Dari sebelah utara Jazz datang bersamaan dengan Ratchet dan Autobot yang lainnya. Hound adalah satu-satunya datang dengan tawa menggelegar. Servo nya menggendong senapan besar.

"Baldy's back. Boleh ku nyalakan kembang api nya?"

"Hound, tidak. Kita akan hanya akan menyalakan kembang api jika Optimus sudah kembali!" Smokescreen menyela.

"Atau saat meledakkan kepala Megatron." Kali ini Jazz yang bersuara bersama Mikaela di pundaknya.

"Itu Joshua Joyce, kan?" Mikaela berbisik, bertanya kepada Jazz.

Joshua tidak sengaja mendengar pertanyaan Mikaela. Entah bagaimana bisa pak tua itu bisa mendapatkan pendengaran semajam itu. Mungkin Pentagon telah melatih pendengarannya menjadi seperti anjing pelacak. Atau mungkin ada chip tambahan yang tertanam di bawah telinga Joshua seperti Su? Siapa yang tahu.

"Itulah aku. Joshua Joyce, inventor terhebat abad ini," kata Joshua dengan bangga.

"Dan Penghancur sebagian kota di Guangzhou," kata Crosshairs.

"Hey! Itu sudah selesai, tahu!" Ia tidak terima.

"Well, Mr. Joyce," kata Mikaela seraya berjalan turun dari pundak Jazz. "Mengesampingkan kenyataan kau telah menghancurkan hidupku...akhirnya kita bertemu. Namaku Mikaela Banes, aku percaya kau pernah memasukkan namaku kedalam daftar buronan."

Well, itu benar. Mikaela dan Joshua tidak pernah bertemu secara langsung. Joshua hanya mengenal Mikaela berdasarkan data yang dimiliki catatan sipil dan dari database lama NEST. Sementara Mikaela mengetahui Joyce hanya dari media yang mengagungkan KSI seperti penyelamat manusia.

Sampai kemudian setelah Autobot--dalam kasus ini dirinya, Jazz dan Sideswipe--berkumpul lagi, satu per satu kebenaran terbongkar. Yah, meski tak mengubah keadaan sepenuhnya tapi setidaknya setelah mereka kembali dalam komando Optimus Prime, mereka mempunyai penilaian lebih luas dan tidak sebatas jahat dan baik.

Perang membua siapapun melakukan hal tak terduga. Siapapun tanpa pengecualian termasuk Si Raja Logis, Shockwave yang mau berkoalisi dengan Autobot beberapa tahun lalu demi keberlangsungan hidupnya. Tidak bisa menyalahkan siapapun karena keadaan membuat siapapun berubah. Bahkan Megatron akan melakukan hal yang sama.

Hal baik (atau buruknya) akhirnya semua kembali ke jalan masing-masing.

Joshua tertawa. "Bukan kau satu-satunya yang ku masukkan dalam daftar buronan Cemetery Wind," kata Joshua. Ia menunjuk Alissa dibelakangnya.

Merasa dirinya disinggung, Alissa berdeham. Ia beranjak dari samping Drift dan berjalan mendekat. "Jadi," ia berdeham lagi untuk membersihkan tenggorokan. Ia tidak minum apapun sejak pagi. "Jadi selain ingin menemui keponakanmu yang manis ini, apa yang membawamu kemari?" Ultra Magnus tampak setuju dengan perkataan Alissa.

Transformers: Dance with The DragonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang